CD dan Kaset Musik di Era Digital: Hidup Segan, Mati Tak Mau

in
CD dan kaset musik era digital
MVP

Gak dipungkiri kalau rilisan CD dan kaset musik di era digital ini seperti salah satu peribahasa Indonesia top, Hidup segan, mati tak mau.

Dan rasanya, peribahasa tersebut gak berlebihan sama sekali. Karena ya faktanya, orang-orang (terlebih generasi Z dan Alpha), lebih prefer dengerin musik dan bahkan beli album baru penyanyi atau band-nya secara online.

Memang sih tren seperti ini gak salah atau “berdosa”. Toh sekali lagi zaman kini sudah benar-benar canggih alias online culture banget. Bahkan naik ojek atau taksi saja, banyak dari kita yang prefer online.

CD dan kaset musik era digital
Media Konsumen

Tinggal swipe up, pesan, dan duduk manis menunggu abang ojek datang ke rumah. Dan hal ini memang ada untungnya juga. Kita gak perlu berjalan keringat-keringatan untuk menghampiri ojek di pangkalan. Terlebih apabila memang kita sedang ingin berangkat ke kantor atau sekolah.

Tapi bagi kita yang non generasi Z dan Alpha (ya setidaknya generasi Y), pastinya sesekali kita sering kangen untuk bisa melakukan semuanya secara manual seperti dulu bukan?

JANGAN LEWATKAN •
Yuk Bikin Festival 90an Keren Versi Kita Sendiri!

Naik ojek ya jalan ke pangkalannya, mau makan ya datang ke warteg atau restorannya, dan tentunya mau beli album penyanyi atau band baru, kita harus beli CD atau kaset-nya di toko musik kesayangan.

Musik = Media Gampang Akses

CD dan kaset musik era digital
MakeUsOf

Tapi ya itu tadi. Karena sudah ikut terpengaruh atau menyesuaikan zaman, secara perlahan kitapun jadi malas juga untuk melakukan semuanya secara manual Terlebih, membeli kaset atau CD musik.

Karena logikanya, toh musik memang bentuk (form) hiburan yang kesannya lebih light atau gampang banget diakses. Bahkan kalaupun kita gak punya radio atau CD Player sekalipun, kitapun masih bisa mengakses musik baru melalui smartphone kita.

Lebih jauh, terdapat situs atau kanal YouTube, yang mengunggah lagu / track bonus dari album baru artisnya secara ilegal. Dan faktor lainnya tentu, harga CD (orisinil) yang sama seperti harga beras 5-15 kg.

JANGAN LEWATKAN •
5 Lagu The Cranberries Yang Pasti Kamu Tahu Banget

Orang manapun yang memiliki nalar yang “sehat”, pastinya akan lebih mementingkan beli beras yang merupakan kebutuhan hidup dasar sehari-hari. Dengan argumen-argumen ini, maka gak heran sekali lagi jika keberadaan CD dan kaset musik di era digital ini, kian terpuruk saja.

Experience Fisik Jauh Lebih Memorable

W18 15 Academy Records Jz04
Manhattan Sideways

Tapi, terlepas argumen logis tersebut, di saat yang sama gue mendorong kalian untuk coba mulai beli CD dan / atau kaset musik lagi sih.

“Loh gimana sih nih yang nulis plin-plan banget!” Sabar-sabar. Jangan sumbek pendek dulu ya he..he. Memang. Apalagi di zaman yang masih pandemi belum kelar-kelar ini, alangkah bijaknya jika Rp. 100.000 atau Rp. 150.000, kita belanjakan ke hal pokok.

Atau ya mungkin untuk cicil utang yang masih menumpuk he..he. Tapi kalau kamu memang mengaku “anak musik” dan memiliki pemasukan berlebih, ya mengapa tidak bukan?

JANGAN LEWATKAN •
3 Tingkatan Penggemar Anime di Jepang, Mulai dari Otaku sampai Hikikomori

Karena se-praktis-praktisnya dan segampang-gampangnya mendapatkan musik secara digital, ya tetap saja experience nya beda banget ketika memilikinya dalam bentuk fisik.

Memiliki bentuk fisik, sama saja kita bisa meng-koleksinya. Dan walau kini CD atau kaset (bagi kamu yang mungkin masih beli cassette tape), belum terlihat / terasa nilai koleksinya, tapi yakinlah, 10 tahun dari sekarang, nilai koleksimu akan dihargai jutaan.

Dan juga faktanya, tidak ada yang bisa mengalahkan kesan pertama kita ketika berada di dalam toko musik kecil itu, memegang CD atau plastik kasetnya, lalu pulang menyobek plastik dan memutarnya di player kita.

Memang cara tersebut sekarang terasa kuno. Tapi itulah yang akan terus membekas di ingatan. Mendengar atau mengunduh lagu secara online emang oke banget, praktis. Tapi ya gak akan ada experience-nya sama sekali.

JANGAN LEWATKAN •
Download Lagu MP3 DJ Remix Tik Tok Terbaru 2020 Full Album Lengkap dengan Video DJ Slow, DJ Opus Populer

Membantu Keeksistensian Toko Dan Pekerjanya

Toko Musik Duta Suara 151106223912 706
Republika

Faktor lain yang gak kalah penting kenapa kita kalau bisa tetap membeli CD dan kaset, ya membantu seluruh tokonya untuk tetap eksis. Kalau tokonya eksis, maka pekerja-pekerjanya juga bisa tetap mencari nafkahnya.

Memang untuk di masa pandemi sekarang masih susah untuk mewujudkan pernyataannya. Tapi ketika seluruh situasi nanti sudah normal kembali, dijamin poin ini nanti akan berlaku banget.

Kembali Lagi Ke Tren Hidup Saat Ini

2017 04 06 24732 1491474839. Large
The Jakarta Post

Tapi kalau dipikir lagi, sepertinya memang industri jual CD dan kaset musik saat ini, memang sudah sulit banget.

Kalaupun nantinya keadaan sudah normal lagi, tetap saja akan banyak lagi gerai-gerainya yang akan tutup. Karena ya itu tadi. Kebanyakan generasi sekarang lebih nyaman mengakses musik secara online.

Karena mereka memikirkan sisi ke-praktisan dan juga sisi ekonomisnya. Dan ya kalau mau lebih blak-blak lagi, generasi sekarang rata-rata adalah “generasi pemalas”. Dalam artian mereka gak mau ribet-ribet dalam hal apapun.

JANGAN LEWATKAN •
Penjualan Kaset Musik Sukses Dua Kali Lipat di Tahun 2020

Alhasil, hal inipun akan kian mematikan saja industri jual CD dan kaset musik baik di Indonesia, maupun seluruh dunia. Gue sendiri memang sekarang lebih banyak download / online.

Tapi hal tersebut lebih dikarenakan keterbatasan ekonomi yang gue alamin dalam 1 dekade belakangan. Kalau gue masih “kaya” seperti awal sampai akhir 2000an dulu, gue pasti beli CD musik original-nya even harganya 1 CD Rp. 2000.000.

Karena ya sekali lagi experience memiliki CD atau kaset fisik musik gak ada yang ngalahin hingga detik ini. Lagipula secara gak langsung, kita menguntungkan artis-nya bukan?

D26kst2xqaavutd
Twitter / Banquet Records

Ya, ya untuk 1 dekade belakangan, memang banyak band / solois yang mengambil keuntungannya dari hasil penjualan streaming / online nya. Tapi di saat yang sama, mereka juga masih butuh banget dengan hasil penjualan fisiknya.

Ya logikanya, ngapain hingga detik ini band / solois masih merilis albumnya dalam format CD dan kaset bukan?

JANGAN LEWATKAN •
Dua Lipa Akan Kolaborasi Bareng Madonna

Billie Eilish yang notabene vokalis generasi Z dan masih 19 tahun saja, merilis albumnya, When We Fall Asleep, Where Do We Go, dalam bentuk CD dan kaset. Walau memang ia juga merilisnya secara online.

Jadi kesimpulannya disini, yuk kalau memang masih diberikan kemampuan lebih dan, mengaku “anak musik”. Dengarkan lagu / album baru artis kesayangan melalui CD atau kaset. Dijamin akan lebih menguntungkan segala-galanya deh.

Tinggalkan Balasan

Avatar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.