Stasiun Antariksa China Akan Jatuh Pada 1 April di Indonesia

in ,
Stasiun 1

Kabar mengejutkan datang dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) pasalnya ia menuturkan bahwa salah satu stasiun antariksa milik ChinaTiangong-1 akan mengalami fase re-entry atau kembali ke bumi nanti.

Kabar terbaru dari LAPAN mengatakan bahwa, Tiangong-1 sempat berada diatas indonesia dengan ketinggian 200 km pada pukul 00.00 WIB kemarin. Hal itu didapat melalui sebuah Track-it yang merupakan alat pemantau angkasa.

Stasiun

Selain itu diumumkan juga bahwa tanggal 1 April akan diprediksi sebagai jatuhnya stasiun Tiangong-1 ke Indonesia. Seperti yang dikatakan Thomas bahwa “Pecahannya akan jatuh di sepanjang orbitnya, pada rentang jarak puluhan sampai ratusan kilometer,” demikian penjelasan Thomas melalui akun Facebook-nya, Rabu (28/3).

Thomas menuturkan, kecepatan jatuh objek antariksa bergantung pada kerapatan atmosfer. Sementara kerapatan atmosfer sendiri dipengaruhi aktivitas Matahari dan medan magnet Bumi.

Variasi aktivitas Matahari yang menyebabkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar. Tingkat akurasinya akan bertambah dengan makin dekatnya waktu jatuh. Sampai dengan pertengahan Maret, prakiraan waktu jatuh sekitar April, dengan ketidakpastian +/- 7 hari.

Pertama kali diluncurkan pada 29 September 2011, stasiun luar angkasa pertama Negeri Tirai Bambu tersebut mengorbit di ketinggian 350 kilometer.

Ketika itu, Tiangong-1 merupakan muatan dari Long March 2F yang diluncurkan di Jiuquan Satellite Launch Center, China.

Stasiun luar angkasa berbentuk tabung dengan panjang 10,4 meter berdiameter 3,4 meter dan dilengkapi bentengan panel surya di kedua sisinya ini, pernah ditempati para penjelajah antariksa dari China.

Namun sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dapat dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya. Stasiun luar angkasa China itu berpotensi jatuh ke Bumi di wilayah pada rentang 43 derajat lintang utara sampai 43 derajat lintang selatan, termasuk Indonesia di dalamnya.

Sumber: Detik.com