MovieFilm Indonesia

3 Perbedaan Film Siksa Neraka dengan Versi Komik

Apakah kalian sudah menonton film Siksa Neraka? Setidaknya terdapat 3 perbedaan dari versi film dengan versi komiknya.

Film Siksa Neraka resmi tayang di bioskop sejak tanggal 14 Desember 2023 dan kini sudah bisa kalian saksikan di Netflix. Film ini hanya untuk penonton dewasa berusia 17 tahun ke atas dan merupakan adaptasi dari sebuah komik legendaris yang berjudul sama karya MB Rahimsyah.

Siksa Neraka adalah film garapan sutradara Anggy Umbara dan Lele Laila sebagai penulis naskahnya. Film ini menggambarkan berbagai siksaan bagi orang-orang yang berdosa di neraka, sesuai dengan isi komik yang populer pada dekade 80-90-an.

3 Perbedaan antara film Siksa Neraka dengan versi komiknya

1. Narasi

Dalam komik originalnya, cerita tentang Siksa Neraka mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW melihat surga dan neraka beserta isinya.

Setelah menyaksikan kecantikan surga, Nabi lalu melihat neraka, lengkap dengan berbagai hukuman bagi umat sebelumnya di dalam neraka.

MB Rahimsyah hanya menggambarkan siksaan di neraka dengan cara singkat dan mengerikan, tanpa ada dialog atau cerita tambahan.

Dalam versi filmnya, Lele mengembangkan cerita dari komik tersebut berdasarkan pengalaman keluarga Ustaz Syakir.

Ceritanya, Ustaz Syakir (Ariyo Wahab) memiliki empat orang anak yang dia didik dengan tegas, terutama dalam hal agama Islam dan untuk membuat mereka sadar akan dosa dan neraka.

Pada suatu waktu, keempat anak mereka tidak mematuhi permintaan Ustaz Syakir dan istrinya agar tetap tinggal di rumah.

Empat anak Ustaz Syakir, yaitu Saleh, Fajar, Tyas, dan Azizah, memutuskan untuk pergi keluar rumah pada malam hari menuju suatu tujuan.

Namun saat mereka sedang dalam perjalanan, mereka mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mereka meninggal dunia. Yang tidak terduga, mereka akhirnya masuk ke dalam neraka yang mengungkapkan dosa-dosa rahasia mereka secara bertahap.

2. Karakter

film siksa neraka
Umbara Brothers

Komik Siksa Neraka tidak memiliki tokoh-tokoh karena hanya menceritakan ulang legenda perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj. Sementara dalam versi film, ceritanya berfokus pada keluarga Ustaz Syakir (Ariyo Wahab). Ustaz Syakir memiliki empat anak, yaitu Saleh, Fajar, Tyas, dan Azizah.

Sementara dalam film terdapat berbagai tokoh, seperti karakter Saleh (Rizky Fachrel) Fajar (Kiesha Alvaro) yang merupakan anak kedua,. Tyas (Safira Ratu Sofya) si anak ketiga, dan Azizah (Nayla D Purnama) sang anak bungsu.

Di samping itu ada juga karakter Rika (Astri Nurdin) yang merupakan istri Syakir. Kemudian, Slamet Rahardjo memerankan Pak Harjo, dan Joseph Kara memerankan Pak Haji.

Anggy Umbara dan Lele Laila juga mengadaptasi beberapa hukuman neraka dalam komik karya MB Rahimsyah menjadi film.

3. Hukuman

1503767013484-1503766486651-dscf6666
Vice

Anggy Umbara dan Lele Laila juga menghadirkan hukuman-hukuman neraka versi komik karya MB Rahimsyah dalam bentuk film.

Beberapa hukuman yang terdapat dalam komik yang ditampilkan dalam film ini antara lain adalah pemotongan lidah, pemotongan tangan, tusukan mata, tertimpa setrika yang panas, disiram dengan lava, dan diserang oleh hewan berbisa yang besar.

Namun, dalam versi komik Siksa Neraka, terdapat juga hukuman-hukuman yang tidak ditampilkan dalam filmnya. Contohnya adalah hukuman tombak dari kemaluan bagi pezinah dan penyuka sesama jenis, atau hukuman ditimpa dengan bola panas.

Tetapi, Anggy dan Lele Laila juga mengubah penampilan karakter-karakter neraka dalam komik saat diadaptasi menjadi film. Di komik, semua karakter neraka digambarkan telanjang, tetapi dalam film mereka tidak ditampilkan seperti itu.

Di film Siksa Neraka, Anggy dan Lele Laila menciptakan karakter yang bertindak sebagai pelaksana hukuman bagi penghuni neraka yang tidak ada dalam komik tersebut.

Baca Juga

Related Posts

Leave Comment
Enable Notifications OK No thanks