Pajak 10% Game Steam Ditanggung Developer, Bukan Valve!

in ,
Pajak Game Dibayar Developer Publisher
Pajak Game Dibayar Developer Publisher | Steam

Rencana untuk memungut pajak dari transaksi online akhirnya mulai dilaksanakan pada 1 Juli lalu. Salah satu yang disorot oleh para gamer adalah hadirnya pajak 10% untuk setiap game Steam. Hal yang mendapatkan tanggapan pro dan kontra dari para gamer dan tentu developer yang membuat game.

Untuk gamer Indonesia, pajak 10% memang merupakan angka yang cukup besar karena setiap mereka membeli game harus mengeluarkan uang lebih daripada harga aslinya. Selain itu, ada juga mereka yang pro tentang pajak ini dengan alasan memang sudah semestinya penjualan online khususnya game juga dikenai pajak.

Harga Game di Steam Masih Tetap Sama

Pajak Game Ditanggung Developer
Pajak 10% Game | Steam

Terlepas dari hal itu, kini Steam sudah menerapkan pajak 10%. Tapi dari pantauan kami, harga dari game masih tetap sama dari sebelumnya. Ya tentu saja ini merupakan kabar baik bagi gamer dalam negeri. Tapi mengapa harga tersebut tidak naik? Apakah Valve milik lord Gaben yang menanggung semuanya?

JANGAN LEWATKAN •
Developer Left 4 Dead Rekrut Banyak Karyawan, Ingin Buat Game Baru?

Jawabannya adalah tidak. Memang saat awal banyak yang beranggapan bahwa Valve selaku perusahaan dari Steam akan menanggung semua pajak yang telah ditetapkan. Tapi sayangnya bukan itu yang terjadi, Valve tidak memiliki tanggung jawab apapun dengan hal itu.

Pajak Ditanggung oleh Developer atau Publisher

Dreadout Steam
Dreadout | Steam

Pajak 10% dari setiap game ini ternyata harus dibayarkan oleh pengembang atau penerbit yang meluncurkan game ini. Valve masih tetap dengan sistem bagi hasil yang masih sama dengan sebelumnya. Dengan kata lain, setelah beberapa persen pendapatan game diambil oleh Steam, pengembang harus membayar pajak lagi kepada pemerintah.

Tentu saja hal ini terasa memberatkan untuk para pengembang khususnya yang memang developer tanah air. Hal itu diungkapkan oleh kepala tim Digital Happiness developer game horor DreadOut, Tri Sulistiono. Dia mengatakan bahwa sejak tanggal 1 Juli 2020, penjualan harian dari game mereka dibebani dengan VAT 10%, yang otomatis membuat pendapatan bersih yang mereka dari Steam kini berkurang karena pajak.

JANGAN LEWATKAN •
Steam Lunar New Year Sale 2019 Secara Resmi Dibuka Hari Ini!

Metode ini juga diterapkan untuk platform lainnya, seperti Google Play. Dengan begitu pemain game mobile harus bersiap jika harga diamond atau cash lainnya akan mengalami peningkatan.

Game Bakal Jadi Lebih Mahal

Memang untuk saat ini, harga game di Steam masih sama seperti sebelumnya. Tapi karena pengembang yang harus menanggung pajak 10% yang pasti memangkas pendapatan mereka, bisa jadi harga game bakal lebih mahal ke depannya.

Apakah kamu setuju dengan ditetapkannya pajak 10% untuk game ini? Jika kamu ingin memberikan pendapat, kamu bisa komen langsung di bawah ya.