Sebagian besar penggemar anime sering menunjukkan sikap skeptis terhadap adaptasi live action dari manga atau anime favorit mereka. Skeptisisme ini muncul karena banyak adaptasi live action yang belum berhasil sepenuhnya mengadaptasi cerita asli dengan akurat. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi live action terbaik yang gak kalah seru dari anime.
Live action adalah sebuah gaya produksi dalam dunia perfilman dan televisi yang menampilkan aktor-aktor manusia sesungguhnya, bukan animasi atau gambar yang digambar secara digital. Dalam live action, setiap adegan direkam dengan menggunakan kamera nyata, menangkap gerakan dan ekspresi asli para pemeran, sehingga menghasilkan kesan yang lebih realistis dan mendalam.
Rekomendasi Live Action yang Gak Kalah Seru dari Anime!
1. Alice in Borderland

Bagi mereka yang kurang familiar dengan anime dan manga, mungkin belum tahu bahwa Alice in Borderland berasal dari sebuah manga. Hal ini cukup wajar mengingat versi live action-nya justru lebih terkenal dan sukses dibanding animenya. Bahkan, banyak penonton yang justru mengenal anime tersebut setelah menyaksikan adaptasi live action-nya terlebih dahulu.
Serial Netflix ini merupakan hasil adaptasi dari manga dengan judul yang sama, karya Haro Aso. Dibintangi oleh Kento Yamazaki dan Tao Tsuchiya, cerita berfokus pada tokoh utama yang mendadak terpental ke dunia lain bernama Borderland. Di dunia tersebut, mereka dipaksa mengikuti permainan mematikan demi mempertahankan nyawa.
2. Rurouni Kenshin

Film Rurouni Kenshin patut diakui sebagai salah satu adaptasi live action terbaik yang pernah dibuat. Meski versi animenya sudah sangat terkenal di kalangan fans, seri live action ini menawarkan kualitas yang tak kalah mengesankan.
Tidak hanya koreografi pertarungannya yang lebih dinamis dan memikat, film ini juga berhasil menghidupkan nuansa zaman Meiji dengan cara yang sangat autentik dan nyata. Dengan Takeru Satoh sebagai pemeran utama, film ini mengikuti kisah seorang mantan pembunuh bayaran, Kenshin Himura.
Meskipun dikenal luas sebagai Hitokiri Battōsai yang ditakuti, Kenshin memutuskan untuk melepaskan kehidupan kelamnya dan memanfaatkan kemampuannya demi melindungi sesama. Namun, ia segera menyadari bahwa berdamai dengan masa lalunya serta dirinya sendiri jauh lebih sulit daripada yang pernah ia bayangkan.
3. Erased

Netflix berhasil memperbaiki kekurangan yang ada pada adaptasi anime dan film dengan menghadirkan versi serial yang tempo penyampaiannya lebih santai dan tidak tergesa-gesa. Alur cerita dalam serial ini lebih mirip pada versi manga, sehingga memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
Selain itu, serial ini menambahkan beberapa elemen yang tidak muncul di anime, seperti cerita latar belakang Gaku Yashiro serta menghadirkan ending yang lebih sesuai dengan sumber aslinya, berbeda dari versi anime yang agak menyimpang.
Cerita dalam seri ini berfokus pada Satoru Fujinuma, seorang pria yang memiliki kemampuan unik untuk memutar waktu demi mencegah terjadinya kecelakaan. Ketika dia menyaksikan ibunya dibunuh, secara tiba-tiba Satoru terlempar kembali ke masa saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Di masa lalu itu, Satoru berusaha mengungkap misteri pembunuhan berantai yang terjadi, dengan tujuan utama agar bisa menyelamatkan nyawa ibunya di masa depan.
4. Death Note

Selain versi animenya, Death Note juga hadir dalam format film seri, serial televisi, serta adaptasi film dari Netflix. Dari berbagai versi live action tersebut, penulis menyarankan agar fokus menonton tiga film pertama yang dirilis, yaitu Death Note (2006), Death Note: The Last Name, dan L: Change the World.
Walaupun masih ada dua lanjutan film dalam seri tersebut, jalan ceritanya sudah jauh berbeda dari versi manga aslinya. Di sisi lain, adaptasi film yang dibuat oleh Netflix justru menjadi yang paling buruk. Film ini bukan hanya menyimpang dari sumber cerita utama, tetapi juga menghilangkan esensi dari Death Note, yaitu pertarungan psikologis yang menjadi ciri khasnya.
Cerita Death Note berpusat pada seorang siswa jenius bernama Light Yagami yang secara tak sengaja menemukan sebuah buku ajaib bernama Death Note. Buku tersebut memiliki kemampuan mistis untuk menghilangkan nyawa seseorang hanya dengan menuliskan namanya di dalamnya.
Saat Light mulai memanfaatkan kekuatan kitab itu untuk menghapus para penjahat, dia pun harus berhadapan dengan L, seorang detektif unggulan yang terkenal di seluruh dunia.
5. Tokyo Revengers

Dibintangi oleh Takumi Kitamura, Tokyo Revengers bercerita tentang Takemichi Hanagaki yang menjalani hidupnya dengan penuh kekecewaan di masa dewasa. Suatu saat, ia menerima kabar mengerikan bahwa Hinata Tachibana, pacar pertamanya, telah menjadi korban pembunuhan oleh Tokyo Manji Gang, geng paling ditakuti di Jepang.
Saat sedang berada di jalur kereta dan hampir tertabrak, Takemichi tiba-tiba terlempar kembali ke masa-masa sekolahnya. Dalam kesempatan kedua ini, ia bertekad untuk melindungi Hinata dengan mengubah nasib dan menghentikan Tokyo Manji Gang agar tidak berubah menjadi geng yang kejam.
6. Your Lie in April

Cerita “Your Lie in April” mengikuti perjalanan seorang pianis bernilai tinggi bernama Kosei Arima. Meskipun memiliki kemampuan luar biasa, Kosei mendadak kehilangan kemampuan mendengar suara piano usai kepergian ibunya.
Setelah vakum dari dunia musik untuk waktu yang cukup lama, hidup Kosei mulai berubah total ketika ia bertemu dengan seorang pemain biola yang enerjik dan penuh semangat, Kaori Miyazono.
7. 5 Centimeters per Second

Diperankan oleh Matsumura Hokuto dan Takahata Mitsuki, film anime ini diadaptasi menjadi versi live action yang dijadwalkan rilis pada Oktober 2025. Namun, untuk penayangan di bioskop Indonesia, film tersebut baru akan hadir pada 30 Januari 2026.
Meskipun para penggemar sudah mengetahui bahwa 5 Centimeters per Second mengusung kisah yang penuh kesedihan. Ddaptasi live action ini mampu menghadirkan perasaan pilu yang sama di hati penonton. Versi live action tersebut tetap berhasil menyampaikan cerita yang tidak kalah menyentuh dibandingkan dengan film animenya.
Kisah dalam film ini berfokus pada Takaki Tono dan Akari Shinohara, dua sahabat yang telah bersama sejak masa kecil. Meskipun mereka berjanji untuk selalu tetap terhubung, takdir kadang membawa arah yang tak terduga.
Ketika mereka tumbuh dewasa, jarak fisik mulai memisahkan mereka. Namun, keduanya tetap meyakini bahwa suatu saat akan bertemu kembali. Sayangnya, tanpa disadari, hubungan mereka ini juga menimbulkan luka batin bagi masing-masing.



Bales ke