Database Akun Facebook Kembali Ditemukan Terbuka di Internet

in ,
Database Akun Facebook Terekspos
TechSpot

Seorang peneliti keamanan asal Ukraina melaporkan bahwa dirinya menemukan database dengan nama, nomor telepon, dan user ID unik lebih dari 267 juta pengguna Facebook. Data yang kebanyakan milik pengguna asal Amerika Serikat itu ditemukan terbuka di internet.

Konsultan keamanan independen di Kyiv, Bob Diachenko mengatakan bahwa data tersebut kemungkinan diambil oleh penjahat atau hacker. Database tersebut bisa dicari lewat search engine setidaknya selama 10 hari sejak 4 Desember lalu. Dia memberi tahu penyedia internet tempat hostingnya ketika dia menemukannya pada 14 Desember. Kemudian, data tersebut hilang setelah lima hari kemudian.

Data yang Bocor Merupakan Akun Asli

Diachenko mengatakan seseorang mengunduh database ke forum hacker dua hari sebelum dia menemukannya sehingga mungkin telah dibagikan di antara para pencuri online.

Setelah mengetahui hal tersebut, sang peneliti menghubungi situs web berita teknologi Inggris Comparitech. Peneliti juga memberikan 10 sample dari database berserta ID. Dua nomor telepon yang coba dihubungi menjawab panggilan dan menandakan bahwa itu benar-benar akun asli Facebook.

Bukti tersebut menunjukkan bahwa data tersebut dikumpulkan secara ilegal, kemungkinan besar oleh penjahat di Vietnam dengan cara ‘Scraping’. Metode itu dilakukan secara otomatis oleh bot. Di antara data tersebut juga terselip detail tentang pengguna yang berbasis di Vietnam.

Facebook Memang Sering Kecolongan

Ini memang bukan kali pertamanya media sosial raksasa milik Mark Zuckerberg ini diterpa masalah. Pada tahun 2018 lalu, mereka harus menonaktifkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mencari satu sama lain melalui nomor telepon. Hal itu terjadi menyusul laporan Cambridge Analytica tentang akses informasi hingga 87 juta pengguna Facebook tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Pada bulan September, Facebook juga kecolongan lebih dari 400 juta ID dan nomor telepon pengguna secara online oleh seorang meneliti. Masalah ini merupakan buntut panjang dari kerterbukaan ratusan juta kata sandi pengguna dan bisa dibaca oleh karyawannya selama bertahun-tahun.

Tinggalkan Balasan