Inilah Alasan Mengapa Spider-Man: Into Spider Verse adalah Film Animasi Terbaik Tahun 2018

in , , ,
Into Spider Verse

Tahun 2018 ini kita telah melihat beberapa film animasi yang luar biasa. Salah satunya adalah Pixar yang telah merilis sekuel Incredibles 2 yang sangat bagus tapi tidak cukup hebat. Sementara itu Disney juga telah merilis Ralph Breaks Internet yang luar biasa, tapi bukan termasuk sekuel yang bagus.

Sementara itu Wes Anderson yang menyutradarai film Isle of Dogs secara artistik luar biasa, meskipun itu menimbulkan kontroversi tentang representasi kultural. Peningkatan jumlah film anime yang rilis di Amerika juga telah meningkat.

Diantaranya adalah Mirai, Night is Short, Walk on Girl dan juga Batman Ninja. Semua film tersebut mendapat kritikan dan rating yang bagus, namun tidak ada rekor yang terpecahkan seperti film Kimi no Na Wa atau bahasa inggrisnya Your Name yang dirilis tahun 2016 lalu.

Sekarang di akhir tahun 2018 ini, Sony Pictures Animation  telah datang bersama Spider-Man: Into the Spider-Verse yang berhasil mengalahkan setiap film animasi lainnya dan bahkan beberapa film superhero yang rilis tahun ini.

Spider-Man: Into the Spider-Verse layak untuk menjadi perubahan baru untuk film bergenre animasi superhero. Sutradara Peter Ramsey, Bob Persichetti dan Rodney Rothman, serta penulis Phil Lord dan mitra produksi regulernya, Chris Miller, memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan dengan film ini.

Jadi berikut ini kami akan berikan 8 alasan mengapa Spider-Verse adalah film animasi terbaik tahun ini.

Spider-Man: Into Spider Verse

1. Tidak Seperti Film Animasi Lainnya

Into The Spider Verse 1

Alasan pertama mengapa Into the Spider-Verse adalah film animasi terbaik tahun ini karena gambarnya yang seperti tidak pernah dibuat sebelumnya. Kami tidak meragukan film-film Disney dan Pixar yang bagus, namun semuanya terlihat sama.

Into the Spider-Verse memperlihatkan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Bayangkan saja seperti kita membaca komik, hanya saja komiknya itu bergerak.

Frekuensi gambar yang terbatas membuat beberapa adegan terlihat seperti animasi stop-motion, sedangkan shading dan tekstur membawa pengaruh baik dari animasi 2D maupun buku komik. Setiap karakter Spider-Man juga dianimasikan dengan gaya yang khas.

2. Cerita Miles Morales

Into Spider Verse Miles Morales

Into the Spider-Verse adalah film pertama yang menampilkan Miles Morales sebagai seorang Spider-Man muda yang berasal dari Ultimate Universe.

Sangat banyak hype ketika film ini diumumkan, tetapi juga ada beberapa kekhawatiran bahwa debut Miles akan dibayangi oleh semua Spider-Man yang ada di dalam film. Untungnya, film ini mengetahui bahwa ini adalah kisah pertama Miles dan menceritakannya dengan baik.

Miles Morales menggambarkan tema-tema klasik Spider-Man tentang kekuatan dan tanggung jawab. Dia juga memiliki hubungan dengan keluarga, sekolah, dan Spider-Man lainnya yang digambarkan dengan sangat sempurna. Ceritanya bahkan sangat menarik sebelum semua keanehan penyebrangan-dimensi yang muncul di babak kedua.

3. Spider-Man Lainnya

Into Spider Verse

Selain Morales sebagai tokoh utamanya, Into Spider-Verse juga memiliki beberapa Spider-Man lain yang memberikan banyak kesan positif untuk film ini.

Ada dua Peter Parker yang berbeda dalam film ini, yang pertama adalah salah satu superhero yang sangat di dihormati, dan yang satunya lagi adalah seorang pecundang masa lalu yang harus kembali ke jalurnya sebagai Spider-Man.

Spider-Ham yang seperti babi ini ternyata sangat menyenangkan dan lucu seperti yang kita lihat dalam trailernya. Peni Parker memiliki gaya animasi keren dan membuat hubungan emosional yang mengejutkan.

Dari karakter pendukung lainnya, Spider-Noir adalah orang yang paling mencuri perhatian dengan aksinya. Selain itu  kisah Gwen Stacy juga terjalin sangat baik dengan Miles Morales.

4. Aksi yang Luar Biasa

Into The Spider Verse

Jika kalian telah menonton Into the Spider Verse, semakin jelas bahwa animasi memiliki kelebihan dibandingkan live-action ketika menyangkut aksi superhero dalam skala besar.

Dimana efek CGI yang diperlukan untuk menggambarkan sebagian besar pertempuran superhero dapat membuat urutan yang kurang meyakinkan secara keseluruhan. Namun film animasi memiliki keuntungan itu.

Into the Spider-Verse, Incredibles 2 dan Batman Ninja adalah bukti betapa menakjubkan adegan aksi superhero bergenre animasi. Kita tidak perlu khawatir tentang efek yang kurang yang mengalihkan perhatian kita tentang film itu. Sifat efisien dari artform membuat adegan tercepat dan paling sudah terlihat bersih dan mudah diikuti secara visual.

5. Kelucuannya

Spider Man Into The Spider Verse

Kalaupun Into the Spider-Verse bukan berkategoti komedi, film ini masih memiliki selera humor yang bagus. Kelucuan dalam film ini sesuai dengan yang kita harapkan seperti yang telah terlihat dari trailer. Tentu akan sangat mengecewakan jika film yang menampilkan John Mulaney sebagai Spider-Ham yang entah bagaimana tidak lucu. 

Humor yang diberikan oleh karakter antara Miles, ayah dan pamannya membuat kita menyukai karakter-karakter itu dan membantu membangun hubungan mereka.

Selain itu juga ada beberapa referensi komedi untuk film Spider-Man masa lalu memberikan kesadaran diri tentang person Spider-Man yang sangat kita kenal, yaitu Peter Parker. Perpaduan konstan gaya animasi dan efek visual dalam film ini menjadi nilai tambah bagi kelucuannya.

6. Alur Cerita yang Serius

Into Spider Verse

Ketika mendengar Phil Lord dan Chris Miller akan memproduksi film Spider-Man, orang akan beralasan untuk mengharapkan sesuatu yang mirip dengan The Lego Batman Movie, sebuah parodi Spider-Man.

Namun film terakhir sutradara Peter Ramsay, Rise of Guardians  Membuat konsep yang terdengar konyol dan berubah serius secara mengejutkan.

Seperti halnya dengan Into the Spider-Verse yang semuanya dikemas dengan humor dan keanehannya, namun terkadang juga memiliki kisah ironis yang sangat menyentuh hati. Film ini tidak pernah lupa untuk mengajarkan perjuangan yang bisa diraih untuk tumbuh dan menerima tanggung jawab.

7. Easter Eggs

Into Spider Verse

Into the Spider-Verse bukan film yang bisa dilihat oleh penggemar komik hanya sekali. Bahkan dengan semua kompetisi di bioskop musim liburan ini, Sony dapat berharap film ini mendapatkan beberapa pengulangan yang mengesankan dari penonton yang ingin melihat setiap detail yang dikemas ke dalam setiap frame.

Beberapa easter eggs yang sangat menarik diantaranya adalah judul lagu untuk album Natal Peter, nama-nama beberapa seniman dan penulis terkenal Spider-Man dalam kontak telepon Miles dan beberapa papan iklan yang kreatif.

Meskipun ini tidak terjadi di alam semesta Spider-Man yang diperankan Tobey Maguire, ada banyak referensi untuk penggemar film-film tersebut.

8. Penghorhatam yang Sempurna Bagi Stan Lee

Into Spider Verse Stan Lee Cameo

Stan Lee telah memfilmkan cukup banyak adegan sebelum dia meninggal dunia. Kita tetap akan melihat cameonya di beberapa film Marvel yang akan rilis di di tahun mendatang. Jika Into the Spider-Verse adalah cameo terakhirnya, maka itu adalah sesuatu yang sempurna.

Karakter Stan Lee dalam film ini mungkin lebih dekat dengan warisan sejatinya, dari perkataan moral yang inspiratif dan keluncuan lain seperti cameonya yang sudah sudah.

Mungkin ada beberapa penggemar yang lupa tentang pencipta Spider-Man yang lain yang meninggal pada tahun 2018, Steve Ditko. Dia juga menerima penghormatan dalam film Into the Spider-Verse. Sebuah dedikasi bagi kedua pria itu muncul dalam kredit film.


Apakah kalian sudah menonton film Spider-Man Into the Spider-verse? Jika sudah bagikan komentar dan pendapat kalian tentang film ini.

Ayo mulai berdiksusi