Siapa sih yang nyangka kalau franchise yang umurnya udah lebih dari 30 tahun ini masih bisa ngasih kejutan? Waktu Pixar pertama kali ngumumin bakal ada kelanjutan dari Toy Story 4, nggak sedikit fans yang skeptis dan mikir, “Ah, palingan cuma mau perah duit nostalgia doang.” Apalagi ending film keempat kemaren rasanya udah perfect banget kan buat nutup perjalanan Woody.
Tapi buang jauh-jauh keraguan lo! Setelah resmi tayang secara global di bulan Juni 2026 ini, review film Toy Story 5 di berbagai belahan dunia sukses ngebuktiin kalau Pixar belum kehilangan sentuhan ajaibnya. Banyak kritikus yang sepakat kalau seri kelima ini justru ngasih petualangan yang paling lucu, sekaligus paling menguras air mata di sepanjang sejarah franchise mainan ini.
Biar lo nggak ragu buat beli tiket bioskop, yuk kita bahas lebih dalem lewat review film Toy Story 5 berikut ini!
Review Film Toy Story 5
Musuh yang “Relatable” Banget: Mainan vs Gadget!

Kalau di film-film sebelumnya geng Woody selalu berantem sama sesama mainan jahat (kayak Lotso atau Stinky Pete) atau anak nakal (Sid), kali ini musuhnya beda banget. Masalah utama yang harus dihadapin para mainan di Toy Story 5 adalah sesuatu yang super relatable di dunia nyata: Kecanduan Layar Gadget!
Yap, Bonnie sekarang udah makin gede dan dia mulai kehilangan ketertarikan sama mainan konvensional. Perhatiannya sekarang tersita penuh sama sebuah tablet canggih yang di dalemnya ada karakter AI bernama Lilypad. Konsep “Mainan Tradisional vs Teknologi” ini dieksekusi dengan sangat cerdas sama Pixar.
Banyak review film Toy Story 5 yang memuji gimana sutradara bisa ngebawa isu screen-time anak-anak zaman now ke dalem cerita tanpa kerasa lagi ngajarin atau ngegurui penontonnya. Konfliknya kerasa natural dan pastinya bikin banyak orang tua di bioskop ngerasa, “Wah, ini anak gue banget nih!”
Fokus Cerita Bergeser: Waktunya Jessie Bersinar!

Satu hal yang bikin Toy Story 5 kerasa beda dan fresh adalah pembagian porsi ceritanya. Kalau biasanya beban dunia selalu ada di pundak Woody, di film ini porsi sorotan utama justru lebih banyak jatuh ke Jessie si cowgirl.
Melihat dinamika baru di mana Woody harus belajar ngambil langkah mundur (step back) dan ngebiarin karakter lain yang mimpin itu refreshing banget. Apalagi Buzz Lightyear di film ini juga dapet porsi komedi yang jauh lebih nendang dibandingin film-film sebelumnya. Celetukan-celetukan khas Buzz yang kadang kelewat serius di situasi konyol dijamin bakal bikin satu bioskop ngakak parah.
Pertama Kalinya Dapet Rating PG!

Ada fakta menarik nih soal film ini. Toy Story 5 resmi jadi film pertama di franchise ini yang dapet rating MPAA PG (Parental Guidance), nggak seperti empat film sebelumnya yang selalu dapet rating G (General Audiences).
Jangan khawatir, film ini tetep aman banget kok buat anak-anak. Rating PG ini cuma gara-gara ada beberapa jokes dan elemen emosional yang mungkin butuh sedikit penjelasan dari orang tua. Justru, sentuhan emosional yang agak dark dan deep inilah yang bikin review film Toy Story 5 banyak yang nyebut film ini punya momen “bikin mewek” paling pecah. Pixar tahu persis gimana caranya mencabik-cabik hati penonton lewat nasib mainan yang mulai dilupakan pemiliknya.
Kesimpulan: Tontonan Wajib Tahun Ini!

Terlepas dari keraguan awal, Toy Story 5 berhasil membuktikan kalau sekuel ini beneran needed to exist (harus dibuat). Ini bukan cuma sekadar fan-service, tapi emang ada cerita yang penting banget buat disampein, terutama soal gimana generasi anak-anak sekarang tumbuh di era gempuran teknologi.
Overall, review film Toy Story 5 bisa dibilang sangat memuaskan. Visual animasinya nggak usah ditanya lagi cantiknya, komedinya on-point dan nggak garing, plus pesan moralnya ngena banget ke hati. Buat lo yang pengen ketawa lepas tapi siap sedia tisu buat nangis di akhir film, Toy Story 5 wajib banget masuk ke watchlist lo di bioskop!
Gimana menurut lo? Udah pada pesen tiket buat nonton aksi epic Woody, Buzz, dan Jessie ngelawan layar iPad ini? Coba drop pendapat atau pengalaman lo (tanpa spoiler ya!) di kolom komentar!
Review Summary
Konfliknya kerasa natural dan pastinya bikin banyak orang tua di bioskop ngerasa, "Wah, ini anak gue banget nih!"
Criteria
- Tema yang Sangat Relatable: Mengangkat isu "kecanduan gadget/tablet" pada anak-anak zaman sekarang. Isu ini bikin filmnya terasa sangat relevan dekat dengan realita dan nggak terkesan maksa.
- Sorotan Penuh untuk Jessie: Memberikan ruang bagi Jessie untuk memimpin petualangan ngasih warna baru yang fresh ketimbang selalu mengandalkan Woody.
- Komedi Buzz Lightyear yang Maksimal: Porsi humor Buzz di film ini disebut-sebut yang paling lucu dibanding film-film sebelumnya. Celetukannya sukses mengocok perut penonton dari berbagai usia.
- Pesan Emosional yang Deep: Pixar kembali membuktikan keahliannya mencabik-cabik hati penonton. Kedalaman emosional soal "dilupakan karena teknologi" sukses bikin momen ending-nya banjir air mata.
- Animasi Visual Kelas Dewa: Kualitas visual Pixar makin gila. Detail mainan tekstur tablet sampai pencahayaan ruangan terlihat sangat indah dan realistis.
- Menghancurkan "Ending Sempurna" Toy Story 4: Bagi banyak fans garis keras. perpisahan Woody di film keempat sudah sangat sempurna. Kehadiran sekuel ini sedikit mengurangi beban emosional perpisahan di film sebelumnya.
- Villain (Musuh) Kurang Mengancam: Tablet AI bernama "Lilypad" jatuhnya lebih ke arah "salah paham" ketimbang murni jahat. Kurang ngasih kesan merinding seperti Sid atau Lotso.
- Karakter Lama Mulai Tersingkir: Karena fokus cerita lebih banyak ke karakter inti dan masalah teknologi beberapa karakter mainan pendukung legendaris porsinya jadi sangat minim.
- Pacing (Alur) Agak Lambat di Tengah: Beberapa bagian di pertengahan film terasa sedikit lambat saat fokus menjelaskan interaksi antara mainan dan teknologi AI.


Bales ke