Apa Sih Genre Musik Alternatif Itu?

in ,
Genre Lagu Alternatif
R.E.M | Consequence of Sound

Kamu yang fans musik terlebih, yang tumbuh pada dekade 90an (seperti gue). Pasti sering atau bahkan suka dengan genre musik alternatif.

Yap, genre alternatif memang sangat populer nan mendominasi pada dekade tersebut. Banyak banget band dan solois yang muncul atau bahkan beralih ke genre tersebut.

Namun lucunya setiap ada teman kita yang nanyain apa dan bagaimana genre alternatif itu, kita langsung diam seribu bahasa. Yang ada, jawaban yang sering kita berikan cuma 2: “Ya dengerin aja deh grup ini, seperti itu sound-nya” atau, “Gak nge-pop dan gak nge-rock juga.

Ya jawaban tersebut emang gak 100% salah. Malah gak salah sama sekali. Tapi tentunya jawaban seperti itu terasa gak pasti (exact) bukan? Nah lalu bagaimana dong jawaban pastinya? Langsung deh kamu simak pembahasannya berikut ini oke?

JANGAN LEWATKAN •
Yuk Bikin Festival 90an Keren Versi Kita Sendiri!

Makna Alternatif

Gettyimages 85216701
Oasis | NME

Namun sebelum kita membahs makna genre musik alternatif, mari kita bahas lagi dulu makna atau definisi dari alternatif itu sendiri.

Melnasir Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Alternatif adalah: Pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan. Nah seperti yang telah kita singgung dalam paragraf pembuka, banyak yang berdefinisi kalau alternatif, adalah, “gak nge-pop dan gak nge-rock juga”.

Jadi dengan kata lain juga, antara dua genre general tersebut. Jadi, definisi KBBI ini pas dengan definisi “ceplos” tersebut. Tapi tetap saja secara definisi pasti ilmu musiknya, pastinya berbeda lagi.

Nah berdasarkan pernyataan tersebut, lalu apa dong definisi pasti ilmu musik dari genre alternatif ini?

Definisi Genre Alternatif Dalam Musik

Melansir situs kamus besar bahasa Inggris legendaris, Merriam-Webster, genre musik alternatif adalah genre musik yang biasanya adalah genre luar genre musik mainstream seperti Rock, Pop, Country, dll.

JANGAN LEWATKAN •
30 Lagu Terkeren 1980-an: Dekade Dinamis Nan Favorit Sepanjang Masa

Dan biasanya genre musik alternatif adalah yang terdengar dan terasa jauh lebih luas, orisinil, dan juga gak jarang lebih menantang (challenging). Dan biasanya musik genre ini yang mendistribusikan adalah label-label rekaman yang bersifat independen.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka gak heran juga genre alternatif ini, juga biasa kita kenal dengan sebutan lagu indie. Nah dari pecahan ini pulalah, maka sering kita melihat atau mendengar pula istilah, “anak indies” pada dekade akhir 80an dan 90an.

Apabila masih bingung juga walau sudah membaca definisi-definisi tersebut. Ya memang kembali lagi ke definisi “ceplos” tersebut.

Pokoknya kalau kita mendengar sebuah lagu yang awalnya mungkin terdengar (katakanlah) Pop. Tapi seiring berjalannya lagu atau dari awal, kita mulai merasa “ah gak nge-pop juga”, nah itu bisa kita katakan sebagai genre alternatif.

JANGAN LEWATKAN •
30 Film Terkeren 90an: Era Eksplorasi & Campur Aduk di Hollywood

Tapi ingat juga nih. Alternatif juga bisa kita pecah lagi (ada sub genre-nya) seperti: Pop Alternatif, Rock Alternatif, Country Alternatif, bahkan Dangdut pun bisa kita katakan Alternatif Dangdut loh. Cuma memang istilah ini jarang kita dengar.

Contoh Band / Musisi Alternatif

Masih bingung juga atau gak pasti? Nih langsung simak saja beberapa contoh musisi / band pengusung genre akternatif nya.

Red Hot Chili Peppers

Courtney Love / Hole

Nirvana

Fiona Apple

Beck

Blondie

R.E.M

The Cure

U2

Oasis

Pure Saturday (band Indonesia)

Sheila On 7

GIGI

Padi

Dan masih banyak lagi. Nah ada yang menari dari daftar tersebut. Terdapat beberapa nama grup yang hingga sekarang, banyak dari kita anggap bukan grup band alternatif.

Yaitu: RHCP, U2, Blondie, dan GIGI. GIGI, RHCP, dan U2 masih banyak yang menganggap mengusung genre Rock. Sedangkan Blondie, masih banyak yang menganggap sebagai band beraliran New Wave.

JANGAN LEWATKAN •
Gara-Gara Pandemik Corona, Lagu Hit R.E.M Ini Ngetop Lagi

Memang gak salah kok. Tapi saat yang sama, mereka bisa kategorikan sebagai pengusung genre alternatif. Karena ya kamu bisa dengar sendiri bukan? Seperti katakanlah GIGI.

Grup gawangan Armand Maulana ini kalau kita dengar semua lagunya, gak Rock yang benar-benar seperti Rock (keras dan gahar). Pop pun, juga gak. Karena lagu mereka seperti “Kuingin”, maish dalam slow rock.

Belum lagi lagu mereka seperti “Nakal”. Seperti kita tahu, lagu tersebut menggabungkan  elemen genre dangdut. “My Facebook”, lagu ini jauh terdengar lebih poppy tapi, gak sepnenuhnya gitu juga.

RHCP, awalnya mengusung musik Rock dengan bumbu funk dan Hip Hop. Baru kesini-sininya, sound mereka jauh terdengar lebih campur aduk.

Blondie, sebenarnya dari awal aliran new wave mereka pun, sudah terbumbui oleh genre disko 70an. Baru setelahnya, jauh terdengar lebih nge-rock. Sedangkan untuk sisa nama lainnya seperti The Cure, sudah jelas banget alternatif.

JANGAN LEWATKAN •
5 Lagu Hit Oasis Yang Pasti Kamu Sering Nyanyiin Bareng Teman

Kalau kamu generasi 80an dan awal 90an, kalau kamu masih ingat, banyak yang menyebut lagu-lagu The Cure kala itu sebagai, “Happy Sad Song” atau “Happy-Sad Music”. Sebutan ini kian kuat penekanannya melalui film drama musikal inidie keren, Sing Street (2016).

Nah kalau kita terjemahkan dan pikir secara seksama, artinya The Cure mengusung lagu “senang-sedih”. Lagu senang-sedih kayak gimana tuh? Ya kalau kamu mendengar dan membaca lirik lagu-lagu The Cure pasti akan paham.

Tapi yang gue mau tekankan nih, aneh bukan apabila ada genre musik, “happy-sad”? Makanya dengan pencampuran 2 elemen tersebut, The Cure bisa kita kategorikan sebagai band alternatif.

Nah untuk Oasis, biasanya mereka kita anggap sebagai band ber-genre Brit-Pop atau Brit-Rock. Wajar karena mereka berasal dari Inggris (Britain/ British) dan lagu-lagu mereka adalah lagu Rock renyah kuping.

JANGAN LEWATKAN •
5 Genre Musik Yang Kini Sudah Tidak Berjaya Lagi

Tapi sekali lagi kalau kita dengar secara seksama, musik Rock mereka gak nge-rock sangar banget (mungkin “Morning Glory” dan “Rock n’ Roll Star” yang paling “bising”).

Dan juga gak nge-pop banget terlepas, lagu seperti: “Sunday Morning Call” atau “Stop Crying Heart Out”, elemen baladanya kuat banget.

Sedangkan untuk grup Indoensia sejuta umat Sheila On 7, sudah jelas rasanya, mereka memiliki sound yang gak bisa kotakin dalam satu genre saja.

Well, itulah tadi seklumit penjelasan mengenai apa dan bagaimana genre musik altenatif itu. Semoga setelah membaca ini, kamu gak akan bingung-bingung lagi ya!