Bos Telegram Sebut WhatsApp Aplikasi Berbahaya, Begini Penjelesannya!

in ,
Pendiri Telegram Durov
Pendiri Telegram, Pavel Durov | ru.oxu.az

Pavel Durov selaku bos sekaligus pendiri Telegram menyebutkan jika WhatsApp adalah aplikasi berbahaya. Hal itu langsung ditulis oleh Durov dalam sebuah unggahan blog yang kemudian dibagikan ke akun follower Telegram nya.

Menurut yang Dafunda Tekno kutip dari Liputan6.com, Durov menuding jika WhatsApp wajar disalahkan dan harus memperbaiki apa kesalahnnya. Ia juga mengungkapkan jika fitur end-to-end yang dibesar-besarkan itu tidak berguna di WhatsApp.

Pria dari Rusia ini menjelaskan jika fitur enkripsi itu dinilai tidak dapat melindungi keamanan pengguna dari peretasan.

WhatsApp Aplikasi Berbahaya Menurut Bos Telegram

“WhatsApp menggunakan kata-kata enkripsi end-to-end sebagai senjata tangguh yang iming-iming membuat komunikasi bakal aman. Namun teknologi tersebut bukan suatu hal yang menjamin privasi pengguna dengan sendirinya” cetus Durov.

Yang paling penting, Durov juga mengklaim jika bug keamanan yang ada di WhatsApp menghasilkan backdoor yang sengaja dibuat untuk mematuhi dan menenangkan lembaga penegak hukum.

Dengan begitu, menurut Durov aplikasi pesan instan ini dapat melakukan bisnis tanpa ada gangguan di Iran dan Rusia.

Hubungan dengan Jeff Bezos

Pemilik Amazon
Jeff Bezos, pemilik Amazon | mihaaru.com

Sementara di sisi lain, Telegram juga diharapkan untuk melakukan hal yang sama oleh regulator. Namun Telegram saat ini enggan untuk bekerja sama.

“Dampaknya adalah Telegram kini diblokir di sejumlah negara. Namun di negara-negara ini WhatsApp tidak ada kendala. Seperti di Rusia dan Iran” cetus Durov.

Pria berusia 35 tahun tersebut mengatakan dengan menyimpan back up data di iCloud. Alih-alih di penyimpanan perangkat, kini WhatsApp telah mengorbankan privasi pengguna.

Menurut Durov, Apple tidak pernah mengenkripsi data iCloud. Bahkan Apple juga sering memberikan data tersebut kepada pemerintah, sesuai dengan pemintaan.

Terakhir Durov mengatakan, source code WhatsApp belum tersedia secara publik. Artinya belum diketahui bagaimana cara enkripsi end-to-end WhatsApp yang bekerja.

“Apabila Jeff Bezos menggunakan Telegram alih-alih WhatsApp, maka ia bisa diperas oleh orang yang meretasnya” ungkap Durov.

Soal Peretasan Jeff Bezos

Whatsapp Jeff Bezos Diretas
WhatsApp Jeff Bezos diretas | paratic.com

Menurut kabar sebelumnya dimana smartphone milik orang terkaya di dunia, Jeff Bezos berhasil diretas pada 2018. Peretasan itu setelah Bezos menerima pesan d WhatsApp yang ternyata dari akun pribadi mahkota Arab Saudi.

Seperti yang Dafunda Tekno kuti dari The Guarding, pesan yang terenkripsi itu dikirim dari nomor pangeran Mohammed bin Salman yang dipercayakan isinya file jahat.

File Jahat itu langsung menyusup smartphone milik bos Amazon tersebut. Begitulah hasil analis menurut forensik digital. Dimana mereka menemukan bahwa ada yang menyusupi smartphone milik orang terkaya ini dipicu oleh sebuah video yang dikirimkan dari akun Mohammed ke Jeff Bezos.

Keduanya memang cukup sering bertukar pesan melalui WhatsApp. Menurut sumber anonim The Guardian, file video yang dikirimkan itu pada 1 Mei 2018.

Parahnya lagi, data-data yang begitu banyak diretas dari smartphone Bezos hanya dalam beberapa jam saja. Sayangnya belum diketahui data-data apa saja yang berhasil dicuri dari smartphone Bezos.