Bayangkan berdiri langsung di ruang sidang, menghadapi saksi, mencari celah dalam kesaksian, lalu meneriakkan “Objection!” dengan pengalaman yang lebih nyata. Itulah konsep yang ingin dibawa Capcom melalui proyek VR terbaru untuk Ace Attorney: Dual Destinies.
Franchise Ace Attorney selama ini menjadi salah satu seri investigasi paling unik di dunia game. Alih-alih mengandalkan pertarungan atau aksi cepat, seri ini mengajak pemain memecahkan kasus melalui penyelidikan, bukti, dan perdebatan hukum yang penuh kejutan. Wikipedia
Capcom Ubah Formula Klasik Ace Attorney Menjadi Lebih Dekat dengan Pemain

Versi VR dari Dual Destinies menawarkan kemungkinan baru bagi penggemar untuk merasakan dunia Phoenix Wright dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pemain tidak hanya melihat karakter berbicara di layar, tetapi dapat merasakan atmosfer ruang pengadilan secara lebih langsung melalui teknologi virtual reality.
Dual Destinies menjadi pilihan menarik karena game ini memiliki cerita penting dalam perjalanan seri Ace Attorney. Dirilis pertama kali pada Nintendo 3DS, game tersebut memperkenalkan kembali Phoenix Wright sebagai pengacara aktif sekaligus memperkenalkan Athena Cykes sebagai karakter utama baru dalam timnya. Wikipedia
Langkah Capcom menghadirkan Ace Attorney dalam format VR menunjukkan bagaimana perusahaan terus mencari cara baru untuk menghidupkan kembali franchise klasiknya. Setelah berbagai koleksi dan rilisan ulang, eksperimen VR ini menjadi pendekatan berbeda untuk memperkenalkan dunia pengadilan Phoenix Wright kepada generasi pemain baru.
Bagi penggemar lama, proyek ini menjadi kesempatan untuk kembali ke ruang sidang dengan pengalaman yang lebih modern. Sementara bagi pemain baru, ini bisa menjadi pintu masuk unik menuju salah satu seri investigasi paling berkarakter dalam sejarah video game.


Bales ke