MovieReview Film

Review Top Gun: Maverick: 3 Dekade Maverick Yang Masih Sangat Badass di Atas Udara

Review Top Gun: Maverick ini tidak mengandung SPOILER sama sekali.

Gue adalah salah satu dari sekian banyak audiens dan fans yang tumbuh dengan film Top Gun (1986). Ya memang ketika film ini rilis, gue baru lahir. Tapi tentunya gue kemudian menyaksikan film yang meroketkan nama dan karir Tom Cruise (Mission: Impossible) ini di televisi.

Dan semenjak menyaksikan filmnya, gue langsung suka dengan film yang naskahnya ditulis oleh Jim Cash dan Jack Epps Jr. (Dick Tracy) ini. Selain memang gue adalah fanboy Cruise, juga ya film drama action aviasi ini, memang seru banget.

Juga tak ketinggalan, kedua soundtrack-nya: ‘Danger Zone’ dari Kenny Loggins dan ‘Take My Breath Away’ dari Berlin, yang tak memungkiri, merupakan dua soundtrack film paling ikonik sepanjang masa.

Sekuel Yang Sangat Diantisipasi

Nah berdasarkan seluruh pernyataan tersebut, maka gak heran jika gue dan fans Top Gun orisinil lainnya sangat mengantisipasi sekuel ini. Namun memang, pada saat yang sama, rasa was-was tak memungkiri juga sangat menghantui.

Karena gue takutnya film ini hanyalah sekedar rekuel atau remake/reboot sekuel yang menguatkan pada remake-nya ketimbang sekuelnya. Tapi ya pada akhirnya gue mencoba berpikiran positif dan terbuka saja.

Dan yap melalui paragraf pembuka dari review Top Gun: Maverick ini, bisa gue katakan dengan sangat bangga. Bahwasanya, pikiran terbuka sekaligus positif tersebut, faktanya memberikan hasil positif yang sangat memuaskan banget.

Serupa Tapi Tidak Sama

review top gun: maverick
Paramount Pictures

Bagi kamu yang mungkin belum pernah nonton film pertamanya. Akan sedikit kebingungan jika langsung menyaksikan Top Gun: Maverick ini. Namun jangan khawatir, karena awal pembukaan filmnya, akan menampilkan tulisan penjelasan apa itu makna dari judul Top Gun.

Mungkin bagi kalian yang seperti gue sudah menyaksikan filmnya, akan langsung berkata, “loh kok seperti pembuka film pertamanya dulu?” Memang iya guys. Bahkan setelahnya adegannya lanjut dengan adegan pesawat tempur yang sedang bersiap untuk lepas landas lengkap dengan iringan lagu ‘Danger Zone’-nya.

Baca juga:  Mission: Impossible Dapat Judul Resmi Fallout, Ini Penjelasan Sutradara McQuairre

Namun walau pembukanya sedikit copy-paste pembukaan film orisinilnya. Untungnya setelahnya sekuel ini memiliki plot dan juga treatment-nya layaknya sebuah sekuel. Walau memang filmnya juga masih menampilkan beberapa re-kreasi dan juga modifikasi beberapa adegan klasik film pertamanya dulu.

Maverick Adalah Instruktur Top Gun

review Top Gun: Maverick
Tom Cruise sebagai Pete Mitchell aka Maverick | Paramount Pictures

Tapi untuk kesekian kalinya gue tekankan bahwa terlepas banyak menampilkan adegan homage/tribute klasik film pertamanya. Plot sekuelnya ini memanglah lanjut pada posisi/situasi Pete Mitchell alias Maverick (Cruise) 36 tahun kemudian.

Kini Maverick menjadi seorang test pilot bagi angkatan laut Amerika Serikat. Namun walau sudah memiliki posisi keren dan tentunya sudah jauh lebih uzur dari film pertamanya. Maverick tetaplah Maverick.

Ia seperti pada film pertamanya, masih suka mencari ketegangan adrenalin tingkat tinggi di udaranya. Yang alhasil, membuatnya kerap dimarahi oleh atasannya.

Dan pada sekuel ini setelah menghancurkan pesawat hypersonic Darkstar gara-gara ia ingin mencari tahu seberapa tinggi maksimal kecepatan pesawatnya, iapun lantas dimarahi lagi-lagi oleh atasannya. Namun pada sekuel ini, atasannya adalah Laksmana angkatan laut A.S, Chester Cain alias Hammer (Ed Harris).

Namun untungnya Hammer tidak memecat Maverrick atau memberikan tuntutan apapun. Yang ada, ia lebih memilih untuk Maverick balik ke sekolah aviasi tempur angkatan lautnya dulu, Top Gun. Namun bukannya balik belajar lagi, Maverick kini menjadi instruktur sekolahnya.

Melatih Anak Sahabat Karibnya Sendiri

review top gun: maverick
Miles Teller sebagai Bradley Bradshaw aka Rooster | Paramount Pictures

Nah sesampainya disana, Maverick mendapatkan mandat untuk melatih grup murid baru yang akan mengendarai pesawat jenis F/A-18E/F Super Hornet.

Dan ternyata salah satu muridnya adalah putra kandung sahabat lamanya, Nick “Goose” Bradshaw (Anthony Edwards), Bradley atau yang memiliki kode nama “Rooster” (Miles Teller). Nah bagi kita yang menyaksikan film orisinilnya, kita tahu kalau Goose dan Maverick sangat dekat.

Sehingga ketika Goose tewas dalam salah satu sesi pelatihan tempurnya, Maverick benar-benar terpukul. Dan dalam sekuelnya ini rasa bersalah dan kangennya terhadap Goose tersebut masihlah terlihat jelas.

Sehingga gak heran jika iapun melakukan berbagai cara agar Rooster tidak mengikuti jejak ayahnya. Walau maksudnya baik, tapi hal inilah yang justru membuat Rooster menjadi sebal banget dengan Maverick.

Baca juga:  Tom Cruise Mati di Trailer Perdana The Mummy, Bagaimana Dia bisa Hidup Kembali?

Namun keduanya harus segera mencari cara agar bisa berbaikan kembali. Pasalnya, keduanya beserta murid Top Gun lainnnya akan melakukan misi pengeboman terhadap negara lain yang melakukan perluasan dan pemberdayaan pada instalasi pembangkit uranium secara ilegal.

Lalu apakah keduanya bisa membereskan semua masalah pribadi antara mereka sebelum menjalani misi penyelamatan dunianya tersebut?

Sekuel Yang Sangat Emosional

8b461622 B467 4c5d A239 Bca3056e0953 Tgm Ff 136r
Val Kilmer sebagai Iceman | Paramount Pictures

Nah seperti yang gue katakan pada paragraf sebelumnya, pada dasarnya Top Gun: Maverick adalah rekuel. Tapi untungnya film ini lebih mengedepankan sekuelnya. Yang mana sekali lagi seharusnya memang seperti ini sebuah rekuel.

Bisa kita katakan Top Gun: Maverick ini seperti film rekuel yang juga rilis pada awal tahun 2022 ini, Scream alias Scream 5. Selain itu aspek lain yang membuat Top Gun: Maverick ini keren banget adalah aspek emosionalnya.

Lumayan banyak adegan yang mengedepankan aspek ini terutama pada setiap adegan Maverick melihat dan berinteraksi dengan Rooster.

Dan juga (bukan spoiler lagi sih ini) ketika adegan interaksi Maverick dengan mantan rival di film pertamanya yang kini di filmnya diperlihatkan sudah tidak bisa berbicara dan sakit keras, Tom Kazansky alias Iceman (Val Kilmer). Pokoknya gue yakin mau kamu se-macho apapun. Kamu bakalan menitikkan air mata deh.

Adegan Action Aviasi Yang Masih Konsisten

Top Gun Maverick 2
Paramount Pictures

Selain faktor dramatis emosionalnya tersebut. Aspek lain yang membuat Top Gun: Maverick sangat enjoyable adalah adegan aksi aviasinya yang masih seru dan konsisten.

Walau demikian entah mengapa kalau menurut gue, adegan action film ini tidak seintens seperti di film pertamanya. Sekali lagi jangan salah sangka. Adegan action aviasi film ini ini masih seru. Apalagi ketika adegan melakukan misi pembomannya.

Tapi bagi gue tingkat keintensitasannya dan gregetnya masih lebih gokil film pertamanya. Dan ya bagi gue pribadi hal ini sedikit menyedihkan. Padahal ketika menyaksikan setiap adegan action dalam film pertamanya, rasa tegang serta rasa serasa sedang ikut dalam setiap misi tempurnya sangatlah terasa. Dan juga entah mengapa bagi gue sound mixing dan editing dalam sekuel ini juga gak begitu terasa.

Baca juga:  Apakah Review Bisa Jadi Tolok Ukur Pasti Untuk Menikmati Sebuah Produk Hiburan?

Tapi memang bisa juga karena sound system dari bioskopnya. Tapi apabila memang banyak juga dari kalian yang merasakan hal serupa. Maka fix kalau aspek sound dalam film orisinilnya memang masih jauh lebih “nendang” dari sekuelnya ini.

Cruise Si Tua-Tua Badass

1118full Top Gun Maverick Screenshots
Paramount Pictures

Namun untungnya beberapa kekurangan tersebut, masih tertutupi oleh penampilan gokil seluruh aktornya. Terutama tentunya adalah si Maverick sendiri, Tom Cruise. WOW! Aktor yang pada bulan Juli ini nanti genap berusia 60 tahun ini, masih badass dan gila saja.

Perlu kamu ingat seluruh adegan pesawat tempur dalam film ini dilakukan hampir sebagian besar secara praktikal atau sungguhan. Jadi dengan kata lainnya lagi, Cruise adalah yang menerbangkan dan melakukan seluruh berbagai manuver modifikasinya itu.

Pokoknya ya Cruise benar-benar masih adrenaline junkie banget. Mungkin sampai umur 80 tahun nanti pun, ia akan masih melakukannya. Namun bukan berarti pada aspek dramatisnya ia malah menjadi melempem.

Justru akting dramatisnya inilah yang menjadi salah satu penyebab utama kita menitikkan air matanya. Chemistry-nya dengan Teller juga keren banget. Teller sendiri juga merupakan pilihan yang tepat untuk memerankan Rooster.

Ia masih intens, intimidatif, dan keren. Ya kalau kamu pernah atau bahkan fans Teller pasti paham deh. Melihat performanya ini, ya gue adalah salah satu yang setuju kalau nantinya Hollywood memutuskan untuk membuat film solo/spin-off Rooster-nya.

Rekuel Terbaik Yang Sangat Layak Tonton

Alhasil berdasarkan seluruh penilaian tersebut. Maka yang bisa kita simpulkan dari review Top Gun: Maverick ini adalah film ini merupakan salah satu rekuel terbaik.

Hal ini karena film ini maish menitikberatkan ke sisi/aspek sekuelnya daripada reboot/remake-nya. Sehingga membuat mereka yang fans veteran tidak merasa dikecewakan karena filmnya yang sekedar untuk nostalgia saja.

Ya memang banyak momen re-kreasi adegannya yang membuat nostalgia. Tapi secara keseluruhan film ini tetaplah melanjutkan kisah dari film pertamanya. Filmnya tetap berfokus pada sosok Maverick 35-36 tahun kemudian.

Namun ya apabila kamu adalah generasi kekinian dan belum menyaksikan film pertamanya, mungkin kamu akan sedikit bingung. Tapi gue yakin kamu masih bakalan suka sih.

Memang ada baiknya sebelum nonton film ini, kamu nonton dulu saja film pertamanya agar bisa lebih enak dan obyektif lagi dalam menikmati dan juga menilai filmnya ini. Oke itulah tadi seluruh review Top Gun: Maverick. Semoga pembahasan review-nya ini bermanfaat!

Related Posts

Leave Comment