Boeing Pernah Sebut Lion Air ‘Idiot’ Karena Minta Training di Simulator B737 MAX

in ,
Lion Air Minta Belajar Simulator Ke Boeing
Lion Air Minta Belajar Simulator Ke Boeing | pinterest.co.uk

Lion Air pada 2017 silam ternyata berani minta kepada Boeing supaya pilot-pilotnya untuk belajar simulator sebelum menerbangkan B737 MAX. Namun Boeing tidak mengindahkan permintaan Lion Air, bahkan mengatakan ‘idiot’.

Boeing menilai hal tersebut tidak perlu, karena fuselage (bodi pesawat) yang menggunakan di varian B373 MAX. Mirip seperti varian 737 sang pendahulunya, yang pertama sekali diperkenalkan Boeing sejak 1960-an.

Lalu pada 2018 lalu, B737 MAX Lion Air jatuh di laut Jawa. Penyebabnya karena kru pesawat belum begitu mahir dalam mengontrol pesawat dan belum paham fitur dar penerbangan sehingga menimbulkan malfungsi.

Namun belakangan ini setelah software MCAS diperbaiki dan telah diuji di simulator secara internal. Boeing kini merekomendasikan supaya pilot dapat mengenal karakteristik B737 MAX simulator sebelum menerbangkan pesawatnya.

Pernah Dikatakan ‘Idiot’ oleh Boeing, Perkara Lion Air Meminta Untuk Belajar Simulator

Terlihat dari memo yang beredar di antara karyawan Boeing. Lion Air meminta Boeing untuk melatih pilot-pilotnya soal menerbangkan B737 MAX di simulator sebelum menerbangkannya.

Pesan tersebut memuat dalam 100 halaman lebih yang sudah diserahkan ke DPR AS, dan otoritas penerbangan AS, FAA .

“Lion Air meminta belajar simulator untuk menerbangkan MAX, mungkin saja karena mereka bodoh. Sekarang aku jadi repot untuk mengurusnya, dasar idiot,” tulis seorang karyawan Boeing melalui pesan singkat pada Juni 2017.

Sedangkan B737 MAX diterima pertama oleh Lion Air Group sebulan sebelumnya yaitu pada Mei 2017. Lion Air Group menjadi sebagai operator pertama B737 MAX di dunia. Selain itu, pesawat tersebut juga diterbangkan oleh anak usahanya di Malaysia yaitu malindo Air.

Menurut Boeing Training Simulator Tidak Diperlukan Karena Pesawat Jenis yang Sama

Jika training di simulator tidak dibutuhkan lagi, karena ini juga menjadi ‘bahan jualan’ bagi pabrikan pesawat. Pasalnya maskapai tidak harus melakukan investasi yang besar lagi hanya untuk mengoperasikan jenis pesawat baru.

Sejak Boeing meluncurkan B737 MAX pada 2016 lalu, para pilot sudah dianggap tidak perlu lagi mengambil kursus di simulator. Karena MAX menggunakan desain 737 yang sama sejak 1967.

Bagi pilot-pilot yang ingin menerbangkan B737 MAX hanya perlu mempelajari sistem pesawat itu melalui silabus yang sudah disediakan melalui iPad yang dapat dipelajari satu jam saja.

Namun dari materi yang tersedia di iPad itu tidak menyebutkan jika ada fitur MCAS (Maneuvaring Characteristics Augmented System). Inilah yang menjadi penyebab dari kecelakan Lion Air JT610 dan Ethiopian ET302.

Bagikan jika kamu suka