Berita TeknologiTekno

Heboh Isu Data Personal Pengguna Disebar Hacker, Bagaimana Jawaban IndiHome?

Minggu kemarin, warganet tengah heboh dengan pemberitaan adanya data pengguna layanan IndiHome yang bocor dan di jual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Data tersebut tidak hanya memuat user serta password saja. Bahkan kabarnya hingga data pribadi seperti Nomor Induk Keluarga, (NIK) dsb.

Lantas bagaimana jawaban pihak IndiHome atas pemberitaan tersebut? Melalui konferensi pers yang berlangsung Senin, 22 Agustus sore hari. SVP Corporate Communication and Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan. IndiHome telah melakukan investigasi dan mendapati bahwa data-data yang tersebar di situs tersebut bukan data pengguna IndiHome.

Pastikan Bukan Data Pengguna Yang Bocor

Kompas Konferensi Pers Indihome
Konferensi Pers Indihome | Kompas

Pada 21 Agustus siang hari, terdapat pemberitaan yang melaporkan jika sebanyak 26,7 juta data pengguna layanan IndiHome tersebar dan di jual oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dalam laporan tersebut, tidak hanya data seperti username dan password saja. Tetapi juga termasuk data pribadi pengguna.

Melalui konferensi pers yang di adakan 22 Agustus sore hari, IndiHome menyimpulkan bahwa pihaknya benar-benar memastikan jika data yang tersebar itu bukanlah data pengguna IndiHome yang valid.

“Siang ini kami sudah melakukan investigasi dari kemarin sore. Sampe dengan tadi pagi juga kami sudah crosscheck dengan pihak-pihak terkait di internal. Makanya hari ini kami sampaikan tidak ada terdapat record yang mengandung ID IndiHome yang valid,” ujar Ahmad Reza dalam konferensi pers tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi, data yang di jual di forum breached.to total berjumlah 26.730.790 record. Yang berisi riwayat pencarian serta data pribadi. Data-data yang dijual itu konon di ambil selama periode Agustus 2018 hingga November 2019.

Tidak Ditemukan Data Breach Selama Penelusuran

Cnbc Indihome
Indihome | Cnbc

Untuk meyakinkan jika bukan data penggunanya yang bocor. Ahmad Reza menuturkan jika mereka menemukan keanehan dari data tersebut. Pasalnya, tidak ada sistem di Telkom Indonesia yang menyimpan baik itu riwayat pencarian internet.

Begitu juga data pribadi pelanggan secara berdampingan. Dengan penyelidikan yang telah di lakukan, dia meyakini data yang bocor tersebut bukanlah data pelanggan IndiHome sebenarnya.

“Kesimpulannya, tidak ada sistem yang di-breach. Sehingga dapat di duga data yang tersebar di forum itu adalah hasil fabrikasi. Jadi fungsinya bukan sebagai email. Format telkom.net ini digunakan Telkom sebagai domain atau user ID IndiHome,” ungkapnya sambil menutup rangkaian konferensi pers.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment