Inilah 5 Ilmuwan Muslim yang Berhasil Temukan Teori Astronomi, Bumi itu Bulat atau Datar?

in ,
Ilmuwan Muslim Astronomi

Sebelum ada dua astronot Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansour dan astronot Malaysia Dr Sheikh Muszaphar Shukor bersumpah menyatakan Bumi itu bulat.

Pada belasan abad dulu ada beberapa ilmuwan muslim yang sudah melakukan penelitian. Ada seorang ilmuwan muslim yang bernama Al-Batani, beliau berhasil menentukan jumlah hari dalam setahun. Lalu ada Muhammad Taragai Ulugh Beg yang juga ikut berhasil menghitung kemiringan poros Bumi.

Nah kali ini Dafunda Tekno ingin bagikan sedikit biografi tentang 5 ilmuwan muslim yang dikenal sebagai astronom.

Inilah 5 Ilmuwan Muslim Yang Menjadi Astronom

1. Al-Battani

Beliau diperkirakan lahir pada 858 Masehi bertempat di Harran, Turki dengan nama asli yang cukup panjang yaitu ‘Abdullah Muhammad bin Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani. Keluarga beliau adalah penganut dari Sekte Sabian yang menyembah bintang sejak itu.

Perbedaan dari keyakinan itulah yang membuat seorang Al-Battani menjadi seorang muslim dan mempelajari ilmu astronomi atau perbintangan. Sudah banyak teori tentang astronom hasil karyanya. Seperti mengenai posisi bintang-bintang dalam tata surya.

Salah satu penemuan Al-Battani yang cukup terkenal adalah penentuan tahun matahari selama 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Salah satu karya tersebut dikenal sebagai sebutan al-Zig-al-Sabi dan sekarang sebagai ensiklopedia astronomi yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa.


2. Abdel Rahman Al-Sufi

Ilmuwan muslim astronom berikutnya memiliki nama lengkap yaitu Abd ar-Rahman bin Umar al-Sufi Abul Husayn. Beliau lahir di Rayy, Persia pada 5 Desember 903 M dan dikenal dengan sebutan nama Azophi.

Mulanya ia hanya menerjemahkan hasil karya para ilmuwan Yunani Kuno khususnya dibidang astronomi ke dalam bahasa Arab. Salah satu yang yang berhasil diterjemahkan adalah Almagest karangan dari Ptolomeus.

Disamping itu Al-Sufi juga ikut meneliti serta mengkaji pemikiran Ptolomeus. Salah satu karya yang terkenal adalah buku ‘Al-Kawakib As-Sabit Al-Musawwar’. Ia juga adalah seorang saintis pertama yang mampu menerangkan mengenai keadaan bulan dan galaksi.

3. Abul Wáfa al-Buzhgani

Ilmuwan muslim astronom selanjutnya bernama Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Yahya Ibn Ismail Buzjani atau dikenal dengan sebutan Abul Wáfa al-Buzhgani.

Beliau lahir di Nishapur, Iran ada 940 M. Sejak kecil ia senang mempelajari ilmu alam. Lalu ia juga belajar ilmu matematika khusus geometri. Ia juga mempelajari tentang pergerakan bulan sehingga salah satu kawah di bulan diberikan nama Abul Wafa.


4. Abū Ishāq Ibrāhīm Ibn Yahya Al-Zarqālī

Ilmuwan muslim astronom selanjutnya dikenal dengan nama Arzachel di Eropah Latin dan Azarquiel di Andalusia. Ia hidup antara tahun 1028 hingga 1087 M.

Beliau dikenal sebagai astronom sekaligus seorang ahli ilmu falak yang populer semenjak itu. Ia juga dikenal sebagai seorang pembuat peralatan dari logam yaitu perangkat seperti astrolabe yang disebut sebagai lembar ata Al-Zarkalah.


5. Muhammad Taragai Ulugh Beg

Ilmuwan muslim astronom terakhir adalah seorang raja di Samarkand, Uzbekistan yang hidup pada tahun 1394 hingga 1499 M. Walaupun seorang raja, ia juga suka menekuni ilmu pengetahuan.

Sejak tahun 1420 ia mengembangkan sebuah observatorium terbesar di Samarkand untuk mengobservasi planet-planet dan bintang-bintang. Sehingga kemampuan Ulugh Beg dapat menghitung kemiringan poros Bumi yang sangat akurat mendekati seperti ketetapan pengukuran di dunia modern.

Menurut hitungannya rotasi kemiringan poros Bumi sebesar 26.000 tahun. Lingkar Bumi juga diukur dan hasil yang didapat adalah 24.835 mil. Hanya meleset sedikit saja dari hasil yang diukur di jaman modern dengan peralatan canggih yaitu sebesar 24.906 mil.


Itulah beberapa ilmuwan muslim astronom yang berhasil menggali soal ilmu astronom sejak itu. Belasan abad yang dilalui oleh ilmuwan muslimb tersebut dalam meneliti pengerakan bulan, bintang hingga bumi. Sampai sekarang temuan mereka masih digunakan di dalam dunia ilmu pengetahuan modern saat ini.