Waspada, Serangan WannaCry Jilid Dua Bisa Terjadi

in ,
WannaCry 2

Waspada, Serangan WannaCry  Jilid Dua – Ransomware WannaCry yang menyerang jaringan komputer dunia yang dimulai pada 12 Mei lalu membuat sejumlah orang menyadari betapa sistem komputer mereka teramat rentan menjadi sasaran serangan malware.

Sejumlah perusahaan dan organisasi yang mengandalkan jaringan komputer sebagai basis pekerjaannya sempat terkena dampak mengganggu dari malware tersebut.

Hingga kini, malware tersebut masih menimbulkan sejumlah ancaman bagi sejumlah pengguna komputer. Namun, seorang pakar komputer mengimbau bahwa serangan tahap dua ransomware serupa diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.

Ransomware WannaCry pertama kali menjangkiti jaringan komputer Layanan Kesehatan Nasional Inggris pada Jumat, 12 Mei 2017. Setelah itu, malware tersebut menyebar ke lebih dari 150 negara.

Waspada, Serangan WannaCry Jilid Dua Bisa Terjadi

JANGAN LEWATKAN •
Info Seputar WannaCry, Malware Penyandra Komputer Yang Meresahkan Dunia

Namun setelah kejadian serangan cyber kemarin sudah dapat dibilang berhasil di atasi dapat dimungkinkan bahwa serangan cyber yang hampir serupa dapat terjadi lagi dalam waktu dekat.

Awas Ransomware Wannacry Jilid Dua

Ketua Tim Koordinasi dan Mitigasi Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Gildas Deograt Lumy  menyatakan bahwa tim nya telah mendeteksi gerak gerik yang dimungkinkan akan terjadinya serangan Cyber Ransomware jilid dua.

Selang beberapa waktu setelah Malware WannaCry itu menyerang, muncul Malware WannaCry versi 2. Kami mendeteksi virus itu tidak jauh berbeda dengan WannaCry versi 1,” kata Gildas.

Waspada, Serangan WannaCry Jilid Dua Bisa Terjadi

Kami masih pelajari yang versi 2 itu. Kami tahu itu sejak Sabtu malam. Akan tetapi, sampai sekarang, yang paling krusial itu masih yang versi pertama,” lanjutnya.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Polisi Budi Gunawan menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi serangan serupa, semua pihak harus mengubah paradigma pengamanan sistem informasi dari sistem konvensional seperti firewall dan antivirus, menjadi sistem yang lebih terintegrasi

Harus dipastikan sistem patch-nya sudah diperbarui (update) dan jangan menggunakan sistem operasi Windows yang tidak resmi alias bajakan. Dikhawatirkan virus itu asal menyerang, tidak ada target tertentu, jadi siapa saja bisa kena,”

Waspadai WannaCry Jilid 2

Sasaran utama malware itu adalah komputer dengan sistem operasi kuno, salah satunya seperti Microsoft Windows XP. Alasannya karena sistem operasi tua itu sudah tidak lagi dilindungi oleh induk perusahaannya, yakni Microsoft, sejak 2014.

Dampak yang lebih meluas dari serangan malware itu berhasil ditekan setelah seorang pria analis komputer berusia 22 tahun menemukan mekanisme pencegahan dan menyebarluaskan informasi itu melalui social media Twitter.

Melalui akun @MalwareTechBlog, pria itu berujar bahwa mekanisme pencegahan Ransomware WannaCry dapat dilakukan dengan mendaftarkan domain yang telah terjangkit ke sebuah situs dengan biaya US$ US$ 10.69 atau sekitar Rp 142 ribu. Ketika sudah terdaftar, domain tersebut berperan sebagai sebuah kill switch (tombol untuk menon-aktifkan) dan penyebaran malware pun ternyata terhenti.

Namun, keberhasilan itu diprediksi tak akan bertahan lama karena Ransomware WannaCry akan terus melakukan modifikasi dan mampu mengalahkan mekanisme pertahanan yang telah ada. Sementara bagi para penggelut dunia komputer dan teknologi informasi, fenomena WannaCry dapat menjadi tonggak untuk terus mengembangkan mekanisme pertahanan terhadap serangan siber serupa.