Resmi Bangkrut, Beginilah Perjalanan Startup Qlapa

in , ,
Qlapa

Qlapa sebuah startup yang didirikan pada tahun 2015 akhirnya tutup setelah selama 4 tahun beroperasi. Hal ini disampaikan pada situs resminya Qlapa.com pada 2 Maret 2019 kemarin.

Perjalanan startup yang didirikan oleh Benny Fajarai dan Fansiskus Xaverius ini terbilang cukup bagus. Qlapa adalah sebuah marketplace yang menyediakan barang-barang kerajinan handmade. Mereka menghubungkan pengrajin dengan konsumen.

Banyak sekali produk-produk kerajinan yang dijual seperti baju batik, tenun, tas kulit, sepatu kulit, dompet kulit, perhiasan, bahkan dekorasi rumah. Mimpi mereka adalah untuk memberdayakan para pengrajin di Indonesia.

Startup ini sebenarnya begitu menjanjikan, bahkan pada 2018, Qlapa meraih awards sebagai Aplikasi Mobile Unik Terbaik dari Google Play Awards. Founder mereka, Benny Fajarai pun sempat masuk Linkedin Powe Profiles 2017 untuk young entrepeneur under 30s.

Selain, mendapatkan penghargaan nyatanya mereka sudah pernah menerima investasi dari perusahaan asal India. Aavishkaar menyuntikkan dana ke Qlapa dengan pendanaan Serie A pada tahun 2017.

View this post on Instagram

Hampir 4 tahun yang lalu, kami memulai Qlapa dengan misi memberdayakan perajin lokal. Banyak pasang surut yang kami alami dalam perjalanan yang luar biasa ini. Kami sangat berterima kasih atas semua tanggapan positif dari para penjual, pelanggan, dan media. Dukungan yang kami terima sangat luar biasa dan membesarkan hati. Selama masa yang indah itu, perjalanan Qlapa telah dimuat di berbagai media yang mendengar misi kami. Aplikasi mobile Qlapa dianugerahi sebagai "Hidden Gem" oleh Google Play dan kami juga dianugerahi sebagai salah satu start up dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes Asia. Kami sangat senang telah menyalurkan puluhan miliar rupiah hasil penjualan kepada para perajin kami. Sedikit-banyak kami telah berperan dalam mempromosikan produk-produk buatan tangan para perajin Indonesia. Tim kami mengalami masa-masa yang menyenangkan dan kami telah berusaha memberikan yang terbaik. Melihat ke belakang, kami bersyukur telah melewati perjalanan yang luar biasa ini. Sayangnya bagi kami, perjalanan romantis ini harus berakhir. Kami tidak dapat membuat Qlapa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. Kami masih percaya pada kualitas, cerita, dan rasa cinta terhadap produk kerajinan tangan Indonesia. Masih ada tugas yang perlu dilakukan, ada mimpi-mimpi yang harus diwujudkan. Tapi untuk sekarang, kami harus mengucapkan selamat tinggal. Layanan kami tidak lagi tersedia mulai 2019. Sebuah keputusan yang sulit, namun harus kami ambil. Kami berharap yang terbaik untuk para penjual, yang telah menjadi mitra bisnis kami selama bertahun-tahun. Kami sering kali terkagum dan terinspirasi oleh kisah dan produk mereka. Terima kasih telah mempercayai kami dan memberi kami kesempatan untuk mencoba. Dengan tulus kami berharap, misi kami untuk memajukan produk-produk kerajinan tangan Indonesia dapat didengar dan akan ada yang melanjutkan dan memberdayakan kreativitas para perajin Indonesia. Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan, mitra, dan karyawan kami. Qlapa tidak akan pernah mencapai semua ini tanpa kalian. Semoga kita dapat berjumpa dan bekerja sama kembali di lain kesempatan. Salam hangat, Qlapa

A post shared by Qlapa.com (@qlapa) on

Namun, akhirnya pada awal tahun 2019 ini. Qlapa secara mengejutkan harus menutup layanannya dikarenakan bisnis yang dijalankan saat ini
bukanlah bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Banyak pihak yang menyangkan tutupnya startup asal Indonesia ini. Saat ini pun Bekraf sedang mencari solusinya, mungkin bisa saja di takeover oleh Bekraf.

Ayo mulai berdiksusi