Sejak awal pandemi COVID-19, vaksinasi telah menjadi pilar utama dalam menekan angka kematian global. Namun, munculnya laporan mengenai efek samping langka yang terkait dengan vaksin berbasis vektor adenovirus sempat memicu kekhawatiran publik.
Kini, melalui penelitian panjang yang mendalam, para ilmuwan akhirnya berhasil mengungkap mekanisme biologis di balik fenomena tersebut.
Apa Itu VITT?

Kondisi langka ini terkenal secara medis sebagai Vaccine-induced Immune Thrombocytopenia and Thrombosis (VITT).
VITT merupakan kondisi serius yang menyebabkan pembekuan darah (trombosis) beserta dengan penurunan jumlah trombosit. Meski sangat jarang terjadi, VITT menjadi fokus perhatian serius karena dampaknya yang bisa fatal jika tidak terdeteksi sejak dini.
Mekanisme Sistem Imun yang “Salah Sasaran”
Penelitian terbaru yang dipimpin oleh tim dari Flinders University dan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa VITT dipicu oleh respons imun yang keliru.
Berikut adalah ringkasan mekanisme biologis yang ditemukan:
- Produksi Autoantibodi
- Tubuh secara tidak sengaja memproduksi antibodi yang menyerang Platelet Factor 4 (PF4), yaitu protein yang seharusnya membantu pembekuan darah normal.
- Kesalahan Identifikasi
- Pada sebagian kecil individu, sistem imun “salah mengenali” protein dari adenovirus sebagai PF4.
- Reaksi Berantai
- Kesalahan identifikasi ini memicu produksi autoantibodi berlebihan yang menyebabkan pembekuan darah tidak normal di lokasi yang tidak semestinya.
Faktor Genetik dan Pemicu Alami
Menariknya, studi ini juga menyoroti bahwa faktor genetik memegang peranan kunci. Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap VITT. Selain itu, respons serupa ternyata bisa terjadi setelah seseorang terpapar adenovirus alami (seperti virus penyebab flu biasa).
Hal ini membuktikan bahwa pemicu utamanya adalah karakteristik protein tertentu pada adenovirus, bukan vaksin secara keseluruhan.
Masa Depan Keamanan Vaksin Adenovirus
Penemuan penyebab pembekuan darah langka ini membawa implikasi besar bagi pengembangan teknologi medis di masa depan:
- Ilmuwan kini dapat memodifikasi atau menghilangkan bagian protein adenovirus yang memicu reaksi imun berlebihan.
- Teknologi adenovirus tetap krusial karena lebih mudah didistribusikan. Dengan inovasi ini, risiko VITT dapat diminimalkan hingga hampir nol.
- Membantu pembuat kebijakan menentukan jenis vaksin yang paling tepat bagi kelompok individu dengan profil genetik tertentu.
Vaksin Adenovirus vs mRNA
| Fitur | Vaksin Adenovirus (AstraZeneca/J&J) | Vaksin mRNA (Pfizer/Moderna) |
| Teknologi | Menggunakan virus flu yang dilemahkan | Menggunakan kode genetik protein virus |
| Penyimpanan | Suhu lemari es biasa (2-8°C) | Membutuhkan suhu sangat dingin (-70°C) |
| Risiko Langka | VITT (Pembekuan Darah) | Miokarditis (Radang Otot Jantung) |
| Status Riset | Mekanisme VITT sudah teridentifikasi | Terus dipantau secara global |
Baca Juga:




