Taiwan berniat minta Apple dan perusahan induk Google, Alphabet untuk menghapus aplikasi Uber Taiwan dari toko aplikasi. Hal ini guna untuk menghindari pertikaian antara pemerintahan Taiwan dengan pihak Uber. Mengapa?

Mis-representasi dari Aplikasi Uber Taiwan

Seperti yang dilansir Reuters, Jumat (18/11), dengan dalih sebagai perusahaan transportasi, Uber Taiwan malah memperkenalkan diri sebagai platform teknologi berbasis internet. Pemerintah Taiwan menganggap adanya salah pengenalan atau mis-representasi dari layanan yang dihadirkan Uber, kemudian pihak pemerintah meminta perusahaan untuk membayar pajak.

Sementara itu, Uber juga telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait di Taiwan dan mencoba untuk mematuhi seluruh regulasi yang disediakan. “Uber belum memenuhi apa yang mereka janjikan. Karenanya kami berupaya mencari jalan lain, yakni dengan meminta Google dan Apple menghapus aplikasi tersebut dari toko aplikasi mereka,” kata juru bicara Directore General of Highways (direktorat transportasi) Taiwan LiangGuo-guo.

JANGAN LEWATKAN
Apple: Bocorkan Video iPhone 6 dan iPhone 7 Bergandengan

Bagaimana tanggapan Google, Apple dan Uber?

Jika dirujuk pada kebijakan yang diberikan Google Play, juru bicara Google mengatakan bahwa perusahaan tidak mungkin memberikan izin untuk aplikasi yang bersifat ilegal, baik memfasilitasi atau hanya sekedar promosi. Sayangnya, Google menolak berkomentar lebih lanjut.

Sementara itu, pihak Uber dan Apple memilih untuk diam. Tak hanya di Taiwan, Uber juga memiliki persoalan serupa di berbagai negara di Asia. Uber mulai beroperasi di Taiwan sejak 2013 dan berkembang sehingga membuat pengemudi taksi lokal marah serta melalukan protes awal tahun ini.

BAGIKAN
Muhammad Furqan
Penulis di Dafunda #Movies, Suka Main Game dan Nonton Film, Mau Kenal Lebih Dekat? Colek di Sosial Media.