Lockdown di India Berujung Malapetaka, PM India Minta Maaf ke Rakyat Miskin

in ,
Perdana Menteri India Narendra Modi
Perdana Menteri India Narendra Modi | AFP/Prakash SINGH

Ternyata kebijakan untuk melakukan lockdown suatu negara pada kondisi pandemi saat ini bukan solusi yang baik. Kita bisa lihat di negara yang sedang Dafunda Tekno bahas kali ini yaitu India. Perdana Menteri Narendra Modi harus minta maaf ke rakyat miskin India karena kekacauan yang ditimbulkan oleh lockdown.

Langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona malah menjadi pemicu kesengsaraan warga miskin. Lockdown yang dilakukan di India sudah berlangsung selama tiga minggu yang dianggap kurang persiapan. Sehingga lockdown membuat banyak para kaum miskin di kota-kota besar India tidak memperoleh pekerjaan, sehingga membuat membuat mereka kelaparan.

Sehingga mereka dengan jumlah ribuan memutuskan untuk pulang kampung halaman masing-masing, dan ini malah semakin beresiko menularkan wabah virus corona. Kekacauan tersebut timbul disebabkan alat transportasi tidak lagi beroperasi. Sehingga ada dari mereka memilih berjalan kaki ratusan kilometer untuk pulang ke kampung halaman.

JANGAN LEWATKAN •
Aplikasi Zoom Versi iOS Ternyata Diam-Diam Mengirim Data ke Facebook

India Lockdown, Perdana Menteri Modi Minta Maaf Kepada Warga Miskin

Pendana Menteri India Narendra Modi Minta Maaf Ke Rakyat Miskin
Pendana Menteri India Narendra Modi Minta Maaf Ke Rakyat Miskin | AFP/Prakash SINGH

Modi sudah meminta maaf kepada rakyat India karena kesulitan yang telah ditimbulkannya. Ia kini menyadari tindakan yang diambil bakal membuat buruk namanya di masyarakat.

“Pertama saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat. Warga miskin tentu bakal berpikir perdana menteri seperti apa ini, malah membuat kami dalam masalah besar.” ungkap Modi.

Berdasarkan hasil laporan lembaga think-tank Brookings, dari jumlah 1,3 miliar populasi di India. Ada 73 juta diantaranya adalah rakyat miskin. Dari sebagian banyak mereka mengecam keputusan yang diambil Modi, membuat mereka makin sengsara.

Kebijakan lockdown yang diambil oleh pemerintah India banyak yang mengecam

Para Buruh Menunggu Bus Di Pinggir Jalan Untuk Pulang Kampung Di Ghaziabad India
Para Buruh Menunggu Bus Di Pinggir Jalan Untuk Pulang Kampung Di Ghaziabad India | REUTERS / Anushree Fadnavis

Bahkan tanda tagar #ModiMadeDisaster menjadi trending di Twitter India pada Minggu 23/3. Kematian yang disebabkan oleh mudik juga tidak bisa dihindari. Pada sabtu sudah ada warga yang tewas terlindas truk ketika mereka berjalan kaki di negara bagian Maharashtra. Seorang pria pada sabtu juga meninggal dunia karena kelelahan berjalan kaki 200 kilometer untuk mudik.

JANGAN LEWATKAN •
Cara Memilih Kamera Thermal Untuk Mendeteksi Dini Covid-19

Modi juga bahkan menegaskan jika langkah lockdown memang dibutuhkan untuk mencegah wabah virus corona terus menyebar. Saat ini virus corona sudah menginveksi 1.024 orang yang menewaskan 27 orang di India.

Para Pekerja Migran Berjalan Kaki Sepanjang Jalan Raya Di Gajraula Bagian Utara Pradesh
Para Pekerja Migran Berjalan Kaki Sepanjang Jalan Raya Di Gajraula Bagian Utara Pradesh | REUTERS/Adnan Abidi

“Langkah yang diambil sampai sejauh ini memberikan India kemenangan dalam melawan corona” jelas Modi.

Pemerintah telah mengumumkan stimulus ekonomi USD 22,6 miliar sebagai bentuk bantuan langsung tunai atau berupa sembako bagi warga miskin India.

Namun menurut kacamata para ahli ekonomi, termasuk sebagai peraih Nobel Ekonomi 2019, Abhijit Banerjee dan Esther Duflo ini tidaklah cukup. Mereka mengatakan, pemerintah perlu menambah jumlah bantuan untuk para warga yang dimaksud.

“Apabila tidak, maka bola salju krisis bakal berubah menjadi longsor ekonomi, dan rakyat tidak punya pilihan selain membangkang” cetus mereka dalam opini di koran Indian Express.