Memilih laptop di rentang harga Rp8 jutaan ternyata bukan perkara sederhana, terutama ketika perangkat itu harus menemani hari yang berpindah dari kantor ke kafe, lalu berakhir di kamar sambil mengejar tenggat.
Dua nama yang belakangan sering bersebelahan di daftar pertimbangan adalah Infinix XBook 14 Neo dan Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRU8. Keduanya sama-sama berlayar 14 inci, sama-sama berjalan di Windows 11 Home, dan sama-sama membawa sertifikasi military grade. Namun begitu lembar spesifikasi dibuka berdampingan, perbedaannya terasa cukup jelas, dan sebagian besar justru berpihak pada pendatang dari Infinix.
Setelah menelusuri detail per detail, ada tiga hal yang paling terasa membedakan pengalaman memakai keduanya: bobot dan bahan bodi, kualitas serta rasio layar, lalu daya tahan plus kelengkapan yang didapat untuk setiap rupiah yang dikeluarkan. Berikut ulasannya.
Bobot 1,2 Kg dan Bodi Metal yang Lebih Enak Dibawa
Hal pertama yang langsung terasa saat laptop masuk tas adalah bobotnya. Infinix XBook 14 Neo tercatat 1,2 kg, sementara Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRU8 berada di 1,37 kg. Selisih 170 gram mungkin terdengar kecil di atas kertas, tetapi berbeda cerita ketika tas harus digendong sepanjang perjalanan commuter line, dinaik-turunkan tangga stasiun, lalu dibawa berjalan lagi ke lokasi liputan atau meeting. Di titik itulah setiap gram mulai punya arti.
Dimensinya pun mendukung kesan ringkas tersebut. XBook 14 Neo berukuran 314,2 x 219,7 x 17,4 mm, sedikit lebih pendek dan lebih tipis dibanding IdeaPad Slim 3 yang berada di 324,3 x 213,8 x 17,9 mm. Bodi yang lebih pendek membuatnya lebih mudah masuk ke tote bag berukuran sedang, bukan hanya ke tas laptop khusus. Selain itu, Infinix memakai material A metal pada bagian penutup dengan rangka BCD berbahan plastik, sementara Lenovo mengandalkan konstruksi plastik. Sentuhan metal ini membuat kesan rapuh berkurang dan tampilannya terlihat lebih mahal dari harganya.
Tidak berhenti di sana, sisi personalisasi juga lebih terbuka. Infinix menawarkan pilihan warna Purple, Blue, dan Grey, sedangkan Lenovo menyediakan Abyss Blue dan Arctic Grey yang terasa lebih konservatif. Bagi siapa pun yang memandang laptop sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari, opsi ungu jelas menjadi pembeda yang menyenangkan. Ditambah slot Kensington Lock yang tersedia di XBook 14 Neo namun tidak ada di IdeaPad Slim 3, laptop ini lebih aman ditinggal sebentar di coworking space.
Layar IPS 16:10 yang Lebih Lega untuk Kerja dan Hiburan
Perbedaan kedua, dan mungkin yang paling berdampak pada kenyamanan harian, ada di panel layar. Infinix XBook 14 Neo memakai panel IPS, sementara Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRU8 masih menggunakan panel TN. Konsekuensinya cukup nyata: panel IPS memberikan sudut pandang jauh lebih luas dan warna yang lebih stabil, sedangkan panel TN cenderung berubah warna begitu kepala bergeser dari posisi tengah. Saat layar dipakai berdua untuk meninjau materi presentasi, perbedaan ini langsung terasa.
Rasio aspeknya juga berbeda. XBook 14 Neo hadir dengan rasio 16:10 beresolusi 1920×1200, sedangkan IdeaPad Slim 3 memakai 16:9 dengan resolusi 1920×1080. Tambahan 120 baris piksel secara vertikal itu terdengar teknis, tapi efek praktisnya besar: lebih banyak baris teks terlihat sekaligus saat menyunting artikel, lebih sedikit gulir saat membuka spreadsheet panjang, dan lebih lapang saat dua jendela dibuka berdampingan. Bagi pekerjaan berbasis dokumen, layar yang lebih tinggi seperti ini menghemat waktu tanpa perlu monitor tambahan.
Keduanya memang sama-sama berada di refresh rate 60Hz dengan cakupan warna 45% NTSC, sehingga tidak ada yang benar-benar ditujukan untuk kerja warna profesional. Namun kombinasi IPS dan rasio 16:10 tetap menempatkan Infinix satu langkah di depan untuk konsumsi konten maupun produktivitas. Menonton serial favorit di malam hari pun terasa lebih nyaman karena warna tidak pudar saat layar dilihat sambil berbaring menyamping.
Baterai 55 Wh, Tiga Port USB, dan Harga Lebih Bersahabat
Aspek ketiga menyangkut daya tahan dan kelengkapan. Kapasitas baterai XBook 14 Neo mencapai 55 Wh, lebih besar dibanding 47 Wh milik IdeaPad Slim 3. Keduanya sudah mendukung pengisian 65W, tetapi Infinix melangkah lebih jauh dengan pengisian melalui Type-C, sementara Lenovo masih mengandalkan adaptor AC. Artinya, satu charger USB-C berdaya cukup bisa dipakai bergantian untuk laptop dan ponsel, sehingga isi tas menjadi lebih sederhana saat bepergian.
Dari sisi konektivitas, Infinix menyediakan tiga port USB 3.2 Type-A berbanding dua port pada Lenovo, ditambah satu Full Function Type-C, HDMI 1.4, dan audio combo jack di kedua perangkat. Bluetooth-nya pun sedikit lebih baru, yaitu BT 5.2 dibanding BT 5.1, meski keduanya sama-sama memakai Wi-Fi 6. Untuk privasi, XBook 14 Neo memakai saklar on/off kamera yang memutus kamera secara fungsional, pendekatan yang terasa lebih meyakinkan dibanding penutup fisik pada IdeaPad Slim 3. Kapasitas memori DDR4 hingga 16 GB juga memberi ruang lebih bagi yang gemar membuka banyak tab sekaligus.
Yang terakhir, soal harga. Infinix XBook 14 Neo dibuka dari Rp7.999.000 untuk varian Core i3 dengan 7 GB memori dan SSD 256 GB, lalu Rp8.999.000 untuk konfigurasi 8/512 GB, dan Rp10.490.000 untuk varian Core i5-1335U 8/512 GB. Sementara itu, Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRU8 dipatok Rp8.999.000 untuk konfigurasi 8/256 GB dengan harga online sekitar Rp9.499.000. Dengan kata lain, pada rentang harga yang sama, Infinix menawarkan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar sekaligus layar dan baterai yang lebih baik. Bila prioritasnya adalah laptop ringan, layar nyaman, dan nilai terbaik per rupiah, XBook 14 Neo layak berada di urutan teratas daftar pertimbangan.


Bales ke