Kenapa Hewan Qurban Disembelih Harus dalam Sekali Sayatan? Berikut Penjelasannya!

in , , ,
Menyembelih Hewan Qurban Dengan Sekali Sayatan 3

Salah satu momen yang paling ditunggu saat idul adha adalah prosesi hewan kurban disembelih. Prosesi ini merupakan yang paling sakral karena sejumlah ketentuan harus dijalankan, salah satunya wajib menggunakan pisau atau golok yang tajam untuk menyembelih hewan qurban.

Makanya, pihak panitia hewan qurban biasanya akan menggunakan golok atau pisau sayat kualitas terbaik agar proses penyembelihan hewan kurban berjalan lancar sesuai dengan ketentuan. Selain itu, menyembelih hewan qurban pun harus dalam sekali sayatan.

Drh Supratikno, MSi, PAVet, selaku Kepala Tim Peneliti Penyembelihan Halal Science Center (HSC) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan jika syarat utama juru sembelih hewan qurban harus muslim dan dewasa.

Selain itu, ada beberapa syarat lainnya, yakni juru sembelih hewan qurban harus sehat jasmani dan rohani, membaca kalimat Tasmiyah sebelum menyembelih, dan penyembelihan hewan qurban harus dilakukan dengan sekali sayatan atau beberapa kali gerakan tanpa mengangkat pisau.

Kenapa Hewan Qurban Disembelih Harus Menggunakan Satu Kali Sayatan?

Menyembelih Hewan Qurban Dengan Sekali Sayatan 1

Melansir dalam detik.com, Drh Supratikno menjelaskan jika syarat penyembelihan hewan qurban tersebut (harus satu kali sayatan atau dilakukan dalam beberapa kali gerakan tanpa mengangkat pisau) diberlakukan agar proses penyembelihan tidak menyakiti hewan qurban.

Selain itu, proses ini pun akan membuat hewan qurban jadi lebih cepat mati, dan tidak mengalami stres. Faktanya, stres yang dialami hewan qurban bisa membuat daging hewan qurban mengandung asam laktat, sehingga pH daging menjadi rendah. Kondisi ini akan membuat kualitas daging hewan qurban menjadi lebih rendah.

Menyembelih Hewan Qurban Dengan Sekali Sayatan 2

Hal ini dapat terlihat dari warna daging hewan qurban yang berwarna merah muda, atau merah cerah, dengan tekstur yang lebih kenyal tapi tidak lunak. Tentu kondisi ini jauh berbeda dengan daging hewan qurban yang mengalami stres dulu dan melewati rasa sakit saat penyembelihan.

Meskipun begitu, kamu harus hati-hati karena stres yang dialami hewan qurban tidak hanya disebabkan karena proses penyembelihan yang tidak baik, tapi juga bisa terjadi karena perlakuan orang-orang di sekitar hewan qurban yang akan disembelih justru membuatnya jadi takut sebelum disembelih.

Misalnya, dengan sengaja memamerkan golok yang sudah tajam pada hewan qurban, memperlihatkan proses penyembelihan hewan lainnya, menakut-nakuti hewan qurban, dan perlakukan buruk lainnya yang berujung kepada timbulnya stres pada hewan qurban yang akan disembelih.

Sayatan Harus Memotong 3 Saluran Utama

Menyembelih Hewan Qurban Dengan Sekali Sayatan

Selain menjelaskan alasan kenapa harus dilakukan dengan satu kali sayatan, Drh Supratikno pun menjelaskan jika proses penyembelihan hewan qurban harus mengiris dan memotong penuh 3 saluran utama, yakni saluran makan atau mari’, saluran nafas atau hulqum, dan dua urat nadi atau karotis pada hewan qurban yang disembelih.

Ketiga saluran utama hewan qurban tersebut harus terpotong sempurna, terutama urat nadi karena dengan terpotongnya urat nadi, otomatis darah akan keluar dengan cepat dan hewan qurban pun akan cepat mati. Kondisi ini akan membuat daging qurban tidak terlalu banyak mengandung darah.

Sayatannya sendiri sebaiknya dilakukan dari bawah ke atas dengan cara, pisau atau golok diselipkan di bawah leher hewan qurban, setelah itu dengan sekuat tenaga ditarik dari bawah ke atas. Pastikan ketiga saluran yang disebutkan di atas terputus sempurna. 

Jika belum tersayat, maka golok atau pisau bisa digerakkan kembali (maju-mundur) hingga ketiga saluran tersebut putus sempurna. Tapi ingat, jangan sekali-kali mengangkat pisau sebelum semua saluran putus karena bisa membuat proses penyembelihan hewan qurban kurang sempurna.

Intinya, teknik penyembelihan yang baik adalah, dengan cara memperlakukan hewan qurban dengan baik, dari mulai pemeliharaan, hingga proses penyembelihan hewan qurban berlangsung. Selamat berqurban!