Identitas asli dari sang pencipta Bitcoin yang selama belasan tahun menjadi misteri terbesar di dunia teknologi perlahan mulai menemukan titik terang. Sebuah laporan investigasi terbaru dari media ternama, The New York Times, secara berani menyebut nama Adam Back sebagai sosok yang diduga kuat berada di balik nama samaran Satoshi Nakamoto.
Selama ini, Satoshi dikenal sebagai figur anonim yang merancang protokol Bitcoin, mata uang kripto pertama dan terbesar di dunia.
Identitas aslinya tidak pernah benar-benar terverifikasi sejak whitepaper Bitcoin diperkenalkan pada tahun 2008, sehingga memunculkan berbagai spekulasi tanpa henti.
Namun, temuan terbaru ini memberikan sudut pandang yang lebih tajam mengenai siapa sebenarnya pencipta Bitcoin yang asli.
Siapa Adam Back?

Adam Back sendiri sebenarnya bukan sosok asing di industri kriptografi. Pria berusia 55 tahun ini dikenal sebagai ilmuwan komputer terkemuka dan CEO dari Blockstream, sebuah perusahaan infrastruktur blockchain raksasa.
Keterlibatannya dalam dunia uang digital dimulai jauh sebelum Bitcoin lahir, menjadikannya salah satu kandidat paling logis dalam pencarian identitas Satoshi Nakamoto.
Dalam laporan investigatif yang disusun oleh jurnalis pemenang penghargaan, John Carreyrou, dipaparkan sejumlah argumen teknis yang memperkuat dugaan bahwa Adam Back adalah sang pencipta Bitcoin.
Carreyrou, yang sebelumnya sukses membongkar skandal Theranos, menghabiskan waktu sekitar satu tahun untuk menyisir jejak digital yang ditinggalkan oleh Nakamoto di berbagai forum lama.
Bukti Stilometri dan Kesamaan Fondasi Teknologi

Salah satu temuan utama dalam investigasi ini adalah hasil analisis stilometri, yaitu studi mengenai gaya bahasa tulisan. Terdapat kemiripan yang sangat identik antara gaya penulisan Adam Back dengan tulisan Satoshi Nakamoto dalam korespondensi email awal dan postingan forum Bitcointalk.
Kemiripan ini mencakup pilihan kosakata teknis yang spesifik, penggunaan spasi ganda setelah tanda titik (kebiasaan lama para akademisi), hingga struktur kalimat yang sangat formal.
Selain gaya bahasa, faktor teknis yang tak terbantahkan adalah keterlibatan Back dalam pengembangan Hashcash. Sistem proof-of-work yang diciptakan Back pada tahun 1997 tersebut merupakan fondasi paling mendasar dalam mekanisme penambangan yang digunakan oleh Satoshi untuk menjalankan Bitcoin.
Bahkan, nama Adam Back adalah sosok pertama yang dikutip oleh Nakamoto dalam referensi whitepaper Bitcoin, menunjukkan adanya hubungan intelektual yang sangat erat antara keduanya.
Rentetan Nama dalam Perburuan Identitas Pencipta Bitcoin
Upaya untuk mengungkap siapa pencipta Bitcoin sesungguhnya memang bukan hal baru. Sebelum Adam Back kembali mencuat ke permukaan, komunitas kripto telah lama menduga nama-nama besar lain seperti Hal Finney (penerima transaksi Bitcoin pertama) dan Nick Szabo (pencipta konsep bit gold).
Bahkan, pada tahun 2024 lalu melalui dokumenter Money Electric: The Bitcoin Mystery, sosok Peter Todd juga sempat dituding sebagai Satoshi Nakamoto, meskipun klaim tersebut menuai banyak kritikan karena dianggap kurang memiliki bukti kuat.
Investigasi terbaru ini dinilai lebih kredibel karena menggabungkan bukti linguistik, teknis, dan pola aktivitas online yang saling beririsan secara presisi.
- Cara Mudah Daftarkan Bitcoin di Indonesia Lengkap
- Cara Daftar BitCoin Lewat Aplikasi Luno Lengkap dan Mudah
Bantahan Tegas dari Adam Back
Meski bukti-bukti yang disodorkan terlihat sangat meyakinkan, Adam Back secara konsisten membantah klaim tersebut. Melalui serangkaian unggahan di platform X (Twitter), ia menegaskan bahwa dirinya bukan Satoshi Nakamoto.
Back mengakui bahwa ia telah lama berkecimpung dalam riset privasi digital dan uang elektronik sejak awal 1990-an, namun ia bersikeras bahwa ia hanyalah seorang kolaborator awal, bukan sang arsitek utama.
Pihak Blockstream juga memberikan tanggapan resmi dengan menyatakan bahwa laporan investigasi tersebut lebih banyak didasarkan pada interpretasi situasional dan spekulasi gaya bahasa, bukan bukti kriptografis yang mutlak.
Menurut mereka, satu-satunya cara membuktikan seseorang adalah Satoshi Nakamoto adalah dengan menggerakkan koin dari blok genesis (blok pertama Bitcoin), sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapapun hingga hari ini.
Di tengah memanasnya spekulasi ini, sebagian besar komunitas kripto menilai bahwa terungkapnya identitas pencipta Bitcoin tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan.
Seiring berjalannya waktu, Bitcoin telah berevolusi menjadi sistem yang sepenuhnya terdesentralisasi dan beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada figur pemimpin manapun.
Bahkan, banyak pihak berpendapat bahwa anonimitas Satoshi Nakamoto adalah sebuah mahakarya yang sengaja dirancang agar sistem ini tetap netral secara politik.
Siapapun sosok di balik nama tersebut, ia telah berhasil menciptakan revolusi finansial yang mengubah tatanan ekonomi dunia.
Tetap pantau perkembangan berita teknologi dan kripto terbaru hanya di Dafunda untuk informasi yang selalu update!




