Inilah Dampak Kebakaran Hutan Amazon Bagi Dunia

in ,
Dampak Kebakaran Hutan Amazon

Kebakaran hutan Amazon yang cukup dahsyat semakin memprihatinkan. Menurut catatan dari data Brazilian Satelites, disebutkan lahan yang rusak setara dengan tiga ukuran lapangan sepakbola permenitnya.

Jika digambarkan ukuran sepakbola itu memiliki panjang bisa mencapai 120 meter dan lebarnya hingga 90 meter.

Seperti yang Dafunda Tekno kutip dari Business Insider di bulan Juli, hutan tersebut telah kehilangan sebesar 519 mil persegi (1.345 km persegi) pohon. Ini adalah rekor baru untuk deforestasi terbesar yang pernah terjadi di Amazon dalam satu bulan.

Institut Nasional Penelitian Luar Angkasa (INPE) mengungkapkan terjadi peningkatan 80 persen kebakaran hutan di Amazon, di mana ada 72.843 insiden di tahun ini.

Dampak Kerusakan Amazon Mempengaruhi Dunia

Efek Kebakaran Hutan Amazon Bagi Dunia

Menurut ahli ekologi Thomas Lovejoy, ia meyakini jika gundulnya hutan Amazon ini disebabkan oleh kebakaran. Hal tersebut terjadi setelah Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengesahkan perizinan area hutan yang belum tersentuh untuk dijadikan sebagai pertambangan, pertanian dan pembalakan.

JANGAN LEWATKAN •
Begini Temuan Ilmuwan yang Mengejutkan dari Dasar Antartika!

Salah seorang ilmuawan senior dari INPE, Carlos Nobre juga mengungkapkan apa yang telah terjadi di Amazon ini sangat berisiko. Pasalnya, dunia akan kehilangan sebagian besar besar dari ‘paru-paru Bumi’.

Amazon yang disebut sebagai paru-paru dunia menurut World Widlife Fund (WWF), wilayahnya mencapai 2,6 mil persegi (6,7 juta km persegi). Lewat proses fotosintesis Amazon telah mengubah 20 persen oksigen Bumi sehingga dapat menyimpan 80-140 miliar metrik ton karbon.

WWF juga menegaskan dengan adanya deforestasi dan konversi lahan 0,5 miliar metrik ton karbon dilepaskan ke atmosfer dapat mempercepat pemanasan global secara signifikan.

“Efek dari kerusakan hutan Amazon ini tidak hanya dialami di wilayah Amazon saja, namun juga akan mempengaruhi kita semua”, Ungkap Robin Chazdon dari University of Connecticut.