Electronic Arts (EA) mengambil langkah besar yang mengejutkan industri game dengan menutup BioWare, studio legendaris di balik seri Mass Effect dan Dragon Age. Keputusan ini juga mengakhiri pengembangan Mass Effect terbaru yang sebelumnya dipersiapkan sebagai kelanjutan dari trilogi orisinalnya.
Menurut laporan Space.com yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026, penutupan BioWare merupakan bagian dari restrukturisasi EA yang mencakup pemangkasan sekitar 400 karyawan atau 3% dari total tenaga kerja perusahaan. Sekitar 50 posisi di antaranya berasal dari BioWare.
Masa Depan Mass Effect Berubah Setelah BioWare Ditutup

Proyek Mass Effect terbaru telah dikembangkan sejak awal 2020-an. Namun, proses pengerjaannya berjalan lambat, terutama setelah Dragon Age: The Veilguard yang dirilis pada 2024 tidak memenuhi ekspektasi EA. Pengurangan jumlah staf membuat pengembangan game RPG fiksi ilmiah berskala besar tersebut semakin sulit dilanjutkan.
Menurut laporan yang sama, EA akhirnya memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut sekaligus menutup studio yang telah berkarya selama lebih dari tiga dekade. BioWare sebelumnya dikenal melalui berbagai game berpengaruh, termasuk Star Wars: Knights of the Old Republic, Mass Effect, dan Dragon Age.
Meski pengembangan game terbarunya dihentikan, waralaba Mass Effect belum sepenuhnya kehilangan masa depan. EA masih memiliki hak atas seri tersebut, sementara adaptasi serial live-action yang dikembangkan untuk Prime Video dilaporkan tetap berlanjut. Meski demikian, serial tersebut belum memasuki tahap produksi.
Di sisi lain, sejumlah mantan pengembang BioWare kini melanjutkan karier di studio baru. Archetype tengah menyiapkan Exodus, RPG fiksi ilmiah yang dijadwalkan hadir pada 2027, sedangkan Arcanaut mulai mengembangkan Star Wars: Fate of the Old Republic.
Penutupan BioWare menandai berakhirnya perjalanan salah satu studio paling berpengaruh dalam genre RPG, sekaligus menyisakan pertanyaan besar mengenai masa depan waralaba yang telah membangun basis penggemar selama puluhan tahun.


Membalas