Berita FilmMovie

Sutradara Turning Red Harap Filmnya Patahkan Pembicaraan Tabu Mengenai Pubertas

Seperti namanya, film Turning Red menceritakan sekumpulan remaja yang mendapati dirinya berubah menjadi seekor panda merah besar. Dalam artikel sebelumnya, kami sudah menyinggungnya sedikit sebagai gambaran pubertas remaja perempuan.

Masih dalam wawancara yang berkaitan, Domee Shi sebagai Sutradara sekaligus animator berharap film Turning Red garapannya juga mematahkan sejumlah hal yang dianggap tabu. Yakni pembicaraan pubertas di kalangan remaja, khususnya remaja perempuan yang ia angkat dalam Turning Red.

Bagaimana Panda Merah Menjadi Analogi Dari Pubertas Remaja Perempuan

Pixar Animation Studios Turning Red 1
Tim produksi jelaskan analogi Panda Merah dalam menggambarkan pubertas remaja perempuan | Pixar Animation Studios

Anggota tim produksi Turning Red berharap film terbaru Pixar Studios tersebut dapat mematahkan tabu mengenai pembahasan masa pubertas yang umum gadis alami melalui gambaran analogi. Film tersebut memotret pengalaman seorang siswa bernama Mei yang mendapati dirinya berubah menjadi panda merah raksasa ketika terbangun.

Dalam bentuk panda merah itu, Mei mengalami banyak hal yang umumnya remaja puber alami. Mulai dari penampilan rambut baru, dismorfia tubuh, rasa malu tentang perasaan seksual, dan emosi yang meningkat.

“Pubertas itu tabu untuk alasan apa pun karena orang tidak membicarakannya,” kata sutradara sekaligus penulis Domee Shi kepada Reuters. Jumat, 11 Maret lalu.

Film Pertama Yang Mengangkat Isu Pubertas, Khususnya Remaja Perempuan

Ctv News Turning Red
Turning Red jadi film pertama yang mengangkat isu pubertas khsusunya remaja perempuan | Pixar

Sementara produser Lindsey Collins mengatakan Turning Red menjadi film pertama yang benar-benar membicarakan pengalaman pubertas remaja. Menurutnya, tabu menjadi alasan utama masyarakat tidak membicarakan pubertas.

Aktris Sandra Oh menambahkan jika penting bagi anak-anak untuk memahami apa yang terjadi selama masa pubertas daripada membiarkan mereka menderita dalam diam. Dalam Turning Red, Oh berperan sebagai pengisi suara karakter ibu Mei bernama Ming.

“Seorang teman saya yang melihat film ini bersama putra mereka yang berusia 10 tahun tiba-tiba harus berbicara tentang seksualitas dan apa yang para gadis alami. Gadis melalui ini dan kemudian anak laki-laki akan melalui ini, jadi itu membuka percakapan,” katanya.

Sandra Oh mengatakan, Turning Red tidak akan ada tanpa dorongan di Hollywood untuk menambahkan suara perempuan di dalam produksi. “Fakta bahwa itu ada dan itulah fokus utamanya adalah bagaimana kita bisa merasakan bahwa segala sesuatunya telah berubah,” katanya.

Film Turning Red sendiri saat ini sudah dapat kalian saksikan lewat platform Disney+ per 10 Maret lalu.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment