Developer RUNNING TRAIN, Riz Nova dari Novatetsu Games, membagikan kisah di balik pengembangan game simulasi kereta api yang berhasil meraih predikat “Overwhelmingly Positive” di Steam setelah dirilis pada 25 Mei 2026. Kesuksesan tersebut ternyata lahir dari proses panjang yang penuh tantangan selama bertahun-tahun.
Baca Juga:
- RUNNING TRAIN, Simulator Kereta dengan Visual Realistis
- ReStory, Game Simulasi Reparasi Elektronik Bernuansa Jepang Era 2000-an
- K-pop Idol Stories: Road to Debut, Simulasi Jadi Manajer Idol K-Pop
Tantangan Developer RUNNING TRAIN

Menurut Developer RUNNING TRAIN, proyek ini merupakan hasil belajar mandiri menggunakan Unreal Engine dan software pemodelan 3D seperti Blender. Riz menghabiskan sekitar empat tahun untuk mempelajari berbagai aspek pengembangan game sebelum akhirnya berhasil merilis Running Train ke publik.
Perjalanan menuju peluncuran juga tidak mudah. Hampir seluruh kebutuhan promosi dan distribusi game ditangani sendiri, mulai dari pembuatan trailer, desain visual, lokalisasi, pemasaran di media sosial, hingga pengurusan badan hukum dan berbagai proses administrasi lainnya.
1. Penjualan Kembali oleh Pihak Lain
Salah satu pengalaman yang paling mengejutkan bagi Developer RUNNING TRAIN adalah ketika game tersebut mulai dijual kembali oleh pihak lain di sejumlah platform belanja online dengan harga yang jauh lebih murah. Hal itu terjadi hanya beberapa hari setelah game resmi diluncurkan.
2. Lebih Banyak Laporan Bug
Selain itu, Riz juga harus menghadapi berbagai laporan bug yang muncul pada minggu pertama perilisan. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia bekerja keras merilis pembaruan dan patch secara bertahap demi meningkatkan kualitas permainan. Bahkan, padatnya aktivitas selama masa peluncuran membuatnya sempat mengalami tipes akibat kurang istirahat.
3. Respon Positif dari Komunitas
Di balik berbagai kesulitan tersebut, momen yang paling membahagiakan bagi Developer RUNNING TRAIN adalah saat melihat respons positif dari para pemain. Ia mengaku terharu setelah membaca ulasan dan dukungan yang diberikan komunitas kepada game buatannya.
Dari pengalaman mengembangkan Running Train, Riz menyampaikan pelajaran penting bagi para pengembang game. Menurutnya, proses pengujian yang matang dan open test secara rutin sangat diperlukan agar berbagai masalah dapat ditemukan sebelum game resmi dirilis ke publik.
Trailer Game:





