SainsTeknoTrivia

Centaurus A, Galaksi Aktif Terdekat dengan Lubang Hitam Supermasif

Selami Galaksi Centaurus A, galaksi radio aktif terdekat yang menyimpan lubang hitam 55 juta kali massa Matahari.

Galaksi Centaurus A, yang secara resmi kita kenal sebagai NGC 5128, adalah salah satu fenomena astronomi paling memukau dan objek penelitian krusial di langit belahan selatan.

Galaksi ini terkenal sebagai galaksi radio yang sangat terang, memancarkan gelombang radio dengan intensitas tinggi, serta memiliki ukuran besar yang membuatnya mudah kita kenali.

Keunikan Centaurus A menjadikannya laboratorium alam yang ideal untuk studi galaksi aktif, terutama dalam konteks penemuan lubang hitam supermasif.

Galaksi ini memiliki hubungan erat dengan penelitian yang mengarah pada foto pertama lubang hitam di galaksi M87. Hal ini menegaskan posisinya sebagai objek vital dalam memahami proses pembentukan dan lokasi lubang hitam di pusat galaksi.


Lubang Hitam Raksasa di Jantung Centaurus A

Lubang Hitam Raksasa di Jantung Centaurus A
NASA

Melalui pengamatan komprehensif dari berbagai observatorium menggunakan spektrum elektromagnetik, mulai dari radio, optik, inframerah, sinar X, hingga sinar gamma, terkonfirmasi keberadaan lubang hitam supermasif di pusat Centaurus A.

Lubang hitam ini diperkirakan memiliki massa sekitar 55 juta kali massa Matahari—massa yang berada di antara skala lubang hitam Bima Sakti dan M87. Pengamatan oleh Event Horizon Telescope (EHT) pada tahun 2017 memberikan detail yang belum pernah ada sebelumnya mengenai proses pelepasan jet partikel raksasa dari lubang hitam supermasif yang tengah aktif terbentuk.

Meskipun lubang hitam sendiri tidak memancarkan cahaya, teleskop mampu mendeteksi radiasi yang berasal dari materi (gas dan debu) yang berputar dan memanas saat bergerak menuju lubang hitam.

Interaksi ini seringkali menghasilkan semburan (jet) partikel berlawanan arah yang dapat menjangkau ribuan tahun cahaya ke ruang antarbintang galaksi. Sebuah ciri khas dari galaksi aktif seperti Centaurus A.


Struktur, Asal Usul, dan Kemudahan Pengamatan

Struktur dan Asal Usul Galaksi Centaurus A
Telescope Live Ltd

Centaurus A, yang memiliki diameter sekitar 60.000 tahun cahaya, diperkirakan terbentuk dari peristiwa penggabungan dua galaksi yang terjadi sekitar 2 miliar tahun lalu.

Proses kosmik ini menghasilkan galaksi elips raksasa yang kaya akan debu dingin dan gas, sekaligus memicu lahirnya gugusan bintang muda bercahaya biru. Hal ini terungkap dalam pengamatan Teleskop Hubble pada tahun 2010.

Selain itu, data inframerah mengidentifikasi adanya cakram gas panas selebar 130 tahun cahaya yang mengelilingi lubang hitam, memainkan peran penting dalam dinamika internal galaksi. Galaksi ini pertama kali ditemukan oleh James Dunlop pada tahun 1826.

Karena merupakan galaksi paling terang kelima di langit, Centaurus A menjadi target pengamatan favorit.

Dengan magnitudo 6,7, galaksi ini dapat kamu lihat dengan mata telanjang atau teropong kecil di belahan Bumi Selatan. Jika melalui teleskop, ia tampak berbentuk elips dengan alur debu gelap melintang di bagian tengahnya.


Dinamika Gas Kompleks dan Interaksi Jet Radio

Black Hole Centaurus A
NASA

Aktivitas tinggi lubang hitam supermasif di Centaurus A memancarkan semburan partikel kuat yang berlawanan arah. Pengamatan terbaru dengan resolusi tinggi menggunakan instrumen MIRI/MRS mengungkapkan adanya aliran keluar gas terionisasi dengan kecepatan ekstrem, mencapai lebih dari 1000 km/s.

Aliran gas ini konsisten dengan skenario “gelembung” yang terpicu oleh interaksi antara jet radio yang kuat dengan medium antarbintang galaksi.

Studi ini juga menunjukkan adanya peran proses fotoionisasi dari inti galaksi aktif (Active Galactic Nucleus/AGN). Serta guncangan cepat dalam menciptakan lingkungan dinamis di pusat galaksi.

Karena jaraknya yang relatif dekat dengan Bumi, Centaurus A merupakan objek paling penting dalam penelitian astronomi modern.

Observasi yang mencakup seluruh spektrum telah membantu para astronom mengungkap dinamika galaksi ini. Mulai dari evolusi bintang hingga interaksi kompleks lubang hitam dengan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: