Project Hail Mary resmi tayang di Indonesia sejak 8 April 2026, dan Ryan Gosling kembali masuk ke mode penyelamat umat manusia. Film sci-fi ini datang dari duet Phil Lord dan Christopher Miller, lalu membawa adaptasi novel best-seller karya Andy Weir ke layar lebar.
Di film ini, Ryan Gosling memerankan Ryland Grace, sosok yang bangun dalam keadaan kacau total. Ia terjaga dari koma panjang di pesawat ruang angkasa, lalu mendapati dirinya mengalami amnesia retrograde yang parah. Nama, pekerjaan, sampai alasan ia berada di sana, semuanya hilang dari kepala.
Situasi itu langsung bikin filmnya punya tensi yang enak: penonton ikut menebak sambil menunggu ingatan Grace kembali. Pelan-pelan, ia sadar bahwa dirinya berada bertahun-tahun cahaya dari Bumi. Dan itu baru awal dari masalah.
Tentang Film Project Hail Mary

Tugasnya tidak main-main. Grace harus menghentikan organisme bernama Astrophage, makhluk yang mengonsumsi energi matahari dan mengancam kepunahan umat manusia. Kalau premis ini terdengar seperti mimpi buruk ilmuwan NASA yang kurang tidur, ya memang arahnya ke sana.
Film lalu menggeser fokus ke sistem Tau Ceti, tempat Grace mulai melihat bahwa misi ini tidak sesederhana “cari solusi, pulang, selesai.” Di sana, ia bertemu makhluk berbentuk laba-laba berbatu bernama Rocky, yang berasal dari planet 40 Eridani. Rocky bukan cuma tempelan buat bikin film terasa eksotis; ia jadi bagian penting dari perjalanan Grace menghadapi ancaman Astrophage.
Daftar Pemain Project Hail Mary

Buat yang suka film luar angkasa dengan ide liar tapi tetap punya tulang punggung sains, ini tipe judul yang langsung bikin penasaran. Apalagi daftar pemainnya cukup ramai dan berisi nama-nama yang punya karakter kuat. Gosling memimpin sebagai Ryland Grace, ditemani Sandra Hüller, James Ortiz, Ken Leung, Milana Vayntrub, Lionel Boyce, Liz Kingsman, Orion Lee, Aaron Neil, dan Priya Kansara.
Yang menarik, hubungan Grace dan Rocky jadi inti rasa film ini. Di tengah skala ancaman kosmik, cerita justru mencari pegangan lewat kerja sama dua makhluk yang sangat berbeda. Ada sesuatu yang hangat di situ. Aneh, tapi hangat.
Kehadiran Sandra Hüller sebagai Eva Stratt juga menambah bobot cerita. Nama-nama lain seperti Ken Leung sebagai Yáo Li-Jie, Milana Vayntrub sebagai Olesya Ilyukhina, dan Priya Kansara sebagai pengisi suara Maria mempertegas bahwa film ini tidak hanya bergantung pada bintang utamanya. Phil Lord dan Christopher Miller memang dikenal lihai mengatur dinamika ensemble, jadi susunan pemain seperti ini terasa masuk akal untuk kisah yang butuh banyak simpul cerita.
Yang paling bikin Project Hail Mary terasa berbeda adalah cara ia memadukan petualangan antargalaksi dengan misteri identitas. Grace bukan cuma berjuang menyelamatkan manusia dari ancaman luar angkasa, tapi juga berusaha memahami siapa dirinya sendiri. Dua lapis pertarungan ini bikin filmnya punya energi yang terus bergerak.
Berdurasi Sekitar 2 Jam Setengah

Durasinya sekitar 2 jam 37 menit, jadi film ini memang minta waktu duduk yang cukup panjang. Tapi buat penonton yang doyan sci-fi petualangan, durasi seperti ini justru sering jadi keuntungan kalau filmnya punya dunia yang solid. Dan dari deskripsi ceritanya, Project Hail Mary jelas tidak main aman.
Kalau kamu pemburu film yang menawarkan skala besar, teka-teki sains, dan relasi unik di tengah kekacauan kosmik, ini salah satu judul yang layak masuk antrean nonton. Project Hail Mary sudah tersedia di seluruh bioskop Indonesia, dan bagian paling menariknya justru ada pada pertemuan Ryland Grace dengan Rocky di sistem Tau Ceti.




