Mengenal Apa Itu Harakiri, Sebuah Tradisi Bunuh Diri Menggunakan Pedang Di Jepang!

in ,
Mengenal Apa Itu Harakiri, Sebuah Tradisi Bunuh Diri Di Jepang! Dafunda Com

Ada sebuah tradisi unik yang masih bertahan di Jepang saat ini yakni Harakiri atau Seppuku. Tradisi ini bisa dibilang sangat ngeri karena pelakunya bakalan bunuh diri dengan menusukkan Katana, Pedang atau pisau ke perutnya. Harakiri atau bunuh diri sebagai hukuman mulai populer di masa Kekaisaran Tokugawa pada zaman Edo (1600-1867).

Umumnya, motif bunuh diri ketika itu adalah untuk memperlihatkan kesetiaan kepada majikan atau sebagai ungkapan rasa malu karena kekalahan dalam peperangan. Cara bunuh diri atau harakiri yang umum ketika itu adalah dengan merobek perut atau seppuku. Ritual ini dilakukan dengan dua cara, ichimonji dan jumonji.

adalah merobek perut dengan jalan menusuk pedang ke bagian kiri, lalu menariknya ke sisi kanan. Sedangkan jumonji, menusukkan pedang ke ulu hati, kemudian menghelanya ke bawah sampai ke pusar. Cara ini kerap ditampilkan film-film Jepang yang menceritakan masa-masa kejayaan samurai.

JANGAN LEWATKAN •
SolPress Mengumumkan 10 Light Novel Terbaru Beserta Lisensi Visualnya!

Seppuku tidak dilakukan dengan sederhana, ada persiapan khusus sebelum seseorang bunuh diri. Selain harus berpakaian putih yang bersih, samurai yang akan bunuh diri akan disajikan makan enak sebelum upacara digelar. Saat melakukan seppuku, seorang samurai akan dikawal algojo yang bertugas menebas batang leher si samurai bila ia tak sampai mati dalam aksinya.

Bunuh diri dengan cara tradisional ini terakhir kali dilakukan pada November 1970. Seorang sastrawan terkenal Jepang, Mishima melakukan ritual seppuku setelah bersama para pengikutnya menerobos masuk ke pangkalan militer Pasukan Bela Diri Jepang. Setelah berpidato dia lalu merobek perutnya dan seorang pengikut menebas batang lehernya setelah Mishima berteriak Tenno Heika Banzai! (Hidup Kaisar!).

Saat Perang Dunia II, kesetiaan itu beralih kepada Kaisar daripada kepada sekadar majikan atau tuan tanah. Karena itu, ketika kekalahan datang, prajurit Jepang serta perwiranya melakukan bunuh diri. Caranya bisa dengan minum racun, seppuku, menembak diri atau mengantarkan nyawa di tengah berondongan senjata musuh.

JANGAN LEWATKAN •
Sekolah Jepang Melarang Siswa Mengenakan Celana Ketat di Roknya!

Yang terkenal tentu saja aksi Kamikaze dan Ningen Gyorai. Pasukan Kamikaze adalah pasukan pesawat udara yang dalam operasi berani mati melakukan misi bunuh diri. Sementara Ningen Gyorai adalah pasukan angkatan laut yang dikenal sebagai torpedo manusia. Seorang prajurit akan jadi penunggang peluru torpedo yang tentu saja akan ikut tewas ketika torpedo mengenai sasaran.

Lain lagi di Provinsi Okinawa. Ketika pasukan Amerika Serikat mendarat, prajurit dan rakyat ikut pula bunuh diri dalam sebuah bunuh diri massal yang mengerikan. Jadi ini adalah tradisi buruk yang tidak patut dicontoh oleh orang, dan ini sudah banyak ditinggalkan sejak berjalannya zaman modern ini. Tradisi bunuh diri ini banyak digunakan saat zaman dahulu di Jepang