Hati-hati! Penipuan Lewat Call Forwading Bisa Retas Akun Ojek Online

in ,
Penipuan Gojek Online
Penipuan Mengatasnamakan Gojek Online | fm.be

Baru-baru ini netizen sedang dihebohkan kasus penipuan yang mengatasnamakan Gojek online melalui sebuah kode serta nomor ponsel.

Bahkan kasus seperti ini sudah terjadi pada seorang selebriti Maia Estianty dalam beberapa waktu lalu.

Maia mengakui jika ia telah tertipu setelah melihat saldo GoPay miliknya berkurang setelah melakukan perintah dari oknum driver saat melakukan panggilan.

Penipuan Lewat Call Forwarding Marak Terjadi Belakangan Ini

Oknum yang mengaku sebagai driver online itu meminta Maia untuk melakukan panggilan telepon dengan mengetikkan kode *21* di awal nomor yang dituju.

Pihak Gojek sudah memberikan konfirmasi soal kode *21*, bahwa itu bukan fitur dari Gojek. Melainkan itu adalah fitur call forwarding yang tersedia di ponsel.

Fitur tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh para penipu untuk kemudian mencuri isi saldo GoPay milik Maia.

Apa Itu Call Forwarding?

Menurut General Manager External Corporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim, Call Forwarding merupakan fitur yang dapat mengalihkan panggilan suara menuju nomor telepon lain yang diinginkan.

Misalkan disaat nomor pengguna sedang sibuk atau di luar jangkauan, maka pengguna dapat mengaktifkan fitur call forwarding untuk dapat mengalihkan panggilan dari nomor tersebut ke nomor yang diinginkan.

Apabila setelah kode *21* ditambah nomor tujuan, maka semua panggilan telepon bakal dialihkan ke nomor tersebut. Contohnya *21*0812312214#, maka semua panggilan bakal dialihkan ke nomor 0812312214.

Modus penipuan seperti itulah yang menimpa Maia. Penipu yang mendapat semua panggilan yang dialihkan dari ponsel Maia dapat memanfaatkan untuk mencuri atau tidak kejahatan lainnya.

Selain itu cara lain yang bisa dimanfaatkan dalam kasus penipuan ini melalui kode OTP lewat SMS. Pada Oktober lalu, sering kita dengan kasus penipuan lewat SMS yang mengatasnamakan pihak Gojek atau Grab.

Siapa saja yang memiliki kode tersebut, tentu memungkinkan untuk masuk ke akun yang dituju dan dapat melakukan berbagai hal. Seperti menguras saldo di dalam dompet digital yang sudah terisi di akun tersebut.

Supaya usaha sang penipu itu berhasil, nantinya sang penipu bakal menyebutkan nama korban dengan tujuan lain yaitu untuk mengkonfirmasi kode OTP.

Cara Menghindari Penipuan Lewat SMS

Supaya terhindar dari penipuan semacam itu, maka Dafunda Tekno menyarankan untuk tidak sembarangan memberikan kode OTP untuk siapa saja dengan alasan apapun.

Menurut keterangan resmi dari Gojek, menghimbau kepada pengguna untuk selalu berhati-hati terhadap semua modus penipuan.

Gojek juga menyebutkan jika driver Gojek tidak pernah meminta penumpang untuk menelepon ke nomor yang mencakup **21*, **61*, **62*, **67* atau kode sejenisnya.

Modus Penipuan Jenis Social Engineering

Selain Maia Estianty, belakangan ini juga terjadi kasus penipuan yang menimpa salah seorang pelanggan Gojekk asal Sorong, Papua. Pelanggan Gojek tersebut mengaku telah kehilangan saldo di dalam rekeningnya sejumlah Rp 28 juta.

Modus sang penipu mengelabuinya dengan mengatakan jika akun GoPay miliknya itu sedang bermasalah. Tanpa disadari ia telah mentranfer sejumlah uang tersebut ke pada penipu.

Setelah mendengar soal kasus ini, Gojek memberikan konfirmasi jika pelaku yang melakukan aksi jahat tersebut bukan dari pihak driver itu sendiri.

Artinya, akun Gojek driver sudah diretas terlebih dahulu oleh sang penipu dan kemudian melakukan aksi kejatannya dengan mengatasnamakan oknum driver.

Pihak Gojek terus mengimbau kepada pengguna untuk berhati-hati dan terus waspada terhadap modus penipuan social engineering sejenis ini. Jika merasa tidak mampu menangani kasus seperti ini sendiri, diharapkan untuk menghubungi layanan costumer service.