Sejarah format gambar PNG (Portable Network Graphics) resmi bermula pada awal tahun 1995 sebagai bentuk perlawanan gratis terhadap format GIF yang patennya mulai dikomersialkan secara sepihak.
Format PNG dirancang secara kolektif oleh para pengembang internet untuk menyediakan alternatif ekstensi gambar tanpa latar belakang (transparan) yang bebas dari royalti hukum.
Bagi kamu yang sering berselancar di internet, mengedit foto, atau membuat desain grafis, ekstensi file seperti .PNG dan .GIF pasti sudah jadi makanan sehari-hari. Kita terbiasa menggunakan GIF untuk animasi pendek yang lucu, dan memakai PNG saat butuh gambar beresolusi tinggi tanpa background (transparan).
Namun, pernahkah kamu membayangkan apa jadinya jika setiap kali kamu mengunggah atau mengunduh gambar di internet, kamu harus membayar biaya sewa? Kejadian gila ini hampir saja terjadi pada tahun 1994 silam! Yuk, kita tengok kisah perseteruan format digital yang mengubah dunia internet ini.
Bagaimana Awal Mula Perang Paten GIF yang Memicu Lahirnya PNG?
Sebelum era 90-an berakhir, format GIF (Graphics Interchange Format) adalah penguasa tunggal untuk urusan gambar di internet karena ukurannya yang kecil dan kemampuannya menampilkan kompresi warna yang efisien. Format ini menggunakan teknologi kompresi bernama LZW (Lempel-Ziv-Welch).
Masalah besar muncul pada bulan Desember 1994. Perusahaan bernama Unisys, yang memegang paten atas teknologi kompresi LZW tersebut, secara mendadak mengumumkan bahwa mereka akan memungut biaya royalti bagi semua pengembang perangkat lunak dan platform yang menggunakan format GIF.
Keputusan sepihak ini langsung memicu kemarahan massal di komunitas internet dunia. Para pemilik website dan programmer merasa diperas karena format yang awalnya bebas digunakan tiba-tiba dijadikan mesin pengeruk uang. Dari sinilah, gerakan perlawanan dimulai untuk menciptakan ekstensi baru yang sepenuhnya gratis.
Apa Saja Keunggulan Hasil dari Sejarah Format Gambar PNG?

Sebagai respons atas keserakahan tersebut, seorang pengembang bernama Thomas Boutell mengumpulkan sekelompok ahli komputer di grup diskusi internet pada Januari 1995 untuk mulai merancang format tandingan yang mereka sebut PNG (awalnya diplesetkan secara unik sebagai singkatan dari “PNG’s Not GIF”).
Melalui sejarah format gambar PNG yang kemudian distandarisasi resmi oleh W3C (World Wide Web Consortium) pada Oktober 1996, internet akhirnya mendapatkan standar baru yang tidak hanya gratis, tetapi secara teknis jauh lebih superior dibandingkan GIF:
- Kompresi Tanpa Pecah (Lossless)
- Format PNG menggunakan algoritma kompresi baru bernama Deflate (berbasis lisensi bebas royalti zlib) yang tidak merusak kualitas gambar asli sedikit pun saat disimpan berulang kali.
- Transparansi Jauh Lebih Halus
- Berbeda dengan GIF yang pinggiran transparansinya sering kali terlihat kasar dan pecah-pecah, PNG mendukung Alpha Channel hingga 8-bit yang membuat gradasi transparansi menjadi sangat halus dan rapi.
- Variasi Warna Lebih Kaya
- Format GIF sangat terbatas karena hanya mampu menampung maksimal 256 warna. Sementara itu, PNG mampu mendukung jutaan warna (TrueColor hingga 48-bit), membuatnya ideal untuk kebutuhan fotografi digital.
Bagaimana Akhir dari Perang Format Gambar Ini?

Melihat komunitas internet dunia beramai-ramai memboikot GIF dan bermigrasi massal ke format PNG, perusahaan Unisys akhirnya perlahan mengalah.
Berdasarkan catatan sejarah hukum digital, paten atas kompresi LZW milik Unisys tersebut akhirnya kedaluwarsa sepenuhnya di seluruh dunia pada 20 Juni 2003 (dan tahun 2004 di Eropa), membuat GIF kembali berstatus gratis.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. PNG telah terlanjur lahir sebagai raksasa baru dan kini menjadi format gambar standar yang paling banyak digunakan di seluruh jaringan jagat maya.
FAQ
Q: Mengapa format PNG diciptakan jika sudah ada format GIF?
A: PNG diciptakan pada tahun 1995 sebagai alternatif gratis untuk melawan format GIF yang saat itu patennya mulai dikenakan biaya komersial oleh pemiliknya.Support
Q: Apa kelemahan terbesar format PNG jika dibandingkan dengan GIF?
A: Kelemahan utama PNG secara standar tidak bisa menampilkan animasi bergerak seperti GIF, serta ukuran filenya cenderung lebih besar jika digunakan untuk foto pemandangan penuh warna kompleks.
Q: Apakah format PNG aman dari tuntutan hak cipta di masa depan?
A: Ya, format PNG dirancang sebagai standar terbuka (open-source) oleh W3C (World Wide Web Consortium) sehingga bebas digunakan oleh siapa saja tanpa perlu membayar royalti selamanya.
Kesimpulannya, format PNG yang kita nikmati secara gratis hari ini adalah buah dari solidaritas para komunitas pengembang terdahulu yang menolak monopoli teknologi di internet.
Penasaran dengan fakta menarik lainnya seputar dunia teknologi yang jarang diketahui orang? Jangan lupa untuk terus pantau artikel terbaru kita ya, biar kamu gak ketinggalan trivia seru berikutnya! Menurut kamu, di era sekarang lebih sering pakai format PNG atau WebP nih untuk urusan edit foto? Tulis di kolom komentar, yuk!



Bales ke