Mau Saingi GoPay di Indonesia, Ini yang perlu Dihadapi Facebook

in ,
layanan pembayaran digital facebook
layanan pembayaran digital facebook | techcrunch.com

Rencana Facebook ingin menghadirkan pembayaran digital Facebook Pay ke Indonesia dan menyaingi Gopay dan lainnya. Namun ada beberapa resiko yang menghambat rencana dari media sosial raksasa itu.

Untuk aturan perlindungan data pribadi diwajibkan bagi layanan perbankan untuk mendapatkan izin pengguna sebelum menyimpan data para nasabah. Namun aturan tersebut belum bisa ditujukan melalui pembayaran digital melalui medsos.

“BI sebagai regulator tentu harus merumuskan dan memaksakan amandemen aturan guna melindungi para pengguna di Indonesia. Sebelum mengizinkan mereka (Facebook Pay) beroperasi” ungkap Wakil Presiden Investasi MDI Ventures, Aldi Adrian Hartanto seperti dikutip dari KrAsia.

Facebook Pay Memiliki Tantangan Berat Untuk Bisa Hadir di Indonesia

Selain itu Facebook juga belum memiliki riwayat yang cukup serius soal keamanan pribadi. Seperti kejadian kebocoran data Cambridge Analytica pada tahun-tahun lalu. Apalagi kalau ada laporan terbaru perusahaan keamanan siber mengatakan ada sejumlah 267 juta data pengguna Facebook yang dicuri. Lalu dijual sekitar Rp 9 jutaan di situs ilegal.

JANGAN LEWATKAN •
Merinding, Beginilah Suara Seorang Kakek lantunkan Al’Quran ini Bikin Hati Bergetar!

Walaupun demikian, jika memang Facebook nanti berhasil menerapkan layanannya Facebook Pay di Indonesia. Hartanto menilai bakal memberikan manfaat kepada industri digital di tanah air. “Karena kini banyak dari masyarakat yang paling tidak ada satu aplikasi ekosistem Facebook yang digunakan” jelasnya.

Kehadiran Facebook Pay Tentu Ada Nilai Positif dan Negatif

Tidak hanya itu saja, nantinya Facebook Pay ini juga bakal berdampak positif bagi bisnis iklan. Pasalnya jika Facebook mendapat izin untuk menyimpan data pengguna. Maka nanti platform dapat menyimpan soal metode pembayaran, waktu transaksi hingga penagihan yang bisa meningkatkan relevansi iklan di seluruh aplikasinya.

Lalu jika memang Facebook Pay berhasil mendapat izin dari BI, maka ini bakal jadi sistem pembayaran digital internasional kedua di Indonesia setelah ada WeChat Pay.

Layanan pembayaran yang cuma bisa digunakan oleh wisman China yang datang ke Indonesia itu sudah mendapat izin BI pada Januari 2020 lewat kemitraan dengan CIMB Niaga.

JANGAN LEWATKAN •
Facebook Mengakuisisi Layanan Cloud Gaming Untuk Bersaing Dengan Google Stadia?

Lalu bagaimana dengan pendapatmu, apakah layanan Facebook Pay ini bakal berguna di Indonesia? atau malah bisa membawa petaka buruk bagi industri di Indonesia. Yuk berikan pendapatmu melalui kolom komentar di bawah ini.