Valve Banned Lebih Dari 40.000 Player Yang Lakukan Pelanggaran Saat Matchmaking

in , , ,
Dota 2

Hampir semua Gamers mengetahui permainan Dota 2, game yang dikembangkan oleh Valve tersebut memiliki ratusan ribu yang aktif setiap bulan. Memiliki banyak pemain, tentu saja tidak semuanya bermain dengan bersih dan jujur, ada saja player yang ingin menang dengan cara curang.

Untuk mengatasi itu semua, valve telah lama berperang melawan pemain yang curang, entah yang menggunakan program illegal maupun pemain yang memanfaatkan bug yang terdapat pada game tersebut.

Valve Banned 40.000 Pemain Yang Melakukan Pelanggaran Saat Matchmaking

Dota 2 Banned

Valve mengumumkan bahwa mereka telah mem-banned 40.000 pemain yang menyalahgunakan ‘Matchmaking’, namun masih belum jelas apa artinya itu. Saat ini, valve belum memberikan penjelasan tentang apa yang menyebabkan mereka mem-banned banyak pemain dalam seminggu ini.

Dalam Dota 2, terdapat istilah aneh seperti ‘Smurfing’ dan ‘Boosting’ yang mencurigakan. Kedua nama tersebut menjadi topik hangat dalam bahasan di Komunitas Dota 2. Akun Smurf merupakan akun baru yang dibuat oleh pemain berpengalaman sehingga dapat melakukan ‘match’ dengan pemain yang belum berpengalaman.

Istilah ‘Boosting’ mengacu pada praktik dimana akun dinaikan ke peringkat yang lebih tinggi oleh pihak ketiga, seperti seseorang yang membayar orang lain untuk menaikkan peringkat dari akun tersebut.

Pada Dota 2, untuk membuka mode ‘ranked’ pemain diharuskan untuk menghabiskan waktu 100 jam bermain, kebanyakan orang mencari jalan yang mudah dengan membeli akun ‘smurfed’ atau membayar pihak ketiga untuk meningkatkannya.

Bukan Pertama Kali, Valve Sering Banned Pemain Yang Melakukan Kecurangan

300px Ban Example

Berita yang mengejutkan itu bukan pertama kalinya, ternyata pada Januari 2019 lalu, valve telah mem-banned sekitar 17.000 akun yang diduga melakukan kecurangan ‘Matchmaking’. Pada bulan september 2019, valve telah memberikan informasi apa saja yang tidak boleh alias dilanggar, termasuk ‘Smurfing’ dan ‘Boosting’.

Bersamaan dengan itu, Valve mengumumkan pembaharuan yang dinamakan ‘Anti Smurfing’, di mana pembaharuan tersebut akan memberantas ‘boosting’ yang dapat merugikan pemain lain saat pertandingan berlangsung.

Tinggalkan Balasan