Kerajaan Kuno yang hidup di Void Century, Lulusia yang lenyap dalam sekejap, dan Esperia yang runtuh gara-gara Heavenly Tribute tiga nama ini jadi bukti kalau Pemerintahan Dunia di One Piece bukan tipe penguasa yang main aman. Buat fans yang suka bongkar lore, daftar ini penting karena memperlihatkan pola paling brutal: musuh tak selalu dikalahkan di medan perang, kadang mereka dihapus dari peta, sejarah, bahkan ingatan dunia. Berikut kerajaan yang dihancurkan pemerintah dunia di One Piece.
Pemerintah Dunia adalah organisasi politik terbesar di One Piece yang menaungi sebagian besar negara di dunia, dipimpin oleh para Naga Langit dan memiliki kekuasaan besar melalui Angkatan Laut serta berbagai lembaga penegak hukum.
Daftar Kerajaan yang Dihancurkan Pemerintah Dunia di One Piece
1. Great Kingdom

Sekitar 800 tahun lalu, Kerajaan Kuno ini bertarung melawan aliansi 20 kerajaan yang kelak jadi cikal bakal Pemerintahan Dunia. Hasil akhirnya bukan cuma kekalahan, tapi pemusnahan total dan penghapusan semua catatan tentang keberadaannya. Masih heran kenapa Void Century jadi misteri terbesar di One Piece? Ya, karena Pemerintahan Dunia benar-benar buff besar-besaran di bagian sensor sejarah.
2. Lulusia

Lulusia awalnya adalah salah satu kerajaan anggota Pemerintahan Dunia, jadi secara status mereka bukan negara “liar” sejak awal. Tapi setelah rakyatnya memberontak lewat revolusi, kerajaan itu langsung jadi target senjata milik Imu yang ditenagai Mother Flame, dan boom—hilang tanpa bekas dari permukaan dunia. Yang bikin makin ngeri, Pemerintahan Dunia juga berusaha menghapus Lulusia dari sejarah seolah-olah tempat itu cuma bug di lore.
3. Esperia

Kilas balik Brook memperlihatkan kalau tanah kelahirannya, Esperia, juga masuk daftar korban Pemerintahan Dunia. Negeri musisi ini awalnya hidup dari industri seni, tapi kabut misterius menghancurkan ekonomi mereka sampai tak mampu lagi membayar Heavenly Tribute.
Saat Raja Reuven menolak menyerahkan 1.000 budak sebagai pengganti upeti, konflik pecah dan berujung pada kehancuran kerajaan, kematian banyak tokoh penting, serta tragedi yang membentuk masa lalu Brook dan Shuri.
Tiga kerajaan ini nunjukin satu pola yang sama: kalau sebuah negara dianggap mengancam, Pemerintahan Dunia nggak ragu pakai cara paling ekstrem. Dari penghapusan sejarah, penghancuran instan, sampai tekanan politik yang berubah jadi tragedi kemanusiaan, One Piece terus kasih sinyal kalau “keadilan” versi mereka bisa sangat OP dan sangat gelap.





