Tekno AI

Dipasang Chip Sensor, Ini Bola Piala Dunia 2026

Canggih banget! Intip teknologi Adidas Trionda, bola Piala Dunia 2026 yang dilengkapi chip sensor 500Hz dan sistem anti-offside.

Dipasang Chip Sensor, Ini Teknologi Canggih di Bola Piala Dunia 2026
Komentar

Ajang sepak bola paling bergengsi di planet bumi, Piala Dunia 2026, tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain bintang. Turnamen akbar ini juga menjadi tempat pameran inovasi teknologi tercanggih di industri olahraga. Salah satu lompatan teknologi paling menarik perhatian terletak pada bola Piala Dunia 2026 yang bernama Adidas Trionda.

Jangan salah, bola resmi turnamen ini tidak lagi sekadar lapisan kulit dan udara biasa. Di balik desain estetiknya, Adidas Trionda menyimpan perangkat keras canggih yang dirancang khusus untuk mendongkrak akurasi keputusan wasit sekaligus meminimalkan kontroversi di lapangan hijau.

Pertanyaannya adalah, teknologi apa saja yang tertanam di dalamnya? Yuk, kita bedah tiga fitur cerdas penunjang pertandingan di bawah ini!

Teknologi Bola Piala Dunia 2026

Dipasang Chip Sensor, Ini Bola Piala Dunia 2026
Bola Piala Dunia 2026, Adidas Trionda. (Net)

1. Connected Ball Technology

Rahasia utama di dalam teknologi bola Piala Dunia 2026 ini adalah sebuah chip sensor gerak mutakhir bernama Inertial Measurement Unit (IMU). Sensor canggih ini ditempatkan secara khusus dengan cara digantung tepat di titik tengah rongga dalam bola, sehingga posisinya tetap stabil meski bola ditendang dengan sangat keras.

Faktanya mengejutkan, sensor pintar ini mampu menangkap dan memancarkan data pergerakan hingga 500 kali per detik atau setara frekuensi 500Hz secara real-time ke ruang kontrol. Lewat akurasi berbasis milidetik ini, komputer bisa membaca kecepatan laju, arah putaran (spin), trajektori terbang, hingga sentuhan sekecil apa pun yang terjadi pada bola.

Tingginya aktivitas pengiriman data ini tentu menguras daya listrik. Oleh karena itu, Adidas Trionda memiliki manajemen pasokan daya khusus di mana bola harus “dicas” atau diisi dayanya sebelum pertandingan dimulai. Pengisian daya ini memastikan seluruh sensor tetap bekerja prima tanpa interupsi sepanjang 90 menit laga berjalan.

2. Terintegrasi Langsung dengan Sistem VAR

Selama ini, wasit di ruang Video Assistant Referee (VAR) sering kali pusing saat harus menganalisis pelanggaran handball yang samar atau menentukan siapa pemain terakhir yang menyentuh bola dalam situasi kemelut di depan gawang. Tapi tunggu dulu, hal itu tidak akan menjadi masalah besar di Piala Dunia kali ini.

Sensor internal pada Adidas Trionda terhubung secara nirkabel dengan sistem VAR di stadion. Setiap kali ada kontak fisik yang mengenai permukaan kulit bola, sensor akan langsung menghasilkan sinyal getaran khusus dan mengirimkannya ke sistem komputer saat itu juga.

Grafik visual dari getaran benturan tersebut memberikan bukti ilmiah yang sangat akurat dan tidak dapat diperdebatkan. Wasit bisa langsung mengetahui momen temporal yang tepat serta titik kontak bola secara instan. Hasilnya, proses peninjauan potensi pelanggaran berjalan jauh lebih efisien dan hemat waktu.

3. Mendukung Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Menentukan posisi offside secara manual selalu menjadi tantangan paling kontroversial bagi perangkat pertandingan. Salah satu kendala terbesarnya adalah mendeteksi momentum tepat ketika bola pertama kali dilepaskan (point of release) oleh kaki si pengumpan.

Ini bagian yang paling menarik. Sensor 500Hz di dalam bola Piala Dunia 2026 sukses memecahkan kendala klasik tersebut. Chip pintar ini akan mengunci fraksi milidetik yang presisi ketika kaki seorang pemain menyentuh bola saat melepaskan sebuah operan krusial.

Setelah waktu tendangan dikunci digital oleh sensor bola, sistem kecerahan buatan (AI) komputer langsung mengombinasikannya dengan data posisi visual 3D dari seluruh pemain yang ditangkap oleh belasan kamera pelacak di sudut stadion. Dalam hitungan detik, sistem langsung menarik garis pembatas offside virtual yang sangat akurat.

Kehadiran Adidas Trionda membuktikan bahwa sepak bola modern kini sudah sepenuhnya menyatu dengan ekosistem digital demi menyajikan pertandingan yang adil dan transparan.

Sembari menikmati keseruan turnamen sepak bola terbesar ini, yuk perbarui wawasan gadget kamu dengan membaca ulasan perangkat olahraga pintar, tren teknologi AI terbaru, atau kumpulan tutorial teknologi seru lainnya hanya di Dafunda Tekno!

FAQ

Apa nama resmi bola Piala Dunia 2026?

Bola resmi yang digunakan untuk turnamen Piala Dunia 2026 bernama Adidas Trionda.

Mengapa bola Piala Dunia 2026 harus diisi daya (dicas) sebelum pertandingan?

Karena di dalam bola terdapat chip sensor gerak IMU 500Hz yang membutuhkan pasokan daya listrik baterai konisten agar bisa mengirim data pergerakan secara real-time sepanjang pertandingan.

Bagaimana bola Adidas Trionda membantu mendeteksi handball?

Setiap sentuhan pada kulit bola akan menghasilkan grafik gelombang getaran ke komputer VAR, sehingga wasit bisa membedakan dengan jelas apakah bola mengenai tangan pemain atau tidak.

Apa itu teknologi SAOT yang didukung oleh bola ini?

SAOT (Semi-Automated Offside Technology) adalah sistem pembatas offside semi-otomatis yang menggabungkan data waktu tendangan dari sensor bola dengan kamera pelacak posisi pemain 3D di stadion.

Follow Dafunda — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Tekno

ASUS dan ROG Raih 43 Total Penghargaan di Red Dot Design Awards 2026

10 Juli 2026 Alfryan Irgie 2 mnt baca

ASUS kembali menorehkan prestasi di ajang desain internasional bersama Republic of Gamers (ROG) di Red Dot Product Design Awards 2026. Dua entitas ini berhasil meraih 43…

Baca selengkapnya