Film IndonesiaMovieReview FilmTV

Review Nightmares and Daydreams, Satire Sosial Berbalut Sci-Fi

Berikut adalah review Nightmares and Daydreams, series original Netflix garapan Joko Anwar yang mengupas realitas sosial dengan unsur Sci-Fi.

Series Nightmares and Daydreams yang merupakan series original Netflix garapan Joko Anwar, menyajikan genre yang jarang sekali hadir di Indonesia, yaitu Sci-Fi Supernatural dengan premis cerita yang mengupas realitas sosial, khususnya pada kalangan menengah ke bawah. Tanpa basa-basi lagi, langsung saja simak paparan review Nightmares and Daydreams dari kami untuk kalian berikut ini.

Perhatian, tulisan ini sangat mengandung SPOILER!

Review Nightmares and Daydreams

1. 7 Cerita yang Saling Berkaitan

Review Nightmares and Daydreams
Image: Netflix/Come and See Pictures

Series ini memiliki tujuh episode yang masing-masing memiliki cerita, latar waktu, dan karakter yang berbeda-beda.

Namun uniknya, satu sama lain punya keterkaitan benang merah yang sama, yaitu keberadaan entitas-entitas supernatural yang menjadi jawaban dari kejadian misterius yang dialami oleh para karakter utama di setiap episodenya.

Ketika permasalahan nyata muncul, Joko Anwar menghadirkan unsur-unsur Sci-Fi yang menarik. Ia menunjukkan hal-hal yang tidak biasa, sambil menyajikan sudut pandang lain yang menawarkan berbagai perspektif untuk memaknainya.

2. Episode Pembuka yang Cukup Menjanjikan

Review-nightmares-and-daydreams-2
Image: Netflix/Come and See Pictures

Pada episode pertama yang berjudul Old House, kita, khususnya yang menjadi sandwich generation, akan merasa relate pada situasi yang Panji alami.

Ia adalah seorang sopir taksi yang punya pendapatan pas-pasan, namun juga harus menghidupi istri, anak, dan juga ibunya yang mulai pikun. Panji dengan terpaksa harus menitipkan sang ibu ke sebuah panti jompo orang-orang kaya, yang ternyata menyimpan sebuah misteri.

Panji ternyata harus menghadapi situasi yang tak biasa dan berada di luar nalar manusia. Ia menyaksikan sebuah ritual aneh yang menukar tubuh muda seorang anak ke ibunya yang sudah renta sehingga sang ibu mendapatkan tubuh awet muda, melalui dua makhluk aneh dan terkesan seram.

Bisa kita bilang episode pertama ini berhasil dimulai dengan menjanjikan apalagi saat kita menyaksikan usaha Panji untuk membawa ibunya keluar. Meskipun unsur horornya terbilang minim, namun sangat efektif dan terasa menegangkan.

Sayangnya, menuju akhir, intensitas ketegangan tadi berangsur memudar. Namun kita akan mendapatkan konklusi cerita yang tersaji dengan baik dan sedikit plot twist sebagai gantinya.

Di sini juga terdapat sindiran sekaligus pelajaran bahwa kasih sang Ibu terhadap anak memang sepanjang masa dan tak tergantikan.

3. Isu Sosial yang Kental di Setiap Episode

Review Nightmares and Daydreams
Image: Netflix/Come and See Pictures

Setelah episode pertama masih meninggalkan beberapa misteri dan pertanyaan, kita akan beralih ke episode-episode selanjutnya yang mungkin kita akan mengira dua makhluk di episode pertama tadi akan hadir kembali, sambil menjawab asal-usulnya. Namun ternyata tidak.

Di episode-episode selanjutnya, kita akan dibawa ke latar waktu lain dengan karakter, cerita, dan kejadian supernatural misterius yang berbeda. Secara umum yang masih relatif sama, ialah isu sosial yang selalu dihadirkan di setiap episodenya.

Kita akan benar-benar melihat sebuah isu ketimpangan sosial di episode 2 (The Orphan), 4 (Encounter), 5 (Other Side) dan 6 (Hypnotized). Betapa kejamnya lingkaran kemiskinan yang hadir dalam cerita ini.

Nightmares and Daydreams benar-benar menyajikan sudut pandang orang-orang pinggiran mengenai realitas kehidupan dengan sangat baik.

Namun uniknya, penampakan sosok tangan yang muncul di puing-puing akhir episode pertama, mungkin bisa menjawab asal-usul sosok Syafin di episode 2 (The Orphan).

4. Episode 3 Punya Cerita yang Paling Fresh

Review-nightmares-and-daydreams-4
Image: Netflix/Come and See Pictures

Lalu episode 3 yang berjudul Poems and Pains, memiliki premis cerita paling fresh di antara episode-episode lainnya. Di sini kita akan menyaksikan seorang penulis novel yang menemukan bahwa kehidupannya sendiri mencerminkan karakter utama yang ia ciptakan dan membuatnya semakin frustasi.

Namun sebuah fakta tersembunyi atas kejadian itu, akan membawanya pada suatu peristiwa yang cukup mengejutkan bagi akal sehatnya.

Isu KDRT akan kita saksikan di episode ini.

5. Petunjuk Mulai Hadir di Episode 4

Review Nightmares and Daydreams
Image: Netflix/Come and See Pictures

Episode 4 yang berjudul Encounter, akan mulai memberikan petunjuk yang cukup gamblang atas garis besar cerita dari setiap kejadian misterius supernatural di episode-episode sebelumnya.

Selanjutnya di episode 5, kita akan kembali menyaksikan sosok makhluk misterius seperti di episode pertama, namun dengan wujud dan kemampuan yang berbeda.

Nah, di episode 6 yang berjudul Hypnotized, akan menjadi episode terpenting dalam Nightmares and Daydreams karena hubungan antara setiap episode mulai terungkap.

Episode ini juga akan menunjukkan kejadian supernatural yang sangat jelas. Mungkin ada sedikit kebingungan bagi penonton mengenai alur ceritanya, tetapi secara umum ceritanya masih dapat dipahami dengan baik.

6. Jawabannya Ada di Episode 7

Review-nightmares-and-daydreams-6
Image: Netflix/Come and See Pictures

Lalu puncaknya ada di episode 7 yang berjudul PO BOX, atau episode terakhir. Kejadian-kejadian ganjil yang membalut di seluruh rangkaian cerita terjawab dengan cukup jelas di sini. Kita akan disajikan rahasia yang sangat besar mengenai sisi lain dari kehidupan dunia ini.

Yaitu adanya entitas dari dunia lain bernama Agartha yang ingin menguasai dunia. Lalu berkumpulnya para pemeran utama di setiap episode yang ternyata merupakan manusia terpilih bernama Antibodi. Mereka bersatu dan melawan entitas dari dunia Agartha yang ingin menguasai dunia.

Meskipun secara garis besar sudah menjadi penghubung benang merah di setiap episode, namun episode 7 ini masih terkesan cliffhanger. Terlebih hingga akhir, secara umum series ini belum menjawab dua misteri yang lain.

7. Misteri yang Belum Terjawab

Review Nightmares and Daydreams
Image: Netflix/Come and See Pictures

Setidaknya ada dua misteri yang masih belum terjawab. Yang pertama mengenai apa yang terjadi pada Syafin yang secara tersirat menunjukkan bahwa ia merupakan sosok Agarthan. Karena hingga di episode terakhir, sosok Syafin tidak muncul kembali bahkan ketika semua Argathan berkumpul.

Selanjutnya misteri yang kedua ialah sosok Laksmi (Ayu Laksmi) pada Antibodi. Berbeda dengan karakter-karakter lainnya, Laksmi tidak pernah hadir dalam beberapa episode sebelumnya. Ia tiba-tiba hadir dan menjadi bagian dari Antibodi.

Pertanyaannya, apa yang terjadi pada Syafin setelah kematian Ipah? Lalu, siapa sebenarnya sosok Laksmi?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab jika Nightmares and Daydreams memiliki sekuel atau kelanjutan cerita. Joko Anwar tampaknya masih menyimpan cerita yang lebih besar dalam dunia yang ia ciptakan tersebut.

8. Akting Memukau para Aktor dan Penggunaan CGI yang Intens

Review-nightmares-and-daydreams-8
Image: Netflix

Tak ketinggalan juga dengan naskah dan peran para aktor dalam series ini. Semua cerita dalam setiap episode terstruktur dengan rapih. Setiap cerita mendapatkan eksplorasi dan pengembangan yang baik.

Tidak hanya memiliki plot yang kuat, departemen akting yang luar biasa ini juga melibatkan lebih dari 60 aktor terkenal Indonesia yang layak mendapatkan acungan jempol. Setiap karakter berhasil diperankan dengan sangat baik oleh para aktor dan aktris.

Tidak ada peran pemain yang sia-sia. Semua aktor berperan dengan baik dan membuat alur cerita semakin menarik.

Selain itu, penggunaan CGI yang intens di series ini juga tersaji dengan cukup baik dan menambahkan keunikan tersendiri. Meskipun ada beberapa yang kurang terlihat mulus dan masih tampak surealis.

Tim produk harus bekerja keras dalam menciptakan set yang sesuai dengan kondisi yang diinginkan, mengingat perbedaan latar waktu dalam series ini. Setiap episode menggunakan properti yang mampu menciptakan dunia mereka sendiri.

9. Sangat Kami Rekomendasikan

Review Nightmares and Daydreams
Image: Netflix

Sebagai penutup dari review Nightmares and Daydreams ini, bisa kami simpulkan bahwa Nightmares and Daydreams merupakan series yang sangat patut untuk kalian tonton. Genre Sci-Fi karya Joko Anwar ini memberikan semangat baru bagi perfilman Indonesia.

Jika kalian membutuhkan tontonan dengan genre yang tidak biasa, Nightmares and Daydreams ini sangat kami rekomendasikan. Rating dari kami untuk series Nightmares and Daydreams ini adalah 7,5/10.

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.