Pendiri Instragram Ternyata Tidak Pernah Lagi Main Aplikasi Buatannya

in ,
Pendiri Instagram Yang Berhenti

Sudah tahu belum jika Kevin Systrom dengan rekannya Mike Kriger memiliki peran penting pada pengembangan Instagram. Nah jika memang belum tahu, sekarang sudah tahu kan?

Siapa sih yang tidak tahu aplikasi Instagram yang banyak digandrungi orang di seluruh dunia saat ini. Kamu pasti salah satu yang suka main aplikasi Instagram bukan? Nah tahu tidak jika ada kabar soal pendiri Instagram yang tidak pernah main lagi aplikasi buatannya itu.

Pendiri Instagram Kabarnya Tidak Pernah Lagi Main Instagram

Kevin sang pendiri Instagram sepertinya sudah lama tidak pernah main Instagram. Akunnya memang masih aktif, yang mana memiliki 7,9 juta follower. Tetapi sejak Mei 2018 atau bisa dibilang sudah lebih dari setahun sudah tidak ada lagi postingan atau foto baru di IG nya. Bisa jadi dia tengah berpuasa untuk mengakses media sosial atau hanya sekedar untuk mengintip saja.

Namun menurut Dafunda Tekno kutip dari Business Insider, dilihat dari Wayback Machine bahwa sebenarnya Systrom sebelumnya ada 14 foto yang dibagikan di akunnya sejak bulan Mei lalu. Lalu entah apa alasan ia kemudian menghapusnya.

Beberapa foto yang dihapus itu termasuk foto saat ia bicara di event Instagram, dimana pengumumannya keluar dari Instagram. Hingga menunjukkan Adam Mosseri sebagai pengganti jabatannya. Lalu foto terakhir yang dihapus adalah saat berpose di depan pesawat.

Alasan Systrom Keluar Dari Facebook

Sebagai informasi, Systrom minggat dari Facebook sejak September 2018. Sejak awal ia tidak memberikan komentar apa alasannya itu. Namun kemudian terindikasi adanya pertikaian dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg tentang masa depan Instagram.

Saat Facebook mulai diakuisisi pada 2012 senilai USD 1 miliar, Instagram hanya menjadi tempat berbagi foto saja dengan teman lainnya. Namun setelah tujuh tahun berjalan, Instagram sudah menjadi sebuah platfrom yang luar biasa. Selain berbagi foto, di Instagram sudah bisa juga berbagi video dan dijadikan sebagai ekosistem belanja.

“Saat anda ingin meninggalkan sesuatu, kadang ada yang tidak cocok dengan yang kamu lakukan itu. Atau ada perubahan dan hal lainnya. Hal tersebut tidak ada perasaan buruk sama sekali” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan