12. Bloody Flower (4 Februari)

Drama Korea Bloody Flower, berawal dengan penangkapan seorang pria yang diduga melakukan penculikan terhadap penyandang disabilitas. Penyelidikan lebih lanjut, mengungkap fakta yang sangat mengerikan.
Pria tersebut, Lee U Gyeom, merupakan mantan mahasiswa kedokteran, ternyata telah membunuh sebanyak 223 orang sipil. Motif di balik tindakan sadis ini, adalah untuk melakukan eksperimen medis pada tubuh manusia.
Lee U Gyeom, mengklaim bahwa ia memiliki teknologi inovatif yang mampu mengobati berbagai penyakit serius, termasuk kanker yang banyak menganggapnya mematikan. Ketegangan cerita, meningkat ketika seorang pengacara berjuang keras untuk membebaskan Lee U Gyeom demi kepentingan putrinya yang tengah berjuang melawan tumor otak.
Sementara itu, jaksa Chae Yeon dengan tegas mengejar hukuman mati untuk Lee U Gyeom. Drama ini, akan menghadirkan pertanyaan moral yang kompleks. Menggugah penonton, untuk menilai apakah Lee U Gyeom adalah seorang pembunuh berdarah dingin atau justru pahlawan yang mencoba menyelamatkan kehidupan banyak orang.
13. The Art of Sarah (13 Februari)

The Art of Sarah, menghadirkan deretan aktor berbakat seperti Shin Hae Sun, Lee Jun Hyuk, Kim Jae Won, Jung Da Bin, Shin Hyun Seung, dan Jung Jin Young. Ceritanya, berfokus pada sosok Sarah Kim, wanita penuh teka-teki yang memiliki obsesi besar terhadap kemewahan.
Sehingga, ia rela menutupi kenyataan hidupnya dengan kepalsuan. Ia terkenal, sebagai kepala cabang Asia dari sebuah merek fashion kelas atas. Namun, keberadaannya sering kali menjadi misteri bagi banyak orang.

Ketika Sarah terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan yang penuh rahasia dan tidak jelas siapa pelakunya, ketegangan dalam cerita pun meningkat. Menyelidiki kasus tersebut adalah Park Mu Gyeong.
Park Mu Gyeong, adalah seorang detektif andal dalam menangani kejahatan kekerasan yang penuh tekad untuk mengungkap fakta. Dengan setiap langkah penyelidikan, lapisan demi lapisan kehidupan Sarah mulai terbuka.
14. Love Phobia (19 Februari)

Di pusat cerita ini, terdapat seorang CEO dari sebuah perusahaan yang mengembangkan teknologi kencan berbasis realitas virtual. Sosok yang secara ironis, terkenal sebagai seseorang yang kurang percaya atau bahkan menolak konsep cinta.
Selain itu, ada seorang penulis dokumenter yang berjuang dengan ketidakmampuan untuk mengekspresikan atau memahami perasaan orang lain di sekitarnya. Kisah ini, mengisahkan perjalanan mereka melewati luka batin dan trauma masa lalu.
Cerita ini, berhasil memadukan elemen dunia kencan maya yang tersaji melalui realitas virtual dengan sentuhan genre komedi romantis yang mudah terserap oleh segala usia dan budaya. Sehingga, menciptakan pengalaman naratif yang segar dan belum pernah sebelumnya rasakan.




Bales ke