MCUMovieMovie List

7 Film Live-Action Spider-Man Dari Yang Ancur Hingga Yang Amazing

Inilah 7 film live-action Spider-Man yang dirilis sejauh ini dari yang ancur hingga yang benar-benar Amazing.

Walau pada dekade 70an kita melihat adanya film live-action Spider-Man (1977), namun film ini pada dasarnya adalah sebuah film televisi dan bukan layar lebar. Sehingga tak heran banyak yang secara resmi menganggap kalau adaptasi layar lebar Spider-Man, resminya rilis pada tahun 2002.

Atau dengan kata lain ketika era sutradara Sam Raimi (Evil Dead). Dan gak memungkiri film tersebut sukses banget. Alhasil membuat filmnya menjadi sebuah trilogi yang sangat fun. Nah kesuksesan trilogi inilah yang akhirnya mendorong Marvel untuk terus merilis film live-action Spider-Man.

Image 19
Spider-Man | Entertainment Weekly

Hingga akhirnya seperti kita tahu, adaptasi live-action Spider-Man masih berlangsung hingga detik ini. Nah berdasarkan fakta tersebut dan tentunya untuk menyambut perilisan Spider-Man: No Way Home pada tanggal, 17 Desember, 2021, yuk mari kita sekarang melakukan ranking ulang.

Spesifiknya, ranking ulang terhadap 7 film live-action Spider-Man yang telah dirilis sejauh ini dari yang ancur hingga yang AMAZING!

Film Spider-Man Terbaik

7. The Amazing Spider-Man 2 (2014)

Film Spider-Man live-action dari yang ancur hingga yang amazing yang pertama sayangnya justru yang judulnya terdapat kata “Amazing”-nya.

Oke begini, jujur gue ketika menentukan posisi terbawahnya ini, benar-benar super galau antara sekuel The Amazing Spider-Man ini atau Spider-Man 3 milik Raimi itu. Tapi setelah melalui pertimbangan ini itunya berkali-kali, akhirnya gue memiliki film kedua Andrew Garfield ini.

Memang, film ini menampilkan naskah yang ditulis dengan sangat baik terkait kelanjutan hubungan asmara antara Peter Parker aka Spider-Man (Garfield) dan Gwen Stacy (Emma Stone) pasca kematian ayah Gwen, George Stacy (Denis Leary).

Lalu tentunya (SPOILER ALERT!) film ini menampilkan adegan kematian Gwen yang diadaptasi dari komik ikonik, The Amazing Spider-Man #121-122 yang keduanya dupublikasikan pada bulan Juni dan Juli 1973 itu.

Dan that’s it. Dua aspek itu saja sih yang menurut gue gak hanya naskahnya dieksekusi dengan baik, namun memang juga yang paling ditunggu-tunggu. Sisanya? Benar-benar sama berantakannya dengan Spider-Man 3.

Terutama dan lagi-lagi pada departemen villains-nya. Film ini mengulang kembali kesalah Spider-Man 3 yang menampilkan 3 villain sekaligus tapi yang terpakai cuma 2. Itupun pada pertengahan dan akhir filmnya, kapasitas yang menjadi villain utamanya mengalami pergantian.

Spesifiknya, pada awalnya adalah Max Dillon aka Electro (Jamie Foxx) namun menjelang ending adalah Harry Osborn aka Green Goblin (Dane DeHaan). Sedangkan Aleksei Sytsevich aka Rhino (Paul Giamatti), well ia tidaklah terlalu terpakai sama sekali.

Selected for you
Samuel L Jackson Lakukan Reshoot untuk Spider-Man: Far from Home

Yang ada, ketika akhirnya keduanya bertemu satu lawan satu di akhir filmnya, yang ada adegannya di-cut habis-habisan. Oh ya ngomong-ngomong cut, film ini juga menampilkan Shailene Woodley sebagai Mary Jane, dan seluruh adegannya dipotong habis.

Pokoknya sekuel film ini benar-benar kacau manajemennya. Gak heran jika setelahnya, Garfield dan cast lainnya merasa sangat traumatis. Well, jangankan mereka. Kitapun sebagai audiens juga lebih traumatis lagi bukan?

6. Spider-Man 3 (2007)

Film Spider-Man live-action dari yang ancur hingga yang amazing selanjutnya adalah Spider-Man 3. Memang sekali lagi, film ketiga ini sama ancurnya dengan The Amazing Spider-Man 2.

Tapi setidaknya film ketiga ini dibuat dengan tonal yang jauh lebih enteng. Atau dengan kata lain, gak terlalu serius dan sok-sok dark dan berat seperti The Amazing Spider-Man 2.

Dan juga karena tonalnya yang fun itu, kitapun beberapa kali senyum-senyum sendiri ketika menyaksikan filmnya. Terutama, pada adegan “Emo” Peter Parker (Tobey Maguire) yang dansa-dansa itu.

5. Spider-Man: Homecoming (2017)

Oke, oke jangan langsung lempar bola jaring besar-besar itu dulu ke gue guys. Film pertama Spidey di MCU ini secara akting dan komposisi storyline, memang jauh lebih keren dari film-film Spidey sebelumnya.

Apalagi, Spider-Man MCU ini merupakan Spidey versi super remaja dan “unyu-unyu”. Atau dengan kata lain, youthful banget tampilan dan rasanya. Tapi semuanya menjadi gak terlalu oke dengan adanya Tony Stark aka Iron Man (Robert Downey Jr.).

Jangan salah. Emang asyik sih melihat sosok Tony yang menjadi mentor dan partner Peter. Lagipula secara kelogikaan naskahnya, Peter memang masih terlalu naif untuk menjadi sosok superhero barunya. Ditambah lagi, chemistry antara Holland dan Downey juga pas banget.

Namun justru dengan adanya Iron Man inilah yang menjadi masalah utamanya. Spesifiknya, dengan adanya Iron Man, membuat film perdana Spider-Man ini terlihat tidak 100% film solo Spidey.

Yang ada Spider-Man: Homecoming lebih terlihat seperti Iron Man 4 atau The Adventures of Iron & Spider-Man. Padahal menurut gue, seharusnya film ini menjadi panggung besar pertama Holland untuk mengajak kita berfokus dan terkesima dengan interpretasi Spider-Man nya.

Memang kita impress kok. Bahkan dari semenjak debutnya di Captain America: Civil War (2016) pun, kita sudah langsung suka dengan Spidey Holland. Tapi tetap saja, panggung unjuk gigi utamanya adalah di Homecoming ini.

Gue yakin banget-banget. Kalau saja film ini kala itu hanya menampilkan Iron Man seperti James Rhodes aka War Machine (Terrence Howard) di film Iron Man (2008), filmnya akan jauh lebih baik.

Selected for you
Peter Parker Hadapi Hydro-Man Dalam Video Terbaru Spider-Man: Far From Home

4. Spider-Man: Far From Home (2019)

Sekuel Homecoming ini rilis sekitar 2,5 bulan setelah perilisan Avengers: Endgame. Yang mana, dalam film tersebut (SPOILER ALERT!), Iron Man tewas setelah berperang dengan Thanos (Josh Brolin).

Sehingga walau masih ada unsur Iron Man dalam sekuelnya ini, setidaknya sosoknya kini menjadi panutan sekaligus legacy penting bagi Peter. Dan yang lebih penting lagi, kitapun akhirnya bisa berfokus banget dengan unjuk diri Holland sebagai Spidey-nya.

Dan terbukti, walau kini sudah tidak mendapatkan mentor dan bimbingan lagi dari Tony atau lebih tepatnya Downey, Spidey-nya Holland memang tetap keren. Atau dengan kata lain, Kevin Eige cs memang gak salah memilihnya sebagai sosok Spidey barunya.

Selain itu film ini juga menampilkan Peter dan seluruh teman kelasnya jalan-jalan ke Eropa yang tentunya, membuat mata kita menjadi adem melihat berbagai pemandang wisatanya yang sangat indah-indah itu.

Lalu satu lagi yang gak boleh ketinggalan, adalah Quentin Beck aka Mysterio (Jake Gyllenhaal) sebagai villain utamanya. Selain menampilkan akting keren Gyllenhaal, juga kita akhirnya menyaksikan (setelah bertahun-tahun berharap), ilusi-ilusi magis Mysterio yang ditampilkan dengan sangat gokil dalam adaptasi live-action nya.

Mungkin yang gue kurang suka adalah lagi-lagi terkait Iron Man. Memang dalam sekuel ini seperti yang gue katakan, Iron Man kini hanya menjadi legacy. Tapi seperti kita tahu, Mysterio faktanya dikisahkan sebagai mantan karyawan Stark Industries.

Yang mana dengan kata lain, ia adalah mantan anak buah Tony. Nah gue sih sebenernya lebih kepingin agar sosok Quentin Beck-nya seperti dalam komiknya. Yang mana, ia adalah seorang stunt man dan ahli spesial efek di Hollywood. Dan ia gak ada hubungan apapun dengan Iron Man.

Gue sih yakin banget kalau saja MCU mengadaptasi demikian, akan jauh lebih oke semuanya ketimbang seperti Peter-nya Holland, dikoneksi-koneksikan lagi dengan sosok si manusia besinya.

3. The Amazing Spider-Man (2012)

Entahlah guys daripada film Spider-Man MCU, gue hingga sekarang lebih suka film Spider-Man nya Garfield. Memang jauh lebih serius tonalnya tapi bagi gue, lebih mengena saja daripada yang versi MCU.

Dan film pertama The Amazing Spider-Man inilah yang menjadi faktor utamanya. Film ini sukses menampilkan Spider-Man yang jauh lebih realistis (grounded). Terlepas musuhnya adalah Dr. Curt Connors aka The Lizard aka manusia kadal yang diperankan oleh Rhys Ifans (Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1).

Selected for you
Review Spider-Man: Far From Home (2019): Sekuel Yang Lebih Matang dan Beralur

Lalu yang gue suka dari film ini, sosok Spidey tidaklah langsung dipuja sebagai seorang pahlawan. Melainkan ia seperti superhero “tetangga”, Batman, dianggap dulu sebagai seorang pelanggar hukum aka vigilante.

Nah aspek seperti itulah yang menurut gue jauh lebih realistis. Dan juga dengan aspek / konsep ini, alhasil memberikan penyegaran tersendiri ke audiens dan fanboy. Sayang banget sekali lagi, sekuelnya gak sekeren film pertamanya ini.

2. Spider-Man (2002)

Film yang memulai “Spider-Boom” di seluruh dunia. Gara-gara film ini pulalah, alhasil membuat kita menjadi tertarik lagi dengan sosok dan kisah si manusia laba-laba Marvel ini.

Tidak hanya karena faktor Tobey dan seluruh aktor lainnya yang total dan fun banget, juga seluruh narasi kisahnya juga sangat enteng untuk kita cerna. Memang sih masih terasa terlalu campy alias gak realistis banget.

Tapi ngapain juga kita memikirkan realistis atau tonal suram? Toh menonton film superhero seperti Spider-Man ini, seharusnya meninggalkan kesan enteng dan super fun bukan? Nah sekali lagi, film Spider-Man pertama dari Raimi dan Maguire ini, sangat sukses dalam melakukan hal tersebut.

1. Spider-Man 2 (2004)

Yap, inilah film live-action Spider-Man yang terbaik hingga detik ini. Sekuel Spider-Man milik Raimi ini memang masih fun. Tapi pada saat yang sama juga mulai menyuntikkan sedikit elemen kelam dan realistisnya. Namun kerennya, tetap gak menghilangkan kesan fun-nya.

Tentunya aspek utama yang membuat film ini keren banget, adalah aspek konflik batin yang Peter alami. Apakah ia ingin menjadi Peter atau ingin menjadi pahlawan super laba-labanya? Kita bahkan melihat untuk pertama kalinya Peter “cuti panjang” sebagai Spider-Man.

Hal ini, ia lakukan agar tidak mengecewakan lagi sahabat karib yang juga gebetannya, Mary Jane (Kristen Dunst) dan juga, agar bisa memiliki kehidupan pribadi yang “normal” lagi. Mungkin untuk standar film superhero sekarang, skenario tersebut sudah ada beberapa yang menampilkannya.

Akan tetapi pada zamannya, skenario superhero yang mengalami konflik seperti demikian terasa sangat segar. Sehingga, membuat sosoknya menjadi sangat relatable dengan audiens-nya. Dan satu lagi yang membuat sekuel ini keren banget, adalah soundtrack gokilnya, ‘Vindicated’ dari band Dashboard Confessional.

Pokoknya Spider-Man 2, gak hanya merupakan sekuel terbaik maupun juga film live-action Spider-Man paling amazing, juga filmnya merupakan salah satu film superhero terbaik sepanjang masa.

Sekarang, dari 7 film live-action Spider-Man ini, yang manakah yang merupakan favorit kalian? komen di bawah ya.

Pastikan untuk selalu kunjungi Dafunda agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari kami seputar dunia Game, Movie, Anime dan Pop Culture.

Related Posts

Leave Comment
Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
See this post in...
Dafunda.com
Chrome
Add Dafunda.com to Home Screen
Close

For an optimized experience on mobile, add Dafunda.com shortcut to your mobile device's home screen

1) Press the share button on your browser's menu bar
2) Press 'Add to Home Screen'.
Dafunda.com Maukah kamu menerima notifikasi konten terbaru dari kami?
Dismiss
Allow Notifications