MovieMovie ListOpini

Nonton Film Berulang Kali di Bioskop: Apakah Tindakan Yang Biasa Saja Atau Berlebihan?

Apakah nonton film berulang kali di bioskop merupakan tindakan yang biasa saja atau memang sangat berlebihan?

Kalau kita perhatikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Rasanya kian banyak saja orang yang nonton film berulang kali melalui bioskop. Pokoknya 1 film yang sama, ia tonton sampai lebih dari 2 kali. Bahkan kalau perlu, sampai puluhan atau bahkan ratusan kali.

Contoh kecilnya saja adalah audiens film-film yang bersifat fanboy atau yang lagi ramai (box-office). Pokoknya kalau sudah nonton film jenis ini, 1 kali saja gak cukup sama sekali. Hal ini seperti mendengarkan satu lagu yang kita putar berulang-ulang kali.

Lalu melihat tren ini, sekali lagi apakah tindakan ini adalah sesuatu yang biasa saja atau memang merupakan tindakan yang sangat berlebihan?

Mengapa Menonton Berulang Kali?

nonton film berulang kali
nonton bioskop | Bukalapak

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut ada 2 hal yang ingin gue sampaikan. Pertama, pembahasan ini adalah merupakan opini pribadi dan kedua, mari kita jawab dulu pertanyaan yang menjadi basis masalah ini. Spesifiknya, mengapa orang-orang suka menonton berulang kali di bioskop?

Nah sebenarnya untuk jawaban ini, tentunya jawabannya sangatlah variatif. Alias, masing-masing individu memiliki alasannya masing-masing. Tapi alasan yang banyak kita temui atau memang kita rasakan, adalah karena fans berat dari filmnya.

Makanya sekali lagi, rata-rata audiens yang melakukannya adalah audiens film fanboy/nerdy atau ya memang suka banget dengan filmnya. Alhasil, gak heran jika mereka rela membeli tiket berulang kali demi menyaksikan film favorit mereka ini.

Namun memang, ada juga yang nonton berulang kali hanya demi menyaksikan satu adegan atau aspek spesifik dari filmnya. Dan mereka menganggap aspek ini memang akan lebih terasa experience-nya ketika nonton di bioskop.

Nah mungkin contoh dari pernyataan tersebut adalah ketika nonton film musikal atau nonton film bervisual super keren. Spesifiknya lagi, kita ingin ikut merasakan dan bernyanyi-nyanyi lagi melalui film Bohemian Rhapsody (2018).

Atau kalau zaman dulu, kita ingin menyaksikan lagi tampilan kota metropolis masa depan indah dalam film sci-fi hit, Blade Runner (1982). Atau seperti dunia Pandora yang gokil banget dalam film Avatar (2009).

Karena “Pekerjaan”

Nah tapi ada lagi yang alasannya karena memang pekerjaannya sebagai kritikus atau reviewer film. Karena bekerja dalam bidang tersebut, alhasil iapun harus memberikan review yang obyektif atau seadil-adilnya.

Alhasil sekali lagi, gak heran banget kalau kita perhatikan banyak reviewer film YouTube yang harus menyaksikan 2-3 kali filmnya. Atau ada juga yang menyaksikannya sebelum dan sesudah.

Maksudnya ia nonton dulu sebelum mengunggah review perdananya dan besoknya, ia akan nonton lagi untuk memberikan detail tambahan dan juga, memantapkan penilaian review pertamanya.

Dan walau konyol, ada juga yang memang memiliki uang saku berlimpah dan kebetulan suka dengan filmnya. Maka iapun memutuskan untuk menghabiskan uang sakunya dengan nonton film yang sama berulang kali.

Oh ya hampir lupa, ada juga yang nonton film berulang kali karena ingin memecahkan rekor. Dan hal ini terbukti melalui kabar pria yang nonton film Spider-Man: No Way Home 292 kali yang menghebohkan jagat maya beberapa hari terakhir ini.

Apakah Memang Berlebihan?

nonton film berulang kali
nonton bioskop | Media Indonesia

Berdasarkan penjelasan tersebut. Maka bisa kita simpulkan kalau alasan tiap-tiap individu untuk nonton film berulang kali ini bervariatif. Jadi dengan kevariatifan alasannya ini, maka gak bisa kita bilang berlebihan juga kebiasaan nonton film yang sama berulang-ulangnya ini.

Dengan kata lain, semuanya tergantung tujuan dan niatan masing-masing audiensnya. Kalau gue pribadi, sebenarnya nonton film lebih dari sekali melalui bioskop agak sedikit berlebihan. Karena kalau gue lebih suka nonton satu kali saja lalu ya kalau mau nonton lagi, tunggu saja lagi rilisan home video atau tayang streaming-nya.

Bukan 100% Masalah Uang

Bukan 100% karena masalah uang atau bokek. Melainkan kalau bagi gue, kalau nonton lebih dari sekali rasanya seperti otak ini “lemah” banget dalam memahami jalan ceritanya. Selain itu, gak ada rasa kangen yang bagaimana ketika suatu hari nanti, kita ingin nonton filmnya lagi.

Contoh seperti nonton film Scream (1996) dan Last Night in Soho (2021). Gue sudah lebih dari 3-4 kali nonton film ini. Tapi kenapa gue masih merasa kangen dan antusias? Karena gue nonton di bioskopnya cuma satu kali.

Dan kalaupun gue nonton lagi melalui file filmnya, gue memiliki rentang yang cukup jauh. Misalkan nonton bioskopnya Mei 2021, file home video bulan Agustus 2021. Nah untuk nonton lagi file home video-nya mungkin baru bakalan dilakukan pada April 2022 atau bahkan Agustus 2022.

Terbukti dengan metode tersebut. Ketika gue nonton berulang kali filmnya, rasa kangen dan nostalgianya masih terasa. Bahkan bisa lebih antusias lagi. Namun ya itu gue pribadi. Kalau kamu sendiri bagaimana dengan tren nonton film berulang kali di bioskop ini?

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment