Hentikan Layanannya Tiba-Tiba, Customer Smyte Kecewa Dan Salahkan Twitter

in , ,
Smyte

Twitter secara resmi telah mengakuisisi Smyte, sebuah startup yang membantu memberantas spam, penipuan, penyalahgunaan online dalam sebuah platform. Twitter berencana untuk menggunakan Smyte dalam membantu peningkatan kualitas keamanan di platformnya.

Hal ini akan dikombinasikan dengan teknologi yang sudah diterapkan di Twitter. Namun, Twitter menginginkan jika mereka fokus untuk menangani platform miliknya saja. Itu artinya mereka tidak akan beroperasi untuk menangani client kecuali Twitter.

Smyte merupakan Startup yang berlokasi di San Fransisco. Startup ini didirikan oleh mantan teknisi Google dan Instagram pada 2014. Startup ini membantu clientnya untuk mengidentifikasi aktivitas secara real time yang ada dalam platform client. Kemudian, dengan sistem yang mereka miliki.

Mereka akan mempelajari aktivitas yang ada dalam platform tersebut. Setelah itu mengklasifikasikannya apakah termasuk tindakan berbahaya atau tidak.

Penutupan Layanan Smyte Secara Tiba – Tiba Membuat Customernya Kecewa

Smyte
Pemberitahuan Dari Twitter

Penutupan layanan ini cukup mengecewakan bagi sebagian customer-nya. Pasalnya tidak ada pemberitahuan dari pihak Smyte, sehingga customer tidak punya waktu untuk mempersiapkan untuk bermigrasi pada penyedia layanan yang baru.

JANGAN LEWATKAN •
Moladin, Startup E-commerce Motor Online Raih Pendanaan 17,1 Miliar

Sayang memang jika mereka harus menelantarkan customer-nya. Apalagi dengan masalah keamanan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Banyak dari mereka yang tidak senang dengan hal ini dan akan mengajukan komplain kepada Twitter.

Layanan Smyte
Contoh Layanan Startup Ini | socialweb.nl

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Techcrunch, mereka mendisable akses ke API dengan tanpa pemberitahuan. Customer hanya menerima telepon jika layanan mereka dihentikan dan layanan langsung dinon-aktifkan. Padahal ada beberapa customer yang masih terikat kontrak lebih dari 1 tahun.

Smyte sudah menangani berbagai perusahaan besar seperti GoFundMe, npm, Musical.ly, TaskRabbit, Meetup, OLX, ThredUp, YouNow, 99 Designs, Carousell, Quora dan Zendesk. 

Cuitan Netizen Di Twitter Mengenai Akuisisi Smyte Oleh Twitter Dan Kebijakan Menghentikan Layanannya Secara Mendadak

Namun, tak lama berselang kemudian Twitter menanggapi isu ini. Melalui VP dari tim engineering Twitter, Mike Montano. Ia mengatakan bahwa akan memperbaiki semuanya dan akan mencoba belajar dari kejadian ini.

JANGAN LEWATKAN •
Megumin Dominasi Fanart 'Konosuba'