War Fantasy merupakan game horor psikologis FPS yang dikembangkan oleh Nathan Tran, mantan developer Call of Duty. Setelah dikerjakan secara solo selama sembilan tahun, game ini hadir dengan konsep yang berbeda dari shooter perang pada umumnya.
War Fantasy menggabungkan elemen video game perang dengan gambaran konflik nyata untuk mempertanyakan hubungan antara hiburan, kekerasan, dan industri militer.
Sekilas tentang War Fantasy
Dalam game ini, pemain tidak berperan sebagai pahlawan perang. Sebaliknya, kamu ditempatkan di sebuah fasilitas latihan militer yang terus berulang tanpa akhir.
Setiap tindakan, tembakan, hingga keputusan pemain akan dicatat dan dianalisis oleh sistem yang bertujuan membentuk seorang prajurit tanpa pertanyaan. Suara komandan akan terus memberikan instruksi sekaligus mengawasi perkembangan pemain.
Dunia War Fantasy juga dirancang dengan lingkungan yang surreal dan membingungkan. Koridor dapat berputar tanpa akhir, simulasi latihan terasa tidak memiliki jalan keluar, sementara fasilitas industri militer terus membentang secara tidak masuk akal. Elemen tersebut membuat pemain perlahan mempertanyakan batas antara simulasi dan kenyataan.
Fitur Utama War Fantasy

- Narasi Gelap Bercabang. Cerita dapat berubah dan terus berulang berdasarkan perilaku pemain.
- Dunia Surreal. Jelajahi lingkungan yang dapat berubah, runtuh, dan tersusun kembali.
- Persenjataan Modern. Gunakan senjata api, drone, dan teknologi masa depan dengan detail realistis.
- Sistem Pengawasan. Setiap tindakan pemain direkam dan dapat digunakan oleh sistem untuk memengaruhi perjalanan.
- Misteri Sistem. Ungkap struktur di balik fasilitas yang menjebak karakter utama dan cari jalan untuk keluar.
Dengan pendekatan anti-war game dan tema psikologis yang kuat, War Fantasy menawarkan pengalaman FPS yang lebih reflektif daripada sekadar aksi. Game ini dijadwalkan hadir untuk PS5, Xbox Series X|S, dan PC.
Baca Juga:



Bales ke