GameBerita Game

Steam Kini Terapkan Rating Usia untuk Game di Indonesia

Game di Steam Indonesia kini wajib memiliki rating usia. Berikut penjelasan kebijakan baru Valve dan kemungkinan dampaknya.

Platform distribusi game PC terbesar di dunia, Steam, kembali melakukan penyesuaian kebijakan terkait regulasi regional. Platform milik Valve tersebut kini memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang wajib menggunakan sistem rating usia untuk game yang tersedia di Steam.

Pada awal kemunculannya, Steam dikenal sebagai platform yang relatif bebas dari berbagai regulasi lokal. Namun seiring waktu, Valve mulai menerapkan sejumlah kebijakan baru, mulai dari penyesuaian harga regional hingga kepatuhan terhadap aturan pemerintah di berbagai negara.

Hal ini terkadang menimbulkan kebingungan bahkan keluhan dari para gamer, terutama ketika aturan tersebut memengaruhi akses terhadap game tertentu.

Sebelumnya, situasi serupa sempat terjadi di Jerman ketika sejumlah game tiba-tiba tidak lagi muncul di toko Steam karena belum memiliki rating usia yang sesuai. Kini Indonesia mengikuti jejak Jerman dan Brasil yang lebih dulu menerapkan sistem tersebut.


Sistem Rating Game oleh Steam

Steam Content Survey - Sistem Rating Game oleh Steam
Image: Steam

Kebijakan Steam tentang rating game memanfaatkan fitur internal bernama Steam Content Survey, yaitu kuesioner yang harus developer isi saat merilis game baru di Steam. Melalui data tersebut, sistem akan menentukan rating usia yang sesuai dengan regulasi masing-masing negara.

Secara teori, langkah ini hanya bersifat administratif. Namun beberapa gamer khawatir kebijakan ini bisa berdampak seperti di Jerman, di mana sejumlah game lama atau judul dari developer kecil tidak lagi tersedia karena belum memiliki rating resmi.

Jika situasi serupa terjadi di Indonesia, ada kemungkinan beberapa game klasik atau niche ikut terdampak. Meski begitu, Valve menegaskan bahwa sebagian besar game lama di Indonesia sudah memiliki cukup data untuk menghasilkan rating usia secara otomatis.

Dengan demikian, tidak semua game perlu melalui proses pembaruan manual. Biasanya hanya game tertentu saja yang memerlukan data tambahan, seperti game dengan unsur perjudian, fitur interaksi online,, atau judul yang rilis sebelum sistem Content Survey hadir.

Lalu, apakah gamer Indonesia perlu khawatir? Untuk saat ini tampaknya belum. Valve belum menunjukkan tanda-tanda akan menghapus atau menyembunyikan game secara besar-besaran dari toko Steam di Indonesia. Meski begitu, kebijakan ini menunjukkan bahwa distribusi game digital kini semakin dipengaruhi oleh regulasi lokal di tiap negara.

Baca Juga: