MCUMovieReview Film

Review Eternals (2021): Film MCU Yang Paling Mengecewakan?

Mengingat mungkin masih ada beberapa dari kalian yang juga baru mau nonton di Disney Plus dan ingin nonton dalam “keadaan bersih”, maka review Eternals ini TIDAK MENGANDUNG SPOILER SAMA SEKALI!

Semenjak nonton film Captain America (2011), jujur gue gak pernah gak nonton film-film superhero sinematik Marvel (MCU) melalui layar lebar. Pokoknya pasti selalu nonton di bioskop.

Bisa gue katakan baru 1 kali gue gak datang ke bioskop untuk nonton film MCU. Dan itu adalah ketika film Black Widow (2020) rilis. Namun absennya gue ini bisa kita katakan adalah absen bersama dengan hampir sebagian besar fanboy dan moviegoers di dunia ini.

Karena seperti kita ketahui ketika Black Widow rilis, awal pandemi COVID-19 sedang ganas-ganasnya. Namun terlepas demikian, gue mungkin salah satu dari sekian banyak fanboy yang sangat mengantisipasi debut film solo si Natasha Romanoff tersebut (Scarlett Johansson). Pokoknya mau bagaimanapun harus nonton Black Widow.

Tidak Begitu Antisipastif Dengan Eternals

review eternals
Dane Whitman (Kit Harington) & Sersi (Gemma Chan) | Marvel Studios

Namun ketika hype Eternals muncul, oke awalnya gue cukup semangat untuk nonton film ini. Plus gue juga ingin tahu lebih jauh lagi akan film ini. Mengapa? Karena selain belum familiar dengan kisah dan karakter Eternals, juga gue ingin tahu lebih jauh sisi kosmik MCU melalui film ini.

Hype gue pun kian tinggi ketika menyaksikan trailer-nya yang secara keseluruhan presentasinya dikemas dengan sangat keren.

Ya trailer film Marvel gitu loh! Namun hype ini tiba-tiba langsung merosot tajam ketika membaca artikel dan menyaksikan video-video review film ini di berbagai kanal review film YouTube.

Pasalnya film ini lumayan banyak mendapatkan review yang gak enak walau memang, banyak juga yang memberikan review super positif. Tapi ya sekali lagi, adalah review negatifnya yang lebih dominan.

Bahkan kanal reviewer film Sean Chandler Talks About yang mengaku kalau MCU lah yang menjadi faktor motivasi awalnya untuk membuat kanal YouTube-nya. Ia sendiri terang-terangan mengatakan kalau Eternals adalah film MCU yang paling mengecewakan  sejauh ini.

Dan bukan Sean Chandler saja. Beberapa reviewer film YouTube lainnya juga mengutarakan hal serupa. Melihat ini, jadi gak heran bukan kalau gue menjadi kian menurun hype-nya untuk ke bioskop?

Untung Rilis Melalui Disney Plus

review eternals
Ikaris (Richard Madden) dan Sersi | Marvel Studios

Alhasil setelah “berperang” keputusan, pada akhirnya gue putuskan untuk menunggu saja untuk nonton Eternals ketika sudah rilis melalui Disney Plus nanti.

Nah setelah menunggu sekian lama, akhirnya Eternals rilis juga melalui streaming Mickey Mouse tersebut pada tanggal 12 Februari, 2022. Dan ketika akhirnya menyaksikan film arahan Chloe Zhao (Nomadland) ini, bisa kita katakan kalau gue setengah lega dan setengah menyesal. Maksudnya? Langsung saja simak review Eternals berikut ini.

Eternals VS Deviants

Review Eternals
Kro (Bill Skarsgard) & Thena (Angelina Jolie) | Marvel Studios

Namun sebelum menjawab makna dari kalimat tersebut, ada baiknya nih kita mulai review Eternals ini dengan mengulas terlebih dahulu plot ceritanya. Karena gue yakin masih banyak dari kalian yang masih ribet dan bingung sendiri dengan plot kisahnya.

Jadi Eternals mengisahkan Celestials yang merupakan ras dari entitas (being) yang memiliki kemampuan memanipulasi apapun termasuk kehidupan. Ya sudah kalau mau gampangnya, anggap saja mereka dewa dari planet gitu guys.

Nah Celestials ini ada banyak. Namun yang menjadi fokus dalam film ini adalah celestials yang bernama Arishem (David Kaye) atau yang di komiknya kita kenal juga dengan sebutan Arishem the Judge.

Arishem inilah yang pada tahun 5000 SM (sebelum Masehi), mengirim Eternals untuk menghentikan kelompok entias yang juga diciptakan Celestials, Deviants.

Nah setelah entitas Deviants terakhir berhasil dikalahkan pada tahun 1521, Ajax (Salma Hayek) yang merupakan ketua dari Eternals memutuskan untuk membubar jalankan tim ini. Alhasil, masing-masing anggotanya kini tinggal sendiri-sendiri dan menjalani kehidupan membaurnya dengan dunia manusia.

Deviants Datang Lagi

Maxresdefault
Salah sati Deviants menyerang Sprite (Lia McHugh) | Marvel Studios

Namun setelah berpuluh bahkan beratus tahun hidup tenang dan damai, tiba-tiba kedamaian mereka terusik kembali pada abad modern ini. Pasalnya secara gak disangka-sangka, entitas Deviants kembali muncul lagi di bumi.

Nah bukti konkret awal kehadiran mereka lagi adalah di London, Inggris. Kebetulan yang tinggal di negara ini adalah anggota Eternals cantik, Sersi (Gemma Chan), anggota Eternals cilik Sprite (Lia McHugh), dan pacar Sersi yang manusia biasa, Dane Whitman (Kit Harington).

Dengan bantuan mengejutkan dari anggota Eternals yang mirip Superman, Ikaris (Richard Madden), mereka semua pun melawan Deviants yang berada di lokasi. Mereka memang berhasil, namun tetap saja ancaman di London, barulah ancaman awal.

Spesifiknya lagi, Deviants-Deviants lain akan muncul juga di lokasi-lokasi lainnya. Melihat ini, Ikaris pun mengajak Sersi dan Sprite untuk mencari anggota-anggota Eternals lainnya yang terpencar-pencar di beberapa lokasi.

Tentunya inisiatif ini adalah untuk mengumpulkan kembali seluruh kelompok Eternals sehingga mereka bisa memenuhi misi hidup mereka selama ini yaitu, memusnahkan Deviants.

Namun tentunya usaha pengumpulan kembali semua anggotanya ini tidaklah semulus seperti yang dibayangkan. Selain itu, terungkap juga kalau misi utama Eternals untuk menghajar Deviants selama ini, ternyata memiliki makna yang jauh lebih kompleks dan juga super mengejutkan baik bagi anggota Eternals maupun kita sebagai audiens ketika mengetahuinya.

Jadi apa sebenarnya makna dibalik misi hidup Eternals VS Deviants ini? Dan apakah mereka bisa menghentikan rival mereka selama berbad-abad ini tersebut?

Kurang Lama Durasinya

G
Sersi | Marvel Studios

Bagaimana guys? Apakah kamu bisa mengikuti rangkuman plot film Eternals tersebut? Jujur, rangkuman plot tersebut sudah gue buat seringkas dan segampang mungkin. Namun kalau masih kesulitan juga, well, maka langsung saja nonton filmnya.

Dan memang gak heran sih apabila kamu mungkin masih sulit. Karena gue saja yang sudah  nonton dan paham dalam cakupan tersebut, masih ada beberapa yang nanya-nanya ke teman dan saudara yang lebih “ahli”.

Namun sebenarnya kesulitan dalam memahami cerita Eternals ini bisa saja Kevin Feige cs atasi apabila saja ia dan Zhao, mau menambah lagi durasi filmnya. “Loh bukannya film ini durasinya sudah lumayan panjang ya?”

Memang kalau melansir keterangan durasi atau runtime film ini melalui halaman Wikipedia, Eternals berdurasi 156 menit (belum termasuk 2 adegan kredit). Nah kalau kita konversikan lagi dalam hitungan jam, maka durasinya adalah berkisar 2 jam 16 menit. Anggap saja, 2.5 jam.

Nah durasi tersebut memang sudah tergolong lama. TAPI untuk Eternals yang notabene rasio audiens awamnya masih tinggi, seharusnya film ini berdurasi paling tidak 170 menit. Memang hanya menambah sekitar 14-15 menit. Tapi setidaknya, 15 menit tambahan ini adalah 15 menit yang membuat kita semua jauh lebih paham dengan keseluruhan kisah filmnya.

Gue yakin sekali lagi kalau Eternals berdurasi demikian, gak bakalan deh kita semua masih bingung atau nanya kiri dan kanan.

Lebih Banyak Unsur Drama Kompleks

1118full Eternals Screenshotx
Don Lee sebagai Gilgamash | Marvel Studios

Selain karena durasi yang kurang lama, alasan lain kenapa banyak audiens yang bingung dan gak suka, adalah filmnya yang banyak unsur drama yang kompleks. Lalu, belum lagi banyak tambahan eksposisi yang walau membantu, malah membuat sebagian menjadi ribet sendiri untuk memahami.

Namun kalau bagi gue sih, justru langkah penceritaan seperti inilah yang tepat bagi film ini. Karena kita belum familiar ya justru filmnya harus banyak bercerita atau dramatis. Terlebih sekali lagi kisah film ini kompleks. Jadi agar bisa membuat kita paham, ya pendekatan bersifat super naratif harus dibutuhkan banget.

Tapi ya itulah rata-rata audiens film MCU atau superhero kebanyakan (di seluruh dunia ya). Inginnya langsung “gedebak-gedebuk” dan dengan penjelasan ringan dan to the point. Padahal gak semua film harus selalu begitu.

Ya contohnya seperti Eternals ini. Karena banyak yang belum familiar dengan kisah dan karakter superhero dewa karya Jack Kirby ini, maka mau gak mau, penceritaannya ya harus benar-benar banyak omong dan agak panjang-panjang.

Jadi ya kalau kamu emang niat banget untuk nonton dan paham dengan Eternals, ya harus mau bertahan dengan gaya penceritaan seperti ini.

Masih Enak Alurnya

1118full Eternals Screenshotv
Lauren Ridloff sebagai Makkari | Marvel Studios

Namun bagi gue, terlepas beberapa kekurangan general tersebut, film Eternals ini masih enak kok alurnya dan secara keseluruhan, filmnya gak seburuk seperti yang beberapa reviewer dan audiens katakan.

Ya itulah yang bikin gue juga kaget banget. Alur kisahnya walau banyak yang kompleks dan tidak familiar, tapi uniknya gue masih bisa mengikuti. Paling hanya beberapa saja yang setelahnya masih memerlukan “sesi konsultasi” atau nonton ulang lagi.

Tapi secara general, kita harus memberikan tepuk tangan respek ke Zhao dan penulis naskah Ryan dan Kaz Firpo. Ketiganya sudah berusaha semaksimal dan segokil mungkin untuk merangkai naskahnya agar bisa dipahami oleh kita-kita yang masih awam.

Tidak mudah loh guys untuk membuat naskah film superhero yang sebagian besar belum familiar baik dengan kisah maupun karakternya. Dan ketiganya sekali lagi, melakukan pekerjaan yang sangat fantastis.

Efek Visual Potensi Oscar

Z
Marvel Studios

Selain kejeniusan Zhao dalam menuliskan naskahnya, hal lain yang membuat film ini masih enak untuk kita tonton adalah tampilan visual efek film ini.

Kalau kamu membaca dan mendengar berbagai review Eternals, hampir seluruh reviewer entah ia suka atau gak dengan filmnya, mereka memberikan pendapat yang seragam. Spesifiknya yaitu, tampilan visual atau efek visual film ini adalah yang paling keren, gokil, dan indah dalam sejarah MCU sejauh ini.

Dan pendapat itu benar banget. Zhao bersama sinematografer Ben Davis (Doctor Strange), sukses bekerjasama menampilkan visual-visual yang membuat kita berdecak kagum bukan kepalang. Pokoknya benar-benar seperti melihat komik menjadi real-life banget deh.

Namun selain keduanya, tentu pada saat yang sama kita juga harus memuja seluruh tim editing efek visualnya. Karena tanpa mereka, ya tidak mungkin keindahan visualnya bisa terjadi.

Beberapa minggu lalu Dafunda melaporkan kalau bersama Black Widow, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, dan Spider-Man: No Way Home, Eternals sukses juga masuk nominasi Oscar sementara untuk kategori tersebut.

Yang gue bisa bilang dan harap nih, semoga saja Eternals masuk dalam daftar nominasi visual efek terbaik Osar-nya dan, memenangkan penghargaan ini. Karena ya memang pantas banget. Kalaupun kalah, semoga yang mengalahkannya Dune saja dan bukan film lainnya.

Barry Keoghan dan Gemma Chan

W
Barry Keoghan sebagai Druig | Marvel Studios

Tentunya faktor positif lain yang gak boleh gak kita singgung dalam review Eternals ini adalah penampilan keren dari seluruh aktornya. Semua aktor dalam film ini terutama 10 aktor Eternals-nya keren semua.

Dan yang lebih penting, 10-10nya, mendapatkan jatah layar (screen time) yang pas. Tentunya sekali lagi kita harus memberikan tepuk tangan ke Zhao karena bisa mengatur dengan keren seluruh pembagian layarnya.

Namun dari 10 aktor tersebut, adalah Barry Keoghan yang memerankan Druig dan Gemma Chan sebagai Sersi. Chan sebagai Sersi dari awal sampai akhir sangat kuat aura kehadirannya. Pokoknya dari awal, kita sudah merasa banget kalau karakter Sersinya akan penting banget.

Q
Marvel Studios

Well, seiring berjalannya film, pernyataan tersebut faktanya tidaklah salah sama sekali. Chan sebagai Sersi memang kian terlihat penting dan dominan menjelang babak ketiganya.

Sedangkan untuk Keoghan sebagai Druig, yang gue bisa bilang kalau saja durasi tampilnya bisa lebih banyak lagi, Chan dan beberapa cast lain bakalan kepukul telak sih. Karakternya, kharismanya, cara ia mengucapkan dialog demi dialognya, wah paket komplit deh.

Kemarin ada rumor yang mengatakan kalau ia digadang-gadang untuk menjadi Joker baru. Well, bagi gue sih mungkin bukan Joker ia pasnya. Mungkin lebih ke Riddler atau bahkan Calender Man.

Pokoknya mau villain Batman manapun atau karakter Batman manapun, uang ini akan siap sedia banget untuk menyaksikan penampilannya. Karena Keoghan memanglah sekeren itu guys!

Kalau Fans MCU Atau Superhero Bakalan Masih Suka

1118full Eternals F
Marvel Studios

Nah dengan seluruh pembahasan tersebut, maka untuk memberikan kesimpulan dari review Eternals ini, gue akan menggunakan jawaban dari makna pernyataan pada paragraf awal pembahasannya.

Jadi gue lega karena bagi gue, Eternals adalah tipe film MCU yang passable. Maksudnya, kalau gak nonton di bioskop juga gak masalah. Tapi pada saat yang sama gue juga sedikit menyesal gak nonton melalui layar lebar.

Karena tampilan visual efek film ini benar-benar dibuat untuk experience nonton layar lebar bahkan untuk experience I-MAX. Jadi ketika nonton melalui Disney Plus, bagus sih memang. Tapi tetap kerasa banget jomplangnya.

Bagi kamu yang mungkin kemarin sudah nonton melalui bioskop, pasti setuju dengan pendapat tersebut. Nah pada akhirnya, bagi kamu yang memang belum sama sekali nonton Eternals, langsung saja nonton. Apalagi kalau kamu fans MCU atau / dan fans genre superhero.

Intinya, gak usah terlalu percaya banget dengan seluruh review-review buruk itu oke? Oh ya, jangan lupa seperti biasa, film ini akan menampilkan 2 adegan kredit. Kedua adegannya sangat asyik dan penting apalagi, kredit keduanya.

Oke deh guys, semoga review Eternals ini bermanfaat ya!

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment