8 Film Harry Potter Dari Yang Biasa Saja Hingga Yang Nyihir Banget

in ,
Film Harry Potter
Harry Potter | Warner Bros

Yuk mari kita ranking ulang adaptasi film live-action Harry Potter dari yang biasa aja hingga yang nyihir banget.

Gak memungkiri ketika adaptasi film pertama dari novel hit karya J.K Rowling ini, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone rilis tahun 2001, hidup kita semua langsung berubah 180 derajat. Bagaimana tidak? Harry Potter merupakan film bertemakan sihir yang sangat fun lagi adiktif.

Tidak hanya karena keseluruhan tampilan dunianya yang sangat fantasi lagi otherworldly, mantra-mantra, spesial efek, dan atribut-atribut imajinatif lain yang ditampilkan, juga sukses memukau kedua mata dan imajinasi kita.

Hogwarts Castle Harry Potter 166431
Hogwarts | Harry Potter Wiki

Dan yang gak kalah pentingnya lagi, filmnya juga sukses menampilkan kisah yang sangat enteng lagi asyik dicerna serta, performa brilian dari aktor-aktornya. Alhasil tak heran jika kemudian adaptasi ini menjelma menjadi salah satu franchise film yang sangat terkenal, klasik, lagi ikonik.

Sebenarnya kalau gue mau jujur banget, 8 adaptasi film Harry Potter keren semua. Tidak ada satupun yang mengecewakan. Kalaupun ada beberapa hal yang gak oke (flaws), tetap saja tidak membuat kita menjadi malas atau bahkan gak mau lagi film-film lainnya.

Berdasarkan pernyataan tersebut, maka ya guys sejujurnya berat banget untuk me-ranking ulang 8 film Harry Potter ini. Namun karena sudah merupakan “tugas kenegaraan”, berikut adalah 8 film Harry Potter dari yang biasa saja hingga yang nyihir banget tersebut.

Ingat daftar ini bersifat SUBYEKTIF PENULISNYA!

8. Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002)

Jujur gue agak bingung awalnya apakah untuk menempatkan film ini, Goblet of Fire, atau Order of the Phoenix. Karena 3 ini yang bisa dikatakan least favorite.

Tapi pada akhirnya adalah Chambers of Secrets yang masuk dalam posisi bontot ini. Entah kenapa bagi gue film ini ya biasa aja dan gak ada terlalu beda dengan film pertamanya.

Walau demikian, untungnya ada lumayan banyak aspek baru nan keren yang ditampilkan disini.

Pengungkapan bilik kamar rahasia (Chamber of Secrets), awal mula banget ketertarikan Ginny Weasley (Bonnie Wright) dengan Harry (Daniel Radcliffe), mobil terbang Weasley, Lucius Malfoy (Jason Isaac), Dobby the Elf (Toby Jones), dan tentunya guru “babang tamvan”, Gilderoy Lockhart (Kenneth Branagh).

Oh ya satu lagi, film ini juga menampilkan wujud manifestasi manusia asli (spesifiknya ketika masih muda), Tom Marvolo Riddle aka musuh bebuyutan Harry, Lord Voldemort.

7. Harry Potter and the Order of the Phoenix (2007)

Film Harry Potter selanjutnya adalah film kelimanya ini. Kalau mau jujur dan mentah banget, Order of the Phoenix gak lebih dari film yang dibuat khusus untuk menceritakan sejarah dan pembentukan kelompok Order of the Phoenix saja. That’s it. Makanya, agak boring sedikit filmnya.

Tapi untungnya, filmnya terselamatkan banget oleh pertempuran pertama (di dalam film HP) antara Voldemort (Ralph Fiennes) dan mantan profesornya, Albus Dumbledore (Michael Gambon), kematian Sirius Black (Gary Oldman) oleh sepupunya sendiri Bellatrix Lestrange (Helena Bonham Carter), dan kehadiran si profesor wanita menyebalkan, Dolores Umbridge (Imelda Staunton).

6. Harry Potter and the Goblet of Fire (2005)

Hampir 11-12 sedikit dengan Order of the Phoenix, Goblet of Fire menurut gue gak lebih dibuat untuk memperlihatkan sekaligus menjelaskan turnamen sihir keren, Triwizard Tournament.

Tapi ya untungnya memang keren turnamennya. Selain itu filmnya juga sukses menampilkan elemen misteri terkait siapa yang memasukkan nama Harry ke Goblet of Fire, dan tentunya, penampilan wujud asli perdana Voldemort yang sudah ditunggu sejak lama oleh seluruh Potterheads.

Oh ya, film ini juga menampilkan Robert Pattinson sebelum menjadi Edward Cullen di Twilight dan Batman di The Batman, memerankan rival sekaligus sahabat Harry, Cedric Diggory.

5. Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011)

Nah akhirnya kini kita masuk ke top 5. Dan sekali lagi susah banget-banget menentukan top 5-nya. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, adalah film penutupnya ini yang menempati posisi 5 nya.

Walau gak di posisi 3 besar, tetap saja Deathly Hallows Part-2, adalah salah satu film penutup franchise terkeren sepanjang masa. 

Mulai dari persiapan, pertengahan, hingga eksekusi pertarungan final antara Harry VS Voldemort, semuanya ditampilkan bagaikan sebuah pentas teater Shaksphere. Benar-benar elegan tapi tetap puncak.

Selain itu pertarungan finalnya juga terasa seperti pertarungan final franchise terbaik lainnya, Star Wars. Spesifiknya seperti pertarungan final antara Luke Skywalker VS Darth Vader di Star Wars Episode 6: Return of the Jedi (1983).

Oh ya hampir lupa, Deathly Hallows – Part 2 juga sukses melegakan rasa penasaran audiens / fans yang belum pernah baca novelnya. Spesifiknya, terkait keambiguan sikap Profesor Severus Snape (Alan Rickman) dengan Harry selama 7 film sebelumnya.

Jadi sebenarnya Snape itu jahat atau baik ya? Dan akhirnya terungkap kalau Snape selama ini harus berpura-pura keras dan jahat demi melindungi Harry yang merupakan putra kandung dari sosok yang ia cintai selama ini, Lilly.

Dan ketika hal ini terungkap gak memungkiri, membuat kita terkejut miris, bangga, pokoknya campur aduk dengan sosoknya.

4. Harry Potter and The Sorcerer’s Stone (2001)

Film yang memulai semuanya yang juga merupakan salah satu film pertama franchise terbaik sepanjang masa.

Dan gak heran. Karena sutradara Chris Columbus (Home Alone) bersama Rowling, sukses banget menghidupkan seluruh fantasi dan imajinasi yang ditampilkan dalam novel-nya.

Alhasil, membuat kitapun menjadi percaya kalau sihir itu memang ada dan tentunya dunia Hogwarts memang ada. Oh ya, belum lagi mantra-mantranya itu yang kini sudah sangat “khatam” di luar kepala.

Apabila kala itu Columbus dan Rowling gagal menghidupakn universe sihir ini, dijamin film Harry Potter hany bertahan hingga 2 film saja atau bahkan, hanya film ini saja.

3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004)

Terlepas filmnya menampilkan plot hole Sirius Black yang tadinya dikira jahat tapi ternyata baik terlebih, ia adalah ayah baptis Harry, secara keseluruhan Prisoner adalah salah satu film HP yang gue suka banget.

Selain merupakan debut Dementor, Prisoner juga menampilkan elemen dari genre film yang gue sukai, time-travel.

Dan sutradara Alfonso Cuaron (Gravity) yang sebelumnya belum pernah menyutradarai film ber-genre time travel dan juga belum pernah baca novel Harry Potter, bisa dikatakan sangat sukses dalam menampilkan elemen serta keseluruhan kualitas filmnya ini.

2. Harry Potter and the Half-Blood Prince (2009)

Menentukan antara film ini dan Deathly Hallows – Part 1 di 2 posisi puncak bagaikan memutuskan ingin makan ayam goreng KFC atau ayam goreng McD, sama-sama sulit karena sama-sama enak.

Namun pada akhirnya adalah Half-Blood yang menempati posisi runner-up. Walau demikian, film ini merupakan salah satu masterpiece dari adaptasi franchise ini. Dimulai dari film inilah, tone franchise HP berubah 180 derajat. Spesifiknya, tone-nya lebih depresif dan kelam.

Pernyataan ini kian terbukti dengan twist mengejutkan ketika Snape membunuh pentolan Hogwarts, Dumbledore. Alhasil, kala itu membuat Harry semakin yakin kalau Snape memanglah bukan sosok yang baik.

1. Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)

Dan inilah film Harry Pottter yang menurut gue paling nyihir. Pokoknya the best banget. Selain karena plot pemberantasan Horcrux nya yang mengasyikan, juga setelah sekian lama, melalui film inilah film Harry Potter terlihat dan terasa seperti film-film berat kualitas Oscar.

Tidak banyak menampilkan dialog tapi sangat efektif dan kita memahami banget apa yang terjadi dalam filmnya. Dan jujur tipe film seperti ini yang selalu gue suka. Karena menurut gue, terkadang kita gak musti selalu mengkomunikasikan secara verbal terkait dengan apa yang ingin kita sampaikan.

Dan contoh utama keren dari pernyataan tersebut ketika adegan filmnya yang menampilkan Harry dan Hermione (Emma Watson), tiba-tiba berdansa dengan penuh suka cita. Tanpa perlu mengeluarkan dialog, kitapun langsung paham dan miris emosional sendiri.

Spesifiknya melalui adegan tersebut, Harry ingin meyakinkan Hermione kalau Ron (Rupert Grint) akan kembali seperti semula dan, mereka semua pada akhirnya akan bisa melewati masa-masa kelam di Wizarding World-nya. Gokil bukan evolusi franchise Harry Potter ini.

Nah itulah tadi pembahasannya. Dari 8 film ini, film Harry Potter manakah yang merupakan favorit kalian?

JANGAN LEWATKAN •
Dekati Perilisan, Warner Bros. Bagi Lima Klip Baru Fantastic Beasts

Marvin Ciputra

7 Years working on various entertainment / lifestyle online media / website company

Graduated from STIKOM LSPR Jakarta

Entertainment savvy