30 Lagu Paling Underrated di Dekade 2000

in ,
Lagu underrated dekade 2000
Britney Spears Christina Aguilera & Mika

Berikut adalah 30 lagu paling underrated di dekade 2000.

Memasuki milenium ketiga, kian variatif saja band dan genre lagu naru yang bermunculan. Dam juga, banyak banget lagu hit yang menghibur kedua telinga selama 2000-2009 tersebut.

Namun ada juga beberapa lagu dalam dekade tersebut yang sukses menghibur telinga kita juga tapi sayangnya, lagunya tidak meraih keterkenalan yang seharusnya. Atau kalau bahasa kerennya, underrated.

lagu underrated dekade 2000
The Zutons | Manchester Evening News

Tapi kenyataannya sama seperti pada dekade 80an, 90an, atau bahkan dekade lebih tua lagi, memang masih banyak pada dekade ini lagu-lagu yang bersifat sangat underrated. Namun dari semuanya, berikut adalah 30 lagu paling underrated di dekade 2000 menurut versi penulis.

30. Sondre Lerche – Two Way Monologue (2004)

Lagu paling underrated di dekade 2000 yang pertama adalah lagu milik solois asal Norwegia ini. Gue masih inget banget ketika melihat video ini pas SMA, gue langsung suka banget sama lagunya.

Sound-nya sangat indie tapi masih terasa sangat asyik. Lalu judulnya dan vokal aksentuasi Lerche ketika menyanyikannya, benar-benar ear-catchy banget. Sayang sekali lagu ini gak ngetop lebih jauh lagi.

Padahal ini salah satu lagu yang turut berkontribusi besar dalam memantapkan sound alternatif dekade 2000 yang khas itu.

29. Metro Station – Shake It (2008)

Lagu paling underrated di dekade 2000 selanjutnya adalah Shake It dari Metro Station. Mungkin beberapa dari kalian ada yang tahu dan suka banget.

Dan memang enak banget lagunya. Sound-nya terdengar seperti lagu Pop Punk ala Jonas Brothers dan ada elemen kalem ala Owl City. Pokoknya lagu ini masih pas dengan tahun rilisnya kala itu.

Belum lagi vokalisnya, Trace Cyrus, adalah kakak kandung si Cyrus top saat ini, Miley Cyrus. Lalu kenapa gak super duper ngetop? Entahlah. Yang pasti banyak faktor “X” sih. Mulai dari nama dan sosok Miley yang lebih ngetop dan juga sound musiknya yang walau sekali lagi masih pas, tapi memang terdengar 2-3 tahun terlambat.

28. Garbage – Can’t Cry These Tears (2001)

Memang album ketiga Garbage, Beautiful Garbage (2001), adalah album Shirley Manson cs yang tidak se-hit seperti album-album mereka lainnya.

Walau demikian, gak semua lagu-lagunya lantas mengecewakan. Terbukti, terdapat beberapa yang enjoyable termasuk, Can’t Cry These Tears ini. Salah satu faktornya dikarenakan lagu ini mengusung sound top 50an, Doo-Wop.

Dan ya siapa sangka kombinasi genre “kakek-kakek” tersebut dengan sound khas Garbage, bisa melebur dengan sangat padu melalui lagu ini?

27. U2-Kite (2000)

Mengatakan album All That You Can’t Leave Behind adalah salah satu album terbaik U2 memang gak salah sama sekali.

Pasalnya semua lagu yang ada dalam album ke-10 nya ini memang enak semua. Baik yang super hit atau yang biasa saja semuanya keren. Bahkan saking kerennya, banyak banget yang non-hit yang bisa banget seterkenal seperti Beautiful Day atau Stuck in a Moment.

Dan Kite adalah salah satu lagunya yang sesuai banget dengan pernyataan tersebut. Mengusung sound yang sama nyawanya seperti lagu-lagu yang ada di albumnya, dan juga memiliki alunan slow yang sangat menggugah, entah mengapa Bono tidak mem-push lagu ini sebagai salah satu single jagoan albumnya.

26. Uncle Kracker – Memphis Soul Song (2002)

Kalau mau berbicara lebih gamblang nan blak-blak lagi, baik band maupun seluruh lagu milik Uncle Kracker, sangatlah underrated. Termasuk ya lagu balada country ini yang juga merupakan lagu underrated pada dekade 2000 nya.

Ya sekali lagi, gue bingung saja. Padahal dari awal karirnya, solois bernama asli Matthew Shafer ini, di-backing oleh rocker country top, Kid Rock. Tapi entah mengapa, karir dan seluruh lagunya hingga detik ini masih begitu-begitu saja.

25. Britney Spears – Lucky (2000)

Tunggu, tunggu. Jangan protes dulu! Memang mungkin banyak dari kita yang setidaknya ketika lagu ini rilis, berusia SD, tahu banget dengan lagu ini.

Tapi dibanding dengan lagu-lagu top Britney sebelumnya termasuk lagu jagoan dari album yang terdapat lagu ini, Oops!.. I Did It Again, rasanya Lucky bukanlah lagu yang langsung terngiang di kepala ketika mengenang si putri pop ini.

Dan ya sekali lagi faktanya, dibanding lagu-lagu dari albumnya tersebut, posisi Lucky di berbagai chart lagu tidak terlalu tinggi. Padahal menurut gue seharusnya Lucky bisa mencapai posisi lebih tinggi lagi.

Selain karena komposisi Pop dan R&B nya terdengar sangat catchy, juga lirik lagu ini sebenarnya sangat miris nan menyedihkan. Intinya lagu ini mengisahkan sosok gadis yang sukses menjadi bintang terkenal Hollywood.

Namun terlepas kesuksesannya tersebut, ia merasa sangat tidak bahagia, kesepian, pokoknya banyak duit, terkenal, tapi ianya selalu menangis menderita sendiri setiap saat. Nah lagu inipun kerap dianggap sebagai curhatan pribadi Britney yang kala itu memang sedang ngetop banget.

24. Christina Aguilera – Hurt (2006)

Sama hal-nya dengan poin rival-nya sebelumnya, memang Hurt ada video klip-nya, lumayan kencang airplay-nya di radio.

Tapi apabila kita bandingkan dengan lagu-lagu dalam albumnya, Back to Basics (2006) seperti: Candyman dan Ain’t No Other Man, Hurt memang posisinya gak terlalu tinggi di chart lagu.

Dan, entah mengapa yang gue perhatikan, sepertinya seluruh lagu dan album ini, menjadi satu-satunya yang kerap terlupakan oleh banyak orang. Sekali lagi, ini pandangan gue ya jadi sifatnya subyektif.

Nah gara-gara tersebut, alhasil lagu balada powerful  inipun menjadi sangat underrated. Namun untungnya, Hurt hingga detik ini masih lumayan bergaung melalui murid-murid kursus vokal seluruh dunia (apalagi di Indonesia).

Pasalnya, Hurt menjadi salah satu materi tetap bagi seluruh calon penyanyi tersebut. Entah itu untuk belajar meraih nada-nada tinggi, belajar mengeluarkan sekaligus menaha emosi dalam bernyanyi, atau ya sekedar show-off suara emasnya saja.

23. Mary J. Blige – We Ride (I See the Future) (2006)

Entah mengapa gue dari awal melihat video klip dan mendengar lagu jagoan dari album greatest hit Mary yang bertajuk Reflections (A Retrospective) ini, gue suka banget.

Gue suka dengan komposisi lagunya yang sangat R&B 2000an dan juga  tentunya vokal Mary yang sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Mungkin faktor utama mengapa We Ride masuk daftrar ya karena lagunya yang tampil dalam album greatest hits ini.

Kalau saja lagunya terdapat dalam album tunggal baru, pasti lagunya akan jauh lebih ngetop lagi.

22. The Pussycat Dolls – I Hate This Part (2008)

Kalau kita lihat, sering banget lagu berirama / bernuansa riang atau mengajak dansa, mengalahkan lagu pop balada yang kerap memperdengarkan suara emas vokalis utamanya.

Dan hal ini jugalah yang terjadi dengan lagu yang terdapat dalam album kedua PCD, Doll Domination (2008) ini. Padahal dalam lagu ini, vokalis Nicole Scherzinger mencapai jangkauan F5 loh! Ya, kamu dengar saja sendiri.

Sayang banget sekali lagi lagunya tertutupi oleh When I Grow Up dan Watcha Think About That yang memang lebih nge-beat.

21. Phantom Planet – Lonely Day (2002)

Lonely Day memang kencang banget pemutarannya di berbagai stasiun radio dan stasiun televisi Indonesia dan beberapa negera lain. Tapi apabila kita bandingkan dengan hit jagoan pertama, California, tentunya masih kalah jauh.

Padahal kalau gue pribadi, gue lebih suka ini daripada California. Komposisinya easy listening tapi pada saat yang sama tetap terasa high quality. Sayang banget posisi lagu ini dalam chart Billboard gak setinggi seperti California.

20. Mika – Lollipop (2007)

Mungkin di radio kala itu Lollipop lumayan kencang airplay-nya. Tapi tetap saja lagu ini tertutupi oleh lagu-lagu Mika lainnya seperti: Love Today, Grace Kelly, dan tentunya, Big Girl (You Are Beautiful).

Padahal lagu ini bisa sebesar lagu-lagu tersebut. Untung saja Pitch Perfect 2 (2015), menampilkannya sebagai salah satu soundtrack filmnya. Sehingga, membuat Lollipop berada dalam tingkat keterkenalan yang seharusnya.

19. Silversun Pickups – Lazy Eye (2007)

Lagu indie rock ini kalau kita dengar, benar-benar terdengar sangat 90an. Sehingga ya, bisa kita katakana lagu ini muncul pada dekade yang salah.

Tapi tak mengapa. Toh lagunya memang enak bukan. Nah mustinya sih lagu-lagu yang terdengar seperti lagu 90an ala Smashing Pumpkins ini, auto ngetop. Namun  sayangnya Lazy Eye hanya bercokol pada tangga atau scene lagu independen saja.

Alhasil, membuat lagunya gak terlalu diketahui oleh banyak orang. Padahal sekali lagi, lagu ini bisa banget menjadi nomor satu di berbagai radio dan televisi kala itu.

18. Fort Minor feat. Holly Brook – Where’d You Go (2006)

Grup beserta lagu ini, merupakan proyek sampingan rapper di grup Hip Metal, Linkin Park, Mike Shinoda.

Bekerjasama dengan vokalis wanita bernama Holly Brook, Where’d You Go merupakan salah satu lagu yang sempat membuat galau seluruh telinga. Sangat disayangkan lagu ini gak super duper populer layaknya lagu-lagu Shinoda bersama LP atau lagu-lagu cinta top lainnya saat itu.

17. Carrie Underwood – I Know You Won’t (2007)

Terdapat dalam album kedua juara American Idol musim 4 ini yang bertajuk, Carnival Ride (2007),  I Know You Won’t adalah nomor balada patah hati yang sangat indah.

Nah pada umumnya lagu tipikal seperti tersebut, akan super duper ngetop. Namun betapa terkejutnya kita ketika melihat lagunya biasa aja dan gak mendapatkan airplay sekencang lagu-lagu album lainnya seperti: Last Name, All-American Girl, So Small, dan duetnya dengan legenda country, Randy Travis, I Told You So.

I Know You Won’t baru menggagung setelah kolega juara Idol-nya, Kelly Clarkson, men-cover lagunya dengan sangat powerful nan emosional ketika melakukan konsernya di The Troubadour, Los Angeles, California.

Pokoknya kalau mendengar versi cover Kelly dijamin kamu bakalan ikutan nangis banget (apalagi kalau kamu baru putus dari dia). Tapi sekali lagi, bukan berarti versi orisinilnya gak keren ya guys.

16. R.E.M – Imitation of Life (2001)

Ketika lagu ini rilis, gue langsung jatuh cinta banget. Padahal kala itu pengetahuan lagu R.E.M gue gak begitu bagus. Paling yang gue dengar ya baru lagu sejuta umatnya, Everybody Hurts (1993). Selebihnya bahkan, Losing My Religion (1991) pun, baru benar-benar denger pas kuliah tahun 2004-2005.

Salah satu alasan kenapa gue suka yak arena lagunya asyik saja. Nah kini 20 tahun setelah perilisannya, gue masih suka dan masih menganggap lagu ini seharusnya sama ngetopnya dengan 2 hit klasiknya tersebut.

Komposisi musiknya easy listening dan membuat mendadak tersenyum sendiri ketika mendengar lagunya.

15. Sophie Ellis-Bextor – New York City Lights (2007)

Lagu paling underrated di dekade 2000 selanjutnya adalah lagu yang diambil dari album ketiga Bextor, Trip the Light Fantastic (2007) ini.

Memang albumnya biasa-biasa saja. Tapi khusus untuk lagu ini, WOW benar-benar luar biasa (outstanding). Pasalnya Bextor sangat sukses dalam menghidupkan feel suasana kota New York malam hari yang seperti kita tahu, selalu benderang dengan lampu-lampu kota dan billboard-nya yang super gemerlap itu.

Pokoknya ketika mendengar lagunya, kita langsung serasa sedang berada di tengah jalan New York malam harinya deh.

14. 311 – Amber (2001)

Kalau dipikir cukup disayangkan juga band asal Omha, Nebraska, AS ini. Pasalnya 311 telah nge-band sejak tahun 1988. Namun baru benar-benar ngetop ketika mereka men-cover lagu hit The Cure, Lovesong yang lalu, menjadi soundtrack film rom-com hit, 50 First Dates (2004).

Namun jauh sebelum Lovesong dan film Adam Sandler tersebut, 311 merilis Amber. Bernuansa Reagge Rock, lagunya terasa sangat adem nan nyiyur sekali. Namun entah mengapa lagu ini seperti gak bisa mencapai kesuksesan yang super puncak.

Padahal sekali lagi. Amber adalah lagu yang tipikal bisa langsung melesat jauh dalam berbagai chart musik. Bahkan menyamai cover Lovesong mereka itu.

13. Mayday Parade – Miserable at Best (2007)

Pertengahan 2000an, bisa kita katakan kita sudah memasuki masa-masa kejayaan genre emo. My Chemical Romance, Panic at the Disco, dan Fall Out Boy, adalah 3 nama besar yang mendefinisikan genre ini kala itu.

Lalu setelah itu barulah secara perlahan bermunculan berbagai band pengikutnya. Nah salah satu yang ikutan adalah band asal Tallhassee, Florida, AS ini. Namun memang sayangnya, mereka ngetop banget. Ngetop “internal” saja.

Alhasil, gak heran jika lagu mereka inipun juga gak begitu booming. Padahal kalau saja kala itu mereka ternama, jamin 100% lagu ini bakalan nge-hit banget.

12. Panic at the Disco – Nine in the Afternoon (2008)

Bisa kita katakan album kedua Panic at The Disco, Pretty.Odd (2008) gak se-booming seperti album perdana, A Fever You Can’t Sweat Out (2005).

Alhasil gak heran juga lagu-lagunya termasuk single jagoan album kedua ini, menjadi biasa-biasa saja. Padahal Brandon Urie cs melalui Nine in the Afternoon, sudah benar-benar total.

Spesifiknya baik dari sound maupun video klipnya, sudah “mencontek” konsep Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band-nya The Beatles. Namun pada akhirnya kesuksesan lagu megah ini hanya begitu-begitu saja.

11. Rihanna – If It’s Lovin’ That You Want (2005)

Bagi kita-kita yang Rihanna Navy (sebutan fans Rihanna), kita tentunya menganggap lagu ini gak underrated. Tapi bagi yang awam, pasti menganggap lagu ini sangat underrated.

Ya single kedua dari album perdana Riri, Music of the Sun (2005) ini benar-benar terasa nyiur sepoi ala reggae dengan campuran R&B-nya yang terasa sangat toxic. Belum lagi Riri dalam video klip-nya terlihat layaknya boneka Barbie yang seksi banget.

Namun karena mungkin kala itu ia masih baru banget dan juga single perdana, Pon De Replay masih menggila, alhasil lagu inipun begitu-begitu saja.

10. Artic Monkeys – Mardy Bum (2006)

Terlepas lagu ini beserta debut album grup asal Sheffield, Inggris ini, Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not (2006), mendapatkan banyak nominasi dan juga memenangkan penghargaan album terbaik.

Namun tetap saja adalah ketika mereka merilis album kedua, ketiga, dan seterusnya, yang menyukseskan Artic Monkeys. Namun, bukan berarti album perdana ini buruk Oh gak sama sekali. Yang ada malahan underrated.

Bahkan lagu Mardy Bum yang sangat enak ini pun juga sayangnya gak mencapai kesuksesan besar. Padahal kalau kamu dengar, Mardy Bum sudah memiliki komposisi radio dan mainstream ready.

Coba kala kala itu lagu ini ngetop banget. Mungkin grup ini gak perlu sampai menunggu album kedua dan ketiganya untuk akhirnya menuai kesuksesannya.

9. Adele – Melt My Heart to Stone (2008)

Seluruh lagu di dalam album perdana Adele, 19 (2008), istimewa semua. Sound adult contemporary-nya masih sangat tajam. Lirik-lirik lagunya pun masih “suci” namun tetap menohok.

Sehingga gak heran jika semua lagunya sangat berpotensi hit besar. Namun ya tentunya gak mungkin juga dari 12 lagu yang ada dalam albumnya, semuanya menjadi hit besar. Tapi untuk kasus lagu yang berada pada urutan nomor 6 ini, ya seharusnya sama ngetopnya dengan Chasing Pavements atau Hometown Glory.

Karena komposisi musiknya dan cara Adele menyanyikan lagunya, sama keren dan megahnya seperti kedua lagu hit-nya tersebut. Entahlah mengapa hal ini gak terjadi.

8. Paramore – Fences (2007)

Sekali lagi gue sering bingung baik dengan keputusan band atau labelnya ketika memutuskan lagu-lagu mana yang harus dirilis sebagai single. Karena sering banget yang jsutru enak banget, gak mereka rilis.

Dan hal inilah yang terjado dengan Fences yang berasal dari album kedua PAramore, Riot! (2007). Fences memiliki komposisi musik yang sangat seru, membangun tempo, dan full-blown experience.

Intinya, Fences gak kala sama sekali dengan lagu-lagu jagoan albumnya: Misery Business, Crushcrushcrush dan, That’s What You Get.

7. James Blunt – Carry You Home (2007)

Ya inilah namanya nasib kalau menjadi sosok one-hit wonder. Mau rilisan lagu-lagu selanjutnya juga sama atau lebih enak, tetap saja lagu-lagu ini kerap “gak dianggap” banget. Padahal seperti kasus Blunt, banyak banget lagunya yang lain yang sama atau bahkan jauh lebih nendang dari You’re Beautiful.

Dan Carry You Home yang berasal dari album kedua, All the Lost Souls (2007) ini adalah salah satunya. Selain memiliki alunan musik yang menenangkan, juga liriknya sangat dalam.

Pada dasarnya, Carry You Home mengisahkan kesusahan yang dialami seseorang setelah ia ditinggal oleh terkasihnya. Nah kalau dalam kisah video klip-nya, terlihat seorang wanita yang betapa sedihnya ketika mendapatkan kabar kalau pasangannya tewas di medan perang.

6. Haven – Say Something (2002)

Apabila di negeri kita, lagu band asal Cornwall, Inggris ini ketika rilis sangat hit. Hampir seluruh stasiun televisi dan radio, tiada hentinya memutar lagu ini.

Dan di negaranya, Say Something juga cukup sukses. Namun sayang untuk Amerika dan seluruh dunia dalam cakupan lebih besar, lagunya kurang begitu booming. Padahal sekali lagi lagu Say Something ini merupakan sebuah paket lengkap dari balada Rock zamannya.

Sehingga sekali lagi, sayang banget lagu ini ngetopnya sebatas itu saja.

5. Avril Lavigne – Mobile (2002)

Mobile memang pada akhirnya dirilis sebagai single ke-5 dari album perdana Avril, Let Go (2002) pada bulan Mei 2003.

Walau sukses, namun tetap saja bagi gue, lagu ini seharusnya yang menjadi single jagoan perdananya. Karena keseluruhan  musik dan feel lagunya, pas banget dengan tren Pop Rock, Altternatif tahun tersebut.

Kalau saja sekali lagi lagu ini yang Avril rilis sebagai lagu perdananya, Mobile akan jauh lebih diingat dan, menjadi signature lagu Avril hingga detik ini. Benar-benar lagu yang sangat underrated pada dekade 2000.

4. The Fratellis – Whistle for the Choir (2006)

Faktanya bahkan band-nya sendiri, merupakan salah satu band paling underrated di dekadenya ini. Sehingga, gak heran jika lagu-lagu The Fratellis juga sangat underrated.

Padahal lagu-lagunya seperti Whistle for the Choir ini, sangatlah keren. Sound Indie moderennya benar-benar terdengar moderenik dan juga sangat soundtrack-able. Dan untungnya memang Whistle for the Choir sendiri sudah pernah menjadi beberapa soundtrack serial TV.

Namun tetap saja, gaung lagu ini masih sangat kurang luas. Sehingga membuat baik band atau lagunya ini sampai sekarang, gak begitu banyak orang yang mengingatnya.

3. The Zutons – Valerie (2006)

Ya kamu gak salah dengar atau baca. Ini memang lagu Valerie yang kamu dengar melalui (alm) Amy Winehouse dan Mark Ronson itu. Namun perlu kamu ketahui ya yang pertama menyanyikan atau yang punya lagunya, adalah The Zutons ini.

Dan karena akhirnya yang banyak orang ingat dan memang yang lebih mainstream adalah versi Winehouse, alhasil versi The Zutons ini menjadi terlupakan. Padahal ya versi aslinya ini juga gak kalah enaknya (well, DUH! versi orisinilnya gitu loh!).

2. Wolfmother – Woman (2006)

Ketika lagu underrated dekade 2000 ini keluar, banyak yang mengira Woman adalah lagu baru dari grup Rock legendaris, Led Zeppelin. Wajarlah selain musiknya, tarikan vokal Andrew Stockdale mirip dengan tarikan vokal Robert Plant.

Nah memang ketika rilis, Woman membuat kehebohan tersebut sehingga sempat ngetop. Namun setelah kehebohan mereda, lagu ini tidak naik begitu jauh lagi pada berbagai chart lagu. Atau dengan kata lain, tidak pernah sampai posisi pertama sama sekali.

Tentunya sayang banget karena Woman kala itu sukses menghidupkan kembali dan juga memperkenalkan sound klasik Zeppelin ke generasi era ini.

1. Duffy – Syrup & Honey (2008)

Yap inilah lagu paling underrated pada dekade 2000. Alasannya? Silahkan langsung dengar saja guys. Intinya daripada 2 lagu jagoan: Mercy dan Warwick Avenue, Syrup & Honey, sukses menunjukkan kualitas vokal sesungguhnya dari solois asal Wales, Inggris ini.

Juga lagunya sukses menunjukkan kemampuan Duffy dalam menumpahkan emosinya dalam sebuah lagu. Intinya, sampai sekarang gue masih bingung. Mengapa Syrup & Honey kala itu gak menjadi salah satu single untuk mempromosikan albumnya, Rockferry (2008)?

Gue yakin banget kalau kala itu juga menjadi single, hype Rockferry, bakalan lebih keren lagi. Bagi kamu yang sekali lagi belum mendengar lagunya, stop dulu semua kegiatan, dan dengarkan dengan “khusyuk” lagunya oke?

Nah dari 30 lagu ini, yang manakah yang kamu anggap paling underrated dalam dekade 2000 dan, yang manakah lagu yang kamu favoritkan?

JANGAN LEWATKAN •
20 Lagu The Beatles Yang Sangat Underrated

Marvin Ciputra

7 Years working on various entertainment / lifestyle online media / website company

Graduated from STIKOM LSPR Jakarta

Entertainment savvy