Suka Bilang Film Indonesia Jelek, Kritikus Cine Crib Diancam Masuk Bui

in , ,
Kritikus Cine Crib Diancam Bui

Film Indonesia saat ini memang sedang berkembang dengan pesat. Banyak sudah film yang bisa dikategorikan bagus dan sangat direkomendasikan untuk ditonton. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa ada pula film buatan studio dalam negeri yang masih asal-asalan atau jelek.

Berbicara terkait film Indonesia, reviewer atau kritikus film tentu harus memberikan penilaian mereka secara jujur. Salah satu kritikus film ternama saat ini adalah Razak Syarif, anggota dari channel YouTube Cine Crib.

Dirinya memang sering memberikan review sesuai dengan yang dia rasakan. Jika memang ada film yang tidak bagus, dia akan mengungkapkan hal itu. Akhirnya hal ini berbuntut panjang setelah dirinya menerima pesan dari salah seorang pengacara senior terkait review jelek yang ia berikan untuk film-film Indonesia.


Diancam Hendak Diperkarakan ke Polisi

Lewat Twitter pribadinya, Razak memposting sebuah tangkapan layar dari pesan Instagram. Dia dan anggota lainnya di Cine Crib diancam hendak diperkarakan ke polisi terkait review jelek yang mereka tujukan kepada film lokal.

JANGAN LEWATKAN •
BincangShopee Angkat Tema 'Stories From Female SuperHero' di Indonesia Comic Con 2019

Dalam cuitan tersebut dia mengatakan, “Sebenarnya sering dapat DM begini dari para produser. Tapi kali ini ada seorang pengacara senior yang kirim.” Dia juga mempertanyakan apakah review yang diberikan penonton berpengaruh terhadap film tersebut, yang ternyata memang banyak film dengan review negatif tapi tetap dapat juataan penonton.


Tanggapan Joko Anwar

Tentu saja, cuitan ini cukup booming di kalangan pecinta film terkhususnya untuk yang mengikuti channel Cine Crib. Salah satu sutradara terbaik Indonesia, Joko Anwar akhirnya juga ikut berkomentar lewat akun media sosialnya.

Meretweet cuitan Razak, sutradara Gundala dan Perempuan Tanah Jahanam tersebut mengatakan, “Ini norak sih kalo ada yang kirim pesan kayak gini. Mau produser atau siapapun. Terlepas setuju atau nggak sama komentar atau cara penyampaiannya, ini usaha perampasan hak berpendapat. Cuek aja.”

JANGAN LEWATKAN •
Selamat Hari Film Nasional!!

Razak memang terkenal sering memberikan review secara frontal terhadap film yang jelek. Namun, itu merupakan haknya sebagai salah seorang yang sudah membeli tiket dan menonton film tersebut. Joko dulu juga sempat mengatakan bahwa jangan karena suatu produk buatan anak bangsa, berarti produk tersebut tidak boleh dikritik.


Nah, bagaimana menurutmu? Apa kalian tega melihat Razak dan teman-temannya dipolisikan karena review jelek terhadap film lokal? Jangan lupa share ke teman-temanmu ya!