5 Bahasa Gaul Yang Sering Dikatakan Remaja Jepang


5 Bahasa Gaul Yang Sering Dikatakan Remaja Di Jepang Dafunda Com

Tentunya setiap negara mempunyai bahasa yang berbeda, tetapi pada dasarnya adalah sama, terutama di Indonesia bahasa nya tentu seiring berjalannya waktu bisa berubah – rubah dikarenakan bisa terjadi karena seseorang bosan dengan apa yang disebutnya. Dan alhasil bahasa tersebut pun dipersingkat, misalkan Japri adalah jalur pribadi, BTW atau yang s ering disebut by the way ataupun ngomong – ngomong, sungguh unik, hal ini terjadi karena remaja di Indonesia sudah terbawa akan perubahan zaman sungguh berbeda dengan zaman dimana bahasa masih belum di singkat – singkat seperti sekarang.

Bahkan tidak hanya di Indonesia bahasa selalu berubah – rubah bahkan, remaja di Jepang mulai mengikuti perubahan zaman sekarang yaitu menggunakan bahasa gaul, seperti apakah bahasa yang mereka gaul kan? apakah seperti remaja Indonesia yang terkenal akan bahasa gaulnya, orang dewasa pun terbawa akan suatu trend ini tentunya.

ARTIKEL TERKAIT
5 Alasan Kenapa Cowok Jepang Sangat Sulit Menyatakan Cinta

5 Bahasa Gaul Yang Sering Dikatakan Remaja Di Jepang

Ma? (Benarkah!~)

Kata ini lah yang paling banyak dan paling populer di kalangan remaja di Jepang, kata ini merupakan singkatan dari Maji? atau “benarkah?”. Kata ini digunakan apabila seseorang tidak mempercayai mengenai info yang dia lihat ataupun dia dengar. Saking tidak percayanya, kadang seseorang mengatakannya menjadi “mamama!!”, kata ini muncul saat seorang kaget akan suatu hal atau menerima pernyataan yang tidak ia inginkan.

Furorida (“Aku Mandi Dulu Ya”)

Kata Furorida memiliki arti “aku mandi dulu ya”. Kata ini merupakan singkatan dari “Ofuro ni Hairu” atau sama saja dengan mandi dalam bahasa Indonesia. Biasanya Remaja di Jepang zaman sekarang akan mengatakan, ” Gomen, Furorida shimasu (maaf, aku mandi dulu ya)”  sungguh berbeda dengan remaja Indonesia kalo lagi mandi bilangnya OTW (Dalam Perjalanan) tapi masih dalam keadaan mandi.

Sutaren ( Sticker LINE)

Kata ini berkaitan dengan stiker LINE yang dikenal dengan istilah sutampu atau disingkat suta. Sutaren merupakan singkatan dari sutampu renraku dimana seseorang mengirimkan terus stamp untuk dinotice atau membangunkan seseorang di pagi hari dengan hanya mengirimkan sticker LINE atau remaja di Indonesia yang sering menggunakan istilah ini untuk memanggil seseorang di sosial media dengan sebutan “PING!!”.

ARTIKEL TERKAIT
7 Kebiasaan Aneh Jepang Yang Tidak Diketahui Oleh Banyak Orang!

Kakoichi (Kejadian Di Masa Lampau)

Kakoichi merupakan singkatan dari Kakoichiban yang memiliki sesuatu yang sangat wah di waktu lampau. Biasanya digunakan pada saat menjelaskan perasaan pada masa yang lalu, contohnya : “Kyou no XX senpai, kakoichide kakkoi! (Senior xx hari ini sangat tampan)” atau bisa disebut dengan kejadian dimasa lampau yang kita lalui dan mendapat kejadian yang sangat unik maupun yang membuat kita tidak akan lupa akan kejadian tersebut.

Daishiteru (Ungkapan Cinta)

Daishiteru merupakan gabungan dari daisuki dan aishiteru. Singkatan gaul ini sering ditemukan di twitter, LINE, atau Instagram remaja di Jepang. Mereka biasanya mengungkapkan rasa sukanya dengan menggunakan kata-kata ini di caption atau cuitan mereka saat bertemu atau mempunyai perasaan dengan seseorang yang ditemuinya di sosial media ataupun kehidupan sehari – hari.

ARTIKEL TERKAIT
Bercosplay sebagai Wanita di Pemandian Panas, Pria 50 Tahun Ini Diciduk Polisi!

Jadi menurutmu apakah bahasa gaul remaja Jepang ini sama dengan bahasa gaul para remaja di Indonesia? Dafunda Otaku rasa bahwa bahasa gaul remaja di Indonesia sangat unik dan aneh tetapi dasarnya sama, hanya salah digunakan oleh remaja itu sendiri.

Artikel pilihan kami untuk kalian:

Syaipul Anwar

Explorer

Suka Yang Berbau Korea, Seperti Culture, K-Pop,Drama Korea

Comments 0

Bagaimana perasaan kamu setelah membaca konten ini?

Suka Suka
0
Suka
Sedih Sedih
0
Sedih
Bingung Bingung
0
Bingung
Marah Marah
0
Marah
Takjub Takjub
0
Takjub
Ngakak Ngakak
0
Ngakak

Lebih banyak tentang Explain

Rekomendasi Komunitas