StartupTekno

Umitron, Startup IoT Untuk Optimalkan Pemberian Pakan Ikan Raih Pendaanaan 115 Miliar

Internet of Things (IoT) dan Data Analyst ternyata juga bisa diterapkan dalam dunia perikanan. Startup Umitron yang berlokasi di Jepang dan Singapura akhirnya mampu membantu para peternak ikan dengan bantuan IoT dan Data Analyst. Mereka berhasil membantu peternak ikan untuk mengoptimasikan pemberian pakan yang efektif. Sehingga biaya pakan menjadi lebih murah dan ramah lingkungan.

Umitron Bisa Menghemat Pengeluaran Pakan Hingga 70 Persen

Umitron Umigarden System
Hemat Dan Ramah Lingkungan | Umitron

Kini, Umitron berhasil mendapat pendanaan dari seed round sebesar US $ 8,2 juta (Rp. 115 Miliar) Mereka mengkombinasikan sensor underwater dan Data Analyst untuk memonitor keadaaan ikan di kolam. Melalui algoritma yang mereka miliki, Umitron dapat mengetahui kapan ikan merasa lapar dan itulah saat yang tepat bagi peternak untuk memberinya pakan.

“Umitron dapat menghemat pengeluaran pakan sampai 70 persen” Kata Masahiko Yamada, Managing Editor Umitron

Dengan pemberian pakan yang efektif akan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Hal ini dapat mengurangi masalah eutrofikasi atau pencemaran air akibat nutrisi dari pakan ikan yang terbuang.

Masahiko Yamada tak sendirian, ia dibantu co-foundernya bernama Ken Fujiwara dan  Takuma Okamoto. Fujiwara sendiri adalah mantan seorang aerospace engineer dan pernah berkerja pada teknologi satelite. Sementara Okamoto adalah software engineer. Berdasarkan pengalaman dari Fujiwara, mereka mencoba menerapkannya disini dan akhirnya berhasil.

Saat ini, Umitron belum mendapatkan kompetitor secara langsung. Hal ini dikarenakan produk yang susah untuk dibuat dan dijalankan. Ada sih, Startup asal India bernama AquaSoul, namun mereka hanya bisa untuk kolam kecil saja. Selain itu ada Aquaai yang menawarkan layanan monitoring dan analis untuk tambak ikan dengan drone.

Investasi yang diterima Umitron merupakan seed round yang diadakan oleh Innovation Network Corporation of Japan, sebuah perusahaan investasi milik pemerintah Jepang dan 19 perusahaan besar di Jepang. Salah satunya ada D4V,perusahaan venture capital yang berlokasi di Tokyo. Selain itu, beberapa angel investor turut meramaikan seed round ini.

Potensi Pasar Aquaculture Terus Meningkat, Peluang Besar Bagi Startup Bidang Perikanan

Perkembangan produk aqua culture menjadi peluang tersendiri bagi Yamada dan teman – teman. Pasar perikanan mencapai US$ 176.45 miliar pada 2017 dan diprediksi akan mencapai US $ 219.42 miliar pada 2022. Itu artinya akan meningkat 4,46 persen berdasarkan laporan dari US firm Knowledge Sourcing Intelligence.

Cukup mengerikan jika kita melihat perkembangan startup di bidang aquaculture. Bahkan di Norwegia, Hatch startup accelator yang berfokus untuk bidang aquaculture . Kemudian di Belanda, ata perusahaan ventura bernama AquaSpark yang telah menginvestasikan dananya untuk 12 startup aquaculture dan agritech sejak pertengahan 2015 lalu. Setiap startup mendapatkan pendanaan antara US$ 290,000 sampai US$5.8 juta.

Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya ada peluang besar disini. Apalagi dengan wilayah perairan yang sangat luas, akan sangat seru jika startup Indonesia bisa membuat teknologi seperti yang dibuat oleh Umitron.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment